Ada kabar duka terdengar dari Jogja. Kamis pagi tanggal 20 Oktober 2016 tadi, ada kejadian mengagetkan yang terjadi di Stasiun Lempuyangan. Pada pagi yang bermula seperti biasanya itu, keramaian stasiun yang biasanya karena penumpang yang lalu lalang, tadi pagi ditambah oleh keramaian dari pihak petugas stasiun dan kepolisian.

“Seorang bule wanita nekat mengakiri hidupnya dengan cara menabrakkan diri ke Kereta Api Joglokerto (Jogja-Solo-Purwokerto) di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, Kamis (20/10/2016), sekira pukul 07.16 WIB.”

– via Okezone.com

Tak pelak kejadian itu membuat semua orang yang ada di stasiun Lempuyangan jadi heboh. Lalu lalang yang biasanya masih terkendali, berubah jadi sebuah kepanikan. Berikut kronologis kejadiannya.

Entah apa yang jadi motifnya, tiba-tiba saja seorang bule wanita menabrakkan diri pada kereta. Lempuyangan pun panik karenanya

Lempuyangan… via ardiantono.wordpress.com

Pada awalnya, banyak saksi yang melihat seorang bule wanita nekad berjalan keluar dari gerbong. Padahal suara peringatan dari pihak stasiun sudah terdengar jelas bahwa ada kereta yang masuk dari jalur satu. Tak pelak gadis bule tersebut tertabrak oleh Kereta Api Joglokerto yang melintas dengan kecepatan tinggi. Sontak badannya terhempas oleh kereta. Lempuyangan yang tadinya normal, mendadak panik setelah kejadian ini.

Bule wanita tersebut bernama Denise Pronk, warga negara asing asal Belanda yang tengah menikmati traveling ke Indonesia

Advertisement

Ini identitasnya via news.okezone.com

Atas dasar keterangan dari teman seperjalanannya dan foto copy paspor yang diberikan oleh temannya tersebut, diketahui bahwa bule wanita tersebut bernama Denise Pronk. Gadis berusia 23 tahun tersebut berasal dari Belanda. Ia melakukan perjalanan ke Indonesia bersama dengan seorang temannya yang bernama Guus W C Hens.

Mereka sebenarnya adalah penumpang dari Kereta Api Sri Tanjung yang berangkat dari Lempuyangan menuju Banyuwangi. Guus sendiri tak mengetahui mengapa kecelakaan tersebut bisa terjadi.

Sebelum tertabrak, banyak saksi yang mengatakan kalau Denise sering keluar masuk gerbong. Alasannya karena dia nggak nyaman

Gerbong Sri Tanjung via banyuwangi.club

Sebenarnya, Denise dan Guuse sendiri sudah sempat duduk di kursi nomor 20D dan 20E. Namun karena merasa kurang nyaman, Denise pun sering mondar-mandir keluar masuk gerbong. Guus dan beberapa orang penumpang pun sebenarnya sudah melarang Denise agar ia tetap duduk saja. Ditambah lagi setelah ada peringatan bahwa akan ada kereta lain yang melintas dari jalur satu, para penumpang semakin melarang Denise agar tak keluar dari Gerbong.

Namun larangan tersebut tak digubris oleh Denise. Ia pun tetap nekad keluar. Katanya sih demi mencari angin segar. Nahasnya, saat ia hendak melompati jalur satu, Kereta Joglokerto melintas dan menghempaskan tubuhnya sejauh 3 meter. Denise pun langsung dinyatakan tewas di tempat kejadian.

Apakah ini bunuh diri atau ini kelalaian dari Denise masih belum diketahui pastinya. Yang jelas, satu nyawa telah hilang pagi ini di Lempuyangan

Satu nyawa hilang di Lempuyangan via jogja.tribunnews.com

Belum diketahui pasti apakah kejadian tersebut murni bunuh diri ataukah sebuah kelalaian dari Denise. Keterangan dari saksi masih belum bisa memberi titik terang tentang kejadian ini. Masih menjadi pertanyaan soal mengapa meski sudah ada pengumuman agar semua orang menjauh dari jalur satu, namun Denise tetap nekad menuju ke arah situ. Duh, kok bisa sih terjadi kejadian tragis seperti ini.

Yah, meski apa yang sebenarnya terjadi masih belum diketahui, yang jelas, pagi ini Lempuyangan berbeda dari biasanya. Pagi ini, ada nyawa yang hilang di sana. Semoga arwah Denise tenang di alam sana. Semoga tak ada lagi kejadian serupa di hari-hari berikutnya. Kamu hati-hati ya kalau naik kereta. Jangan keluar masuk sesuka hati.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!