Travelers, apa sih yang paling kamu suka dari sebuah perjalan di tempat baru? Terlepas dari esensi sebuah perjalan, mungkin kamu tertarik untuk mempelajari kebudayaan dan legenda tempat wisata yang kamu kunjungi. Meskipun itu hanya sebuah legenda dan sebagian merupakan mitos, nggak ada salahnya kamu mengetahuinya. Ya, nggak sih?

Nah, sama halnya seperti Hipwee Travel yang tertarik untuk mengetahui beberapa mitos dan kebudayaan di tempat wisata di Indonesia. Kadang juga serem sih. Mau tahu seperti apa mitosnya? Cekidot!

Kisah cinta sang Ratu Kidul dan Panembahan Senopati di Pantai Parangkusumo Yogyakarta dan sebuah batu cinta. Heeem.

Di batu itulah Senopati bertemu sang Ratu Kidul.

Di batu inilah Senopati bertemu sang Ratu Kidul. via www.primahapsari.com

Advertisement

Siapa sih yang nggak tahu kisah legendaris Ratu Kidul di Pantai Parangkusumo? Terletak di Yogyakarta, pantai ini biasanya dipakai sebagai tempat untuk upacara khusus persembahan buat sang Ratu. Berawal dari kisah asmara sang Ratu Kidul dengan raja Kerajaan Mataram, Panembahan Senopati. Pertemuan sang Ratu kali pertama dengan Senopati adalah ketika dia sedang bertapa di atas sebuah batu, yang kini disebut dengan Batu Cinta. Nah, katanya, katanya lho, ya. Katanya kalau kamu berdoa di sekitar batu itu, akan terkabul doamu. Hemm.

Masih di Jogja, cobalah sentuh jari manis dan tumit Arca Kunto Bismo. Konon doamu bakal terkabul lho.

Borobudur dalam siraman senja.

Borobudur dalam siraman senja. via anekatempatwisata.com

Sebuah mitos termasyur dari candi Budha terbesar di dunia, Borobudur, sudah melegenda hingga ke seluruh penjuru Nusantara. Adalah keberadaan Arca Kunto Bismo yang bersemayam dalam stupa teras Arupadhatu. Konon katanya, siapapun cowok yang bisa menyentuh jari manis arca ini dan cewek bisa menyentuh tumitnya, semua keinginannya bisa terkabul. Ya, namanya juga mitos. Entahla,  ya.

Permintaan 1000 candi aja diturutin, masa kamu yang minta mi ayam aja nggak dikasih? Pacaran aja gih sama Bandung Bondowoso. :p

Kisah Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang.

Kisah Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang. via blogmommylina.com

Kisah ini berawal dari hubungan asmara Bandung Bondowoso dengan Roro Jonggrang. Bandung Bondowoso (Kerajaan Pengging) yang terlibat perang dengan Kerajaan Prambanan dan membunuh Raja Boko, hendak menyunting Roro Jonggrang. Sementara sang putri nggak mau menikahi orang yang telah membunuh Raja Boko alias ayahnya sendiri. Tapi, akhirnya Roro Jonggrang bersedia menikah dengannya, asal menyanggupi pembangunan 1000 candi.

Advertisement

Bandung Bondowoso hampir berhasil menyelesaikan 1000 candi, asalkan Roro Jonggrang nggak menipunya dengan suara kokok ayam jago. Akhir cerita, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca besar di Candi Prambanan. Nah, konon katanya, siapapun yang mengajak kekasihnya berwisata ke candi ini, bakal mengalami gagal cinta di tengah jalan karena cerita ini. Ya, namanya juga cinta, deritanya tiada akhir nggak ada yang tahu, bukan?

Dari Malang, inilah kisah Dewi Anjarwati yang penuh air mata. Coba deh mampir ke Air Terjun Coban Trisula bersama kekasihmu. :p

Coban Rondo, air terjun cantik di Pujon Malang

Coban Rondo. via infomalangraya.net

Nah, yang menarik dari Coban Trisula ini adalah mitos yang menyertainya. Menurut kisah yang menyebar, kamu diprediksi bakal putus sama pacarmu kalau ke Coban Rondo (air terjun janda) dan ke Coban Dudo (air terjun duda). Sementara kalau kamu bisa sampai ke Coban Manten, niscaya kamu bisa melanjutkan hubunganmu dengan pacar sampai ke jenjang pernikahan. Katanya.

