Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Falsafah itulah yang harus kamu pegang saat berkunjung ke suatu tempat. Hormatilah budaya dan adat setempat dan bersikaplah dengan sopan santun. Sebagai tamu, selalu junjung etika dan kesopanan agar hal buruk tidak terjadi dengan kita karena ada pihak tuan rumah yang tersinggung dengan perilaku tamunya.

Advertisement

Tampaknya falsafah itu tidak dipegang betul oleh salah satu siswa SMK yang sedang dalam rombongan study tour ke Candi Prambanan. Gara-gara tingkah siswa itu, rombongan siswa SMK 4 Tangerang, Banten, kesurupan massal di Jogja. Wah kira-kira apa sih yang dilakukan siswa tersebut sampai terjadi kesurupan massal? Yuk simak penjelasan dari Hipwee Travel berikut.

Rombongan siswa SMK 4 Tangerang yang baru saja pulang dari Candi Prambanan tiba-tiba kesurupan massal pada Selasa malam (10/4) lalu

candi prambanan via candi1001.blogspot.co.id

Sepulang dari study tour di Candi Prambanan, rombongan siswa SMK 4 Tangerang kemudian makan malam di Bamboo Resto. Dalam perjalanan pulang, mereka kesurupan di dalam bus. Awalnya satu orang, namun lama kelamaan banyak dari mereka yang ikut kesurupan. Siswa yang kesurupan ini histeris dan berteriak-teriak. Selain itu, mereka yang kesurupan pun bicara dengan bahasa Jawa di mana mereka sebenarnya nggak bisa bahasa tersebut. Kejadian ini terjadi cukup lama dan membuat banyak orang terlibat untuk membantu para siswa yang kesurupan. Sampai di hotel pun beberapa masih kesurupan. Setelah dibantu oleh banyak pihak, mereka pun akhirnya bisa disembuhkan dan kemudian dicari penyebabnya. Juru kunci Prambanan pun dipanggil datang.

Pada awalnya, disinyalir ada siswa yang mengambil ‘selendang’ di sana. Tapi setelah ditelisik ternyata siswa ini bukan mengambil selendang, tapi batu di candi

ilustrasi siswa kesurupan via khazanah.republika.co.id

“Ketika kesurupan, katanya salah satu ditanya sama gurunya, kamu ambil apa? Dia bilang dia ambil selendang, tapi ternyata setelah dia sadar, yang dia ambil itu ternyata dua batu sebesar jempol. Dia dapat dari dalam area candi,” kata Aryono GM Taman Wisata Candi Prambanan kepada Harianjogja.com, Rabu (11/4/2018).

Advertisement

Awalnya, kesurupan ini terjadi karena ada siswa yang kurang ajar dengan mengambil selendang di Candi Prambanan. Tapi setelah dikonfirmasi kepada pihak Taman Wisata Candi Prambanan, Aryono, ternyata tidak ada selendang di Candi Prambanan. Usut punya usut, ternyata ada siswa yang mengambil dua butuh batu sebesar jempol tak jauh dari areal candi. Menurut ‘orang pinter’, Dia harus mengembalikan batu tersebut ke tempatnya dan minta maaf.

Keesokan harinya, pihak sekolah membatalkan rencana kunjungan ke berbagai destinasi, salah satunya Malioboro. Mereka memilih kembali ke Tangerang setelah mengalami kejadian mengejutkan ini.

Kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Beberapa tahun lalu, ada juga yang mengambil batu dan mengalami kesurupan berjamaah

harus sopan di manapun berada via bonvoyagejogja.com

Kesurupan berjamaah setelah kunjungan di candi bukanlah kejadian yang pertama kali. Kejadian serupa juga pernah menimpa rombongan wisatawan yang berkunjung ke Borobudur pada Mei 2016. Kebetulan, wisatawan yang kesurupan juga merupakan siswa yang berasal dari Tangerang, Banten. Mereka juga mengalami kesurupan berjamaah yang disinyalir disebabkan karena sikap mereka yang kurang sopan.

Hal ini tentu jadi hikmah buat kita semua agar tak sembarangan mengambil sesuatu yang bukan miliknya. Mengambil batu di candi tentu tidak bisa dibenarkan. Candi yang telah berusia ratusan tahun seperti Prambanan pasti banyak penunggunya di dunia ghaib. Jangan sampai lah manusia membuat masalah dengan penunggu candi dengan memgambil sesuatu yang memang berada di candi tersebut.

Jangan mengambil selain foto, jangan meninggalkan sesuatu selain jejak.

Falsafah itu yang seharusnya dipahami oleh semua orang yang berkunjung ke sebuah tempat wisata. Jangan seenaknya sendiri dan jangan mengambil yang bukan miliknya. Sepakat?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya