Kabar duka kembali menyapa. Gili Trawangan dan Lombok dilanda nestapa. Kamis (15 September 2016) lalu, satu unit kapal cepat yang melayani rute Padangbai, Bali, menuju Pulau Gili Trawangan, NTB, tiba-tiba meledak di tengah perjalanan. Satu nyawa melayang sia-sia. Ada apa gerangan? Berikut kronologisnya yang sudah Hipwee Travel himpun untuk kamu semua.

Kapal wisata bernama Fast Boat Gili Cat 2 membawa 35 penumpang, dikabarkan dua penumpang perempuan berkewarganegaraan asing telah menemui ajal

maut bisa mengintaimu dimanapun via tribunnews.com

Ledakan yang terjadi diduga lantaran adanya masalah pada mesin saat berlayar. Kapal cepat ini bertolak dari Dermaga rakyat kawasan Padangbai pada hari Kamis itu sekitar pukul 09.25 WITA. Kapal ini membawa 35 penumpang, termasuk empat orang ABK dan kapten kapal. Ada 20 orang mengalami luka-luka, tiga diantaranya merupakan turis mancanegara yang mengalami luka bakar parah, dan dua orang meninggal dunia. Diketahui keduanya merupakan warga negara Spanyol dan Austria.

Kapal meledak yang didahului dengan kepulan asap pada bagian mesinnya. Terjadi sekitar 200 meter dari dermaga atau berselang 10 menit setelah berlayar

semoga ini jadi duka terakhir di perairan kita via wartakota.com

Kecelakaan kapal ini terjadi di perairan wilayah Karangasem, Bali. Sebelumnya juga ada sebuah kapal boat yang mengangkut puluhan turis asing yang terbalik, kini malah terbakar. Satu orang tewas itu belum diketahui identitasnya dan sudah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Sebelum kapal terbakar, dilansir antaranews, kapal pengangkut penumpang yang sebagian penumpangnya turis asing ini mengeluarkan bunyi ledakan pada mesin kapal dan menampakkan asap tebal yang langsung menyembul.

Sebagian besar penumpang mengalami luka bakar pada wajah dan kaki. Dan mereka semua sudah dievakuasi

Advertisement

siapa yang nggak panik kalau baru jalan sebentar sudah begini via tribunnews.com

Dilansir dari merdeka.com, Kapolres Karangasem, AKBP Sugeng Sudarso dikonfirmasi membenarkan peristiwa ini. Sugeng memastikan bahwa sejumlah korban sudah dilarikan ke rumah sakit dan kapal boat sudah dievakuasi ke pinggir dermaga Padang Bai. Kejadian yang serba mendadak ini terang saja menimbulkan kepanikan bagi para penumpangnya. Bayangin aja, tiba-tiba ada letupan di bagian kursi penumpang bagian belakang. Siapa yang nggak panik?

Setelah mengevakuasi, kasus ini pun kini diselidiki. Polisi bertindak cepat dan tanggap dengan memeriksa para saksi. Sudah ada tujuh saksi yang didalami

karena panik dan kepanasan, biasanya penumpang reflek menceburkan diri ke laut via merdeka.com

Dilansir dari Tempo.co, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali Komisaris Besar Anak Agung Made Sudana mengatakan, para saksi di antaranya tiga kru kapal (nakhoda, dua ABK) dan empat orang penumpang. Pemeriksaan para saksi dilakukan sembari menunggu hasil laboratorium forensik untuk menentukan langkah penyidikan lebih lanjur. Dugaan hingga saat ini, ledakan disebabkan akumulasi gas dari tangki bahan bakar minyak yang mampat di bawah dek.

“Karena panas akhirnya meledak, ledakan murni karena kecelakaan,” ujar Sudana.

Selain karena kebocoran tangki bahan bakar, dugaan lainnya bisa saja terjadi korsleting sistem kelistrikan kapal.

Ini bukan kali pertama kecelakaan seperti ini terjadi. Kejadian serupa pernah ditemui setahun silam. Ledakan kapal dari Bali ke Lombok yang mengangkut 129 orang

kejadian kala itu tak sampai ada korban jiwa via tempo.co

Dalam insiden tahun lalu itu, juga terdapat puluhan turis yang cedera. Kapal cepat MV Wahana Ocean 4 juga terbakar mesinnya dan mengakibatkan ledakan serta kebakaran pada 5 Juni 2015 silam saat berlayar di Selat Lombok. Para penumpangnya menjadi korban kerusakan mesin kapal cepat sewaktu dalam perjalanan sekitar 10 mil atau 18 kilometer melintasi Selat Lombok dari Senggigi, Lombok, menuju Padang Bai, Bali. Para penumpang yang terluka bakar itu akibat panik sewaktu mengetahui bahwa mesin kapal tengah terbakar. Adanya guncangan di laut kemudian membuat mereka terjatuh dari atas kapal. Sebagian dari mereka memang mengalami patah tulang. Tapi beruntungnya, tak ada yang meninggal.

Semoga ini jadi duka terakhir di perairan, pun di Indonesia. Dua orang penumpang kapal yang meledak Kamis lalu ini diketahui merupakan pasangan suami istri asal Spanyol yang tengah berbulan madu. Sedihnya, mereka harus menelan pahit pengalaman tak mengenakkan ini karena keduanya mengalami luka serius dan berujung dirawat di Rumah Sakit Bros Denpasar. Sara bahkan mengalami koma lantaran luka terbuka di kepalanya. Sedangkan Roberto mengalami patah tulang di bagian paha kiri dan cedera kepala. Liburan di Bali dan Lombok pun berujung petaka.

Kita tak tahu seperti apa nasib kita. Yang bisa dilakukan hanya berdoa dan berusaha sebaik-baiknya. Hati-hati ya, dimanapun kamu berada!

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me