Kisah bermula dari Dewi Anjarwati yang mengabaikan nasihat orangtuanya karena ia ingin menjenguk mertuanya di Gunung Anjasmoro bersama sang suami, Raden Baron Kusumo. Sementara menurut adat Jawa, pernikahan yang belum sampai 36 hari (selapan) dan melakukan perjalanan, akan mengalami musibah atau kena sial. Pasutri ini tak mengacuhkan nasihat orangtua Dewi Anjarwati. Hingga akhirnya di tengah jalan mereka terpisah, karena sang suami harus berhadapan dengan Joko Lelono, pria yang nggak tahu asal usulnya yang konon katanya naksir sama Dewi Anjarwati. Akhirnya mereka berantem, sementara Dewi Anjarwati dilarikan oleh anak buah Raden Baron Kusumo ke sebuah Coban. Di sanalah untuk terakhir kalinya Dewi Anjarwati bertemu dengan sang suami. Itulah kenapa air terjun tersebut dinamai Coban Rondo (janda).

Beranjak ke Pulau Dewata, kamu bisa bertemu dengan Ular Suci di Tanah Lot, Bali. Konon, cuma jomblo yang akan ‘selamat’ kalau berdoa di pura ini.

Nunggu surut, yak!

Nunggu surut, yak! via plesiryuk.com

Siapa sih yang nggak tahu Tanah Lot? Destinasi wisata yang cukup populer bagi wisatawan lokal dan asing, karena di sini kamu bisa menemukan sebuah pura di sebuah pulau. Konon, pura ini dijaga oleh ular suci yang bisa mengabulkan doa orang-orang yang berkunjung ke pura tersebut. Tapi sayangnya, kalau kamu berdua dengan kekasihmu mengunjungi pura itu dan menemui ular suci, hubunganmu akan kandas di tengah jalan. Hemm. Entahlah… Mungkin hanya jomblo yang boleh berdoa di sini. :p

Dewi Anjani bersama anak buahnya yang menjaga Gunung Rinjani dan Segara Anak.

View Segara Anak

View Segara Anak via www.trekkingrinjani.com

Konon di puncak Gunung Rinjani, bersemayamlah seorang ratu penguasa bangsa jin yang sangat disegani di pulau Lombok. Dia adalah Dewi Anjani, yang cintanya tak direstui oleh ayahnya yang seorang raja. Itu versi masyarakat setempat. Sementara versi lain menyebutkan bahwa Dewi Anjani diperintah oleh ayahnya untuk mendiami pulau tersebut, yang dulu dikenal dengan nama Pulau Sasak, karena pulau ini dulunya hanya dipenuhi hutan belantara.

Bersama dengan patihnya, Dewi Anjani menitahkan peliharaannya, Burung Beberi untuk meratakan hutan di Pulau Sasak, agar bisa dihuni oleh manusia. Tetapi karena zaman dulu belum ada manusia yang tahu keberadaan pulau itu, Dewi Anjani memerintahkan para jin untuk menjelma manusia dan menempati pulau itu. Namun, beberapa jin menolak perintah Dewi Anjani. Hingga akhirnya Dewi yang digambarkan berparas cantik nan anggun ini mengutus jin yang nurut kepadanya untuk menangkap dan menghukum para jin yang membelot.

Konon, kamu bisa melihat istana Dewi Anjani di sebelah tenggara dari Segara Muncar. Ya, kalau beruntung sih. :p

Tanjakan Cinta di Gunung Mahameru. Jangan coba-coba mendaki sambil nengok ke belakang, ya. Eh, terserah sih.

Berani nengok, Bang?

Berani nengok, Bang? via www.esokharinanti.com

Dari Ranukumbolo, kamu perlu melewati Tanjakan Cinta untuk mencapai puncak Mahameru. Gampang sih ngelewatin tanjakan ini. Eits, tapi ada yang berat loh, Gaes. Menurut legenda setempat, kalau kamu berhasil melewati tanjakan ini dengan menoleh ke belakang, niscaya kamu akan putus dengan pacarmu, bila dia ikut dalam pendakian ini. Tapi kalau kamu berhasil naik tanpa nengok ke belakang, hubungan kalian akan baik-baik saja. Entahlah, ini hanya mitos yang dipecaya oleh sebagian besar orang dan pendaki yang melintasi jalan ini.

Namanya juga mitos. Soal kepercayaan, itu hak semua wisatawan.

Yep, itulah beberapa mitos dan legenda yang menyertai destinasi wisata yang ada di Indonesia. Sebenarnya masih banyak sih mitos dan legenda yang ada. Share di kolom komentar boleh dong, ya? 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya