Serba-Serbi Festival Hanami, Tradisi Melihat Bunga Sakura yang Dilakukan oleh Orang Jepang!

Festival Hanami bunga sakura

Selain teknologi, anime dan video game, salah satu hal yang biasanya diidentikkan dengan negara Jepang adalah bunga sakura. Bunga yang menjadi bunga nasional di Jepang ini memiliki warna yang pink yang cantik ketika mekar. Karena keindahannya ini, orang-orang Jepang sampai punya festival sendiri lo untuk merayakan dan menyaksikan mekarnya bunga ini!

Festival untuk menyaksikan bunga sakura yang sedang mekar ini dikenal dengan nama “Hanami”. Pada festival ini orang-orang akan berkumpul bersama untuk menikmati bunga sakura yang mekar sembari bercengkrama. Festival Hanami dan melihat bunga sakura yang sedang mekar ini nggak hanya populer untuk orang Jepang aja lo! Banyak juga turis mancanegara yang menyempatkan dirinya untuk pergi ke Jepang disaat bunga sakura mekar untuk mengikuti Hanami dan melihat keindahan bunga sakura!

ADVERTISEMENTS

Tradisi Hanami sudah ada sejak zaman Heian, sekitar tahun 800-an masehi

Serba-Serbi Festival Hanami, Tradisi Melihat Bunga Sakura yang Dilakukan oleh Orang Jepang!

Hanami sendiri adalah sebuah festival yang berlangsung sejak zaman Jepang kuno | Credit: Catriona Palo via unsplash.com

Hanami adalah tradisi yang sudah berlangsung selama ribuan tahun di Jepang. Pada awalnya festival ini hanya dilakukan oleh para bangsawan dan kelompok kelas atas. Para bangsawan ini sangat menikmati keindahan bunga sakura sambil menuliskan puisi dan sajak-sajak tentang bunga sakura. Baru sekitar tahun 1600-an atau pada zaman Edo, kegiatan berpiknik dan menikmati bunga sakura ini mulai dilakukan oleh masyarakat luas.

Sedangkan di zaman modern, festival Hanami dirayakan sebagai sebuah kegiatan untuk berkumpul dan bercengkrama dengan rekan sejawat atau keluarga. Orang Jepang yang terkenal “gila” kerja menyempatkan diri untuk bersantai sejenak, makan dan minum bersama serta berbagi kisah kepada teman, kerabat atau orang terkasih mereka sambil menikmati sakura yang bermekaran. Hanami sendiri dapat dilakukan pada siang atau malam hari dengan ditemani cahaya lampion yang kelap-kelip.

ADVERTISEMENTS

Bunga sakura hanya mekar pada periode tertentu dan nggak mekar serempak, jadi Hanami pada tiap daerah di Jepang punya waktunya masing-masing

Serba-Serbi Festival Hanami, Tradisi Melihat Bunga Sakura yang Dilakukan oleh Orang Jepang!

Biasanya pohon sakura juga akan dihiasi oleh lampion yang menyala pada malam hari | Credit: Atul Vinayak via unsplash.com

Festival Hanami adalah sebuah festival yang diadakan setahun sekali. Hal ini berkaitan dengan waktu mekar bunga sakura yang hanya mekar pada periode tertentu dan memiliki jangka waktu yang nggak lama. Biasanya bunga sakura di Jepang akan mekar sekitar bulan Maret hingga Mei, dengan puncaknya di bulan April. Pada saat mekar inilah pohon sakura akan berubah warna daunnya menjadi pink seirama dengan warna bunganya.

Jika kamu ingin menikmati Hanami di Tokyo, maka kamu harus datang pada bulan Maret hingga April, jika kamu berminat untuk melihat bunga sakura dengan cuaca yang lebih dingin, daerah Hokkaido bisa menjadi pilihan dan kamu bisa datang pada akhir April hingga akhir Mei. Sedangkan jika kamu ingin melihat bunga sakura dengan nuansa pantai, di Okinawa bunga sakura mekar paling awal, yaitu pada bulan Januari dan Februari.

Di Jepang sendiri bunga sakura mekar tidak bersamaan, bunga ini mekar terlebih dulu di bagian Selatan pada bulan Januari dan berakhir di bagian Utara pada bulan Mei. Jadi kalau kamu ingin melihat bunga sakura dan merasakan Hanami, catat tanggalnya baik-baik dan ingat-ingat waktu mekarnya ya! Biar kamu bisa menyesuaikannya dengan daerah yang kamu tuju!

ADVERTISEMENTS

Makna mendalam dari bunga sakura dan perayaan Hanami

Serba-Serbi Festival Hanami, Tradisi Melihat Bunga Sakura yang Dilakukan oleh Orang Jepang!

Menikmati bunga sakura di malam hari juga nggak kalah menariknya dengan siang hari | Credit: Sora Sagano via unsplash.com

Hanami nggak cuma dirayakan sebagai sebuah festival keindahan, ada sebuah makna mendalam yang disematkan pada bunga sakura dan perayaan Hanami oleh orang Jepang. Mereka nggak hanya berkumpul dan bercengkrama sambil piknik bersama.

Bunga sakura biasanya nggak akan mekar dalam waktu yang lama, makanya orang Jepang mengapresiasi keindahan yang cepat berlalu ini sebagai sebuah pengingat, bahwa keindahan itu nggak akan berlangsung selamanya. Makanya orang-orang Jepang selalu menyempatkan diri untuk “slow down” dari kegiatan mereka dan mencoba menikmati kebersamaan saat Hanami dengan sepenuh hati.

ADVERTISEMENTS

Apa aja sih yang biasanya orang Jepang lakukan saat Hanami?

Serba-Serbi Festival Hanami, Tradisi Melihat Bunga Sakura yang Dilakukan oleh Orang Jepang!

Festival Hanami biasanya digunakan orang-orang Jepang untuk berkumpul dengan teman dan keluarga | Credit: Susann Schuster via unsplash.com

Hal yang biasanya orang Jepang lakukan saat Hanami adalah berpiknik! Mereka akan keluar dengan keluarga atau teman dekat ke sebuah taman atau tempat yang memang diperuntukkan untuk melakukan kegiatan Hanami. Di sana mereka akan menggelar tikar dan bercerita sambil makan serta minum. Beberapa perusahaan di Jepang malah menjadikan Hanami sebagai sebuah ajang bonding antar divisi agar lebih akrab dan dekat!

Tentunya dalam merayakan Hanami ada beberapa peraturan yang harus kamu taati dan ikuti. Beberapa diantaranya adalah kamu dilarang untuk melukai atau merusak pohon sakura (di beberapa daerah hal ini bisa dikenakan denda), tidak mengganggu lapak piknik orang lain dan ambillah tempat secukupnya, jangan mabuk secara berlebihan, serta jangan membuang sampah sembarangan. Dengan mengikuti hal-hal diatas, dijamin Hanami yang kamu lakukan akan indah tentram dan berkesan!

Meskipun terdengar sepele, ternyata Hanami memiliki makna yang mendalam serta sejarah yang panjang. Selain itu Hanami juga dijadikan ajang “istirahat sejenak” oleh warga jepang dari sibuknya dunia kerja. Nah, gimana nih SoHip, tertarik buat berangkat ke Jepang dan mencoba ikut Hanami kapan-kapan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

What is bravery, without a dash of recklessness?

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.