Jangankan kamu yang gamers, yang biasanya nggak pernah mainin game aja pasti sekarang sudah familiar dengan Pokemon Go. Permainan satu ini sukses membuat banyak orang tertarik untuk mencobanya. Eh eh kamu sudah mainin permainan ini belum sih? Kalau ternyata ketika memainkannya kamu nyaman dan terus ingin segera memainkannya lagi dan lagi. Wah, itu artinya kamu berbakat jadi traveling sejati lho. Kok bisa? Yuk simak alasan-alasannya!

Pokemon Go ini bisa dibilang lebih dari sekadar game. Sebab, tak sebatas berhenti pada layar kaca saja, kamu juga “bermain” dalam dunia nyata

ini namanya poke ball via manggadget.com

Kamu yang sudah memainkannya pasti sepakat kalau permainan ini tanpa kamu sadari telah memaksamu menjelajah ke luar ruangan untuk menemukan pokemon. Baik pokemon langka ataupun pokemon biasa. Kalau kamu udah menginstall permainan ini, mau nggak mau kamu akan lebih sering bermain di alam bebas. Karena bagaimanapun kamu dituntut untuk harus aktif bergerak dan berburu aneka pokemon.

“Pak, jam makan siang saya ijin keluar ya satu jam”
“Iyaaa… tumben nggak makan di kantor aja kamu. Mau cari makan apa di luar?”
“Enggak cari makan pak, saya mau cari pokemon.”
-___-

Hingga akhirnya game ini membawamu menatap dunia yang lebih luas lagi. Dan mendapati kalau ternyata banyak sekali pokemon yang tersebar di jalanan

pokemon Go membawamu kemana-mana via phinemo.com

Advertisement

Pokemon Go mengajakmu keluar rumah dengan terus mencari pokemon-pokemon yang tersebar di jalanan. Begitu terdeteksi, langsung deh kamu bisa tangkap pakai poke ball. Pas udah ketangkep, pokemon itu jadi milik kamu deh. Dan kamu pun akan terus berlomba mencari aneka jenis pokemon, hingga koleksi pokemonmu terkumpul banyak. Nah, gimana caranya biar pokemonmu jadi banyak? Ya kamu kudu aktif berburu dimanapun. Jadilah kamu semakin dipacu untuk “traveling.” Jalan-jalan ke sekitarmu untuk mencari pokemon.

Sejak ada Pokemon Go, jangan heran kalau ada orang yang hanya diam di rumah, sekarang jadi lebih rajin jalan-jalan menggunakan GPS. Juga suka naik Gojek dan Uber. Mereka ternyata berbakat jadi seorang traveler

pika pika pikachuuu!!! via youtube.com

Jangan heran kalau ada orang yang dulunya cuma nge-game di kamar, sekarang rutin mengunjungi pusat keramaian.

Jangan kaget kalau temenmu yang dulunya jomblo atau bahkan nggak pernah pacaran sama sekali, sekarang mendadak kenal anak-anak tetangga. Ya kali jodoh~

Jangan salah, Pokemon Go nggak hanya mengajakmu melangkahkan kaki dekat-dekat rumah saja. Ada juga lho, anak-anak muda yang rela mendaki tingginya gunung “hanya” untuk berburu Pokemon. Yakali di gunung “spesies” pokemon ini jadi lebih beragam. Hihihi. Ya nggak papa sih, kadang untuk menyadari bakat yang ada dalam diri itu harus dipaksa dengan sesuatu yang kelihatannya “remeh-temeh” gitu. Yang awalnya udah pengen pergi traveling tapi kebanyakan mikir, duitlah, cutilah, sekarang demi Pokemon mah nggak pakai mikir. Jadi ketagihan buat traveling kan?

Kamu tahu nggak, berkat Pokemon Go, jumlah pengunjung museum sudah meningkat lhooo, luar biasa kan! Kurang bukti apa??

yakin deh pas weekend pasti membludak via cdn.klimg.com

Museum Nasional Indonesia salah satunya. Memanfaatkan demam Pokemon Go, museum ini menjadikan tujuan dalam promosinya. Jadi gini, dalam akun resmi twitter Museum Nasional Indonesia tertulis, @MuseumNasional, menyampaikan informasi bahwa berburu pokemon bisa dilakukan di Museum sambil menambah wawasan.

Ajakan itu pun serta merta disambut baik oleh para follower dari akun twitter museum tersebut. Siapapun pasti akan memprediksi, dengan adanya cara promosi ini, akan mampu menambah jumlah pengunjung dari Museum Nasional Indonesia sendiri. Meski begitu, nampaknya pihak museum juga kudu berhati-hati ya.. Supaya tetap menjaga barang-barang bersejarah dari kekhawatiran lain para pemburu Pokemon itu. Hehehe.

Masih ada lagi yang perlu disyukuri juga. Berkurangnya traveler alay yang hobi selfie dan bawa kertas kemana-mana. Kamu jadi fokus jalan-jalan aja, nggak narsis!

karena mereka sibuk cari makhluk-makhluk ini via cdn1.vox-cdn.com

Secara, mereka kan sejatinya bukan traveler yang mengeksplore keindahan alam, tapi “dipaksa” menjelajah dan mencari pokemon. Jadi mereka mikirnya, daripada sibuk berselfie ria atau mikir tulisan dan diupload di sosial media, ya mending menangkap Pokemon aja.

“Sebab, datang ke tempat wisata lalu berfoto selfie itu so last year, tren lama. Mending saya berjalan menelusuri jejak-jejak pokemon.” – Irwan, 24, Jogja

Kamu pun akhirnya terbiasa untuk traveling dan kebiasaan itu bisa kebawa terus dan makin meningkat. Dari cari pokemon ke cari jodoh misalnya ~

andai nangkep jodoh bisa make poke ball via img.duniaku.net

“Eh ternyata taman kota deket rumah itu kece ya kalau pas senja gitu..”

“Dulu diajakin kesana nggak pernah mau -_-”

“Dulu nggak punya kepentingan apapun. Sekarang kan sambil cari-cari pokemon. Tapi ternyata asik sih ya jalan-jalan itu. Dapet banyak kenalan, mungkin jodoh juga kali. Hihiii..”

“-_-“

Jodoh emang udah disiapin Tuhan, tapi nggak bakal ketemu juga kalau kamunya membatasi diri dan interaksi dengan hanya ada di dalem rumah terus-terusan. Makanya traveling ya. Masih ragu? Yaudah, yuk main Pokemon Go dulu. Kalau udah nagih dan jadi candu, baru nanti kamu belajar menemukan makna daripada traveling itu sendiri. Yang penting kan udah tau kalau kamu berbakat kan ya? Salam Pokemon!

Selamat jalan-jalan mencari Pokemon!