Gempa dan tsunami Palu-Donggala masih menyita perhatian publik Indonesia dan dunia. Gempa berkekuatan 7,4 SR yang menghasilkan gelombang tsunami setinggi 3-5 meter ini telah meluluhlantakkan Kota Palu dan juga Donggala. Korban meninggal sementara mencapai angka 1.234 jiwa dan puluhan ribu lainnya harus mengungsi. Perlahan bantuan sudah mulai datang dan evakuasi korban sudah bisa dilakukan oleh aparat, relawan maupun masyarakat sendiri. Alat berat dan logistik diharapkan bisa mempercepat proses tanggap darurat gempa dan tsunami di Palu.

Potret citra satelit menunjukkan bahwa telah terjadi kerusakan yang amat parah menimpa Kota Palu pasca gempa dan tsunami akhir pekan lalu. Situs berita QUARTZ menampilkan perbandingan citra satelit Kota Palu sebelum dan sesudah gempa yang berpusat tak jauh dari Donggala pada 28 September 2018. Nah, buat kamu yang penasaran pengen melihat dampak bencana tersebut, Hipwee telah merangkumnya buat kamu. Yuk simak.

Foto ini menunjukkan gambaran Teluk Palu sebelum dan sesudah tsunami yang menghantam kawasan tersebut. Di foto bawah tampak garis pantai bergeser makin ke dalam setelah tsunami. Sedimen air sungai bercampur lumpur pun membanjiri muaranya di tepi laut

before dan after tsunami via qz.com

Berikut ini citra satelit Teluk Palu sehari sebelum gempa bumi dan tsunami yang menghantam Palu pada Jumat petang

teluk palu sebelum gempa via qz.com

Pasca gempa dan tsunami, tampak Teluk Palu berwarna coklat karena bercampur dengan sedimen lumpur yang terbawa akibat tsunami. Terlihat garis pantai sedikit maju ke arah perkotaan

teluk palu setelah gempa dan tsunami via qz.com

Desa Petobo mengalami kerusakan yang paling parah karena mengalami Likuifaksi di mana rumah-rumah penduduk tenggelam dalam lumpur. Ini adalah potret pada tanggal 17 Agustus ketika kondisi masih baik-baik saja

Petobo sebelum terjadi gempa via qz.com

Kamu bisa bandingkan dengan foto sebelum dan sesudah gempa. Desa Petobo seolah hilang ditelan bumi setelah mengalami fenomena likuifraksi di mana tanah berubah menjadi cair dan berbentuk lumpur. Reruntuhan bangunan dan korban ikut terkubur di dalam tanah. Ngeri banget foto ini!

petobo setelah gempa dan liquifraksi via qz.com

Jembatan kuning ‘Ponulele’ di Palu diresmikan oleh Presiden SBY di tahun 2006. Jembatan yang jadi ikon wisata Kota Palu ini ternyata cuma berusia 12 tahun 🙁

ikon kota palu via qz.com

Tsunami dahsyat yang menerjang Palu tak luput menghancurkan jembatan kuning ini. Kini ia telah runtuh dan sekelilingnya pun tersapu tsunami yang mengerikan. Sungai tampak coklat karena bercampur dengan lumpur

jembatan roboh diterjang tsunami via qz.com

Potret citra satelit pada 17 Agustus 2018 dari tepi pantai Palu. Terlihat sebuah Mall di bagian kiri yang jadi lokasi pengambilan video amatir saat tsunami tiba. Pada saat tsunami pertama terjadi, rumah atau kios di tepi pantai terhantam ombak. Lalu saat kedua kalinya tsunami masuk sampai ratusan meter ke dalam kota

tepi pantai palu via qz.com

Pasca tsunami, tampak bangunan di tepi pantai sudah lenyap seluruhnya. Beberapa bangunan ambruk tersapu tsunami. Tampak masjid di belakang Mall yang kubahnya runtuh seperti yang terlihat di video amatir tsunami Palu

lokasi pengambilan video tsunami via qz.com

Advertisement

Gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah tentu jadi duka kita bersama. Semoga proses evakuasi berjalan lancar dan keluarga korban diberikan ketabahan atas musibah ini. Mereka pasti bisa bangkit dan bangun kembali kota Palu tercinta!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya