Kejadian nahas kembali terjadi di awal tahun. Seorang pria dikabarkan terjatuh dari atas tebing di kawasan wisata Pura Luhur Uluwatu, Bali, Rabu (4/1/17). Laporan kejadian nahas tersebut diterima Basarnas Bali pada pukul 12.15 WITA untuk selanjutnya dilakukan evakuasi terhadap korban. Korban ditemukan tak bernyawa di lautan lepas. Bagaimana kok bisa terjadi kecelakaan ini? Begini kronologis kejadiannya.

Korban adalah wisatawan asal Solo yang sedang berlibur di Bali. Nahas, ia terjatuh dari tebing ketika sedang selfie…

uluwatu via opentripbromo.com

Mungkin Auw Jang Phin Khuan (51) tidak pernah menyangka bahwa liburannya ke Bali bakal berakhir tragis. Pasalnya, suaminya yang bernama Kwan Anto Randy Saputra (57) jatuh ke jurang setelah terpeleset di Pura Luhur Uluwatu, Bali (4/1). Wisawatan asal Solo ini memang tengah berlibur ke Bali untuk bertemu dengan anak dan menantunya. Tapi siapa sangka, liburan yang seharusnya menyenangkan justru menjadi duka yang mendalam.

Kejadian ini berawal ketika korban sedang berfoto-foto di sekitar tebing. Asyik berswafoto, ia justru melewati pagar pembatas dan terlalu ke pinggir. Tanpa disadari, ia berada di ujung tebing dan terpeleset. Korban pun jatuh dari tebing ke lautan lepas dengan ketinggian 120 meter! Nyawanya pun tak terselamatkan.

Evakuasi ke dasar tebing tentu bukanlah hal yang gampang. Tim SAR bekerja sangat keras untuk mengevakuasi korban yang berada di lautan dengan kondisi tak bernyawa…

Tim SAR kerja keras via bali.tribunnews.com

Advertisement

Bukan perkara mudah mengevakuasi jenazah korban yang berada di lautan. Apalagi regu penyelamat harus menuruni tebing setinggi 120 meter. Melawan angin kencang dan medan yang curam, tim SAR juga bertaruh nyawa dalam misi ini. Setelah melalui proses yang sulit, akhirnya satu orang penyelamat yang akhirnya diturunkan untuk mengevakuasi korban. Korban sudah tidak bernyawa dengan kondisi patah kaki dengan luka di kepala.

“Separuh nyawa anak buah saya menjadi taruhannya. Ketinggian tebing 100 hingga 120 meter. Medannya sangat curam dan angin bertiup kencang, sehingga beresiko tinggi. Karena itu, proses evakuasi dilakukan sangat hati-hati,” jelas Gede Darmada dari Tim SAR Denpasar dikutip dari Tribun Bali.

Belum jelas penyebab jatuhnya korban ke jurang. Dari berbagai saksi, korban terlalu ke pinggir dan melewati pagar pembatas…

Sang istri yang selamat tidak tahu menahu apa yang terjadi dengan suaminya. Ia hanya mendengar informasi dari orang-orang yang menyaksikan kejadiannya. Hal ini dikarenakan sang istri tidak ikut foto-foto dengan suaminya. Ia memilih untuk menunggu di Bale Bengong sekaligus menjaga barang bawaan yang dititipkan sang suami. Beberapa saksi mata menyaksikan karena saking asyiknya foto-foto, korban berjalan terlalu ke pinggir dan melewati pembatas. Benar atau tidak, belum ada yang tahu secara detail. Untuk kebenarannya tentu harus menunggu otopsi korban.

Tentu tak terlupa dari ingatan, salah satu pendaki di Merapi meninggal dunia ketika jatuh dari puncak ke kawah Gunung Merapi 2 tahun lalu. Gara-gara swafoto atau selfie, nyawa pun melayang sia-sia…

almarhum ery sebelum terjatuh via cdn.tmpo.co

Dua tahun silam, salah satu pendaki Gunung Merapi meninggal dengan cara yang tragis. Karena ingin eksis foto di puncak Garuda, ia pun terjatuh ke kawah. Evakuasinya pun tak kalah sulit karena medannya yang begitu curam dan ekstrim. Kejadian itu seolah menjadi alarm bahwa keselamatan di gunung adalah yang utama. Bukan sekedar swafoto biar eksis di sosial media. Nah, kasus terjatuhnya wisatawan di Pura Uluwatu ini harus jadi pelajaran buat semua traveler agar berhati-hati saat berwisata. Bukan foto, melainkan keselamatanlah yang utama.

Terakhir, tentu kita semua berharap kejadian ini menjadi kisah tragis terakhir di tahun 2017 ini ya. Semoga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya