Hipwee Travel akan memberikan liputan khusus destinasi wisata populer di Indonesia maupun mancanegara. Kami menamainya Reportase Wisata. Tiap bulannya kami akan mengupas satu destinasi yang sering jadi impian para traveler. Tak cuma destinasinya saja, kami juga akan membahas sudut pandang dan cerita-cerita lain seputar destinasi tersebut yang tak pernah ternarasikan sebelumnya.

Masih sama seperti bulan lalu, Hipwee Travel masih mengulas tentang Jepang. Nah mumpung bulan puasa, di artikel ini kami akan bahas tips liburan buat kamu yang Muslim. Meskipun agak ribet, namun asik kok liburan ke Jepang buat umat Muslim. Yuk simak!

Artikel 1 : Begini Serunya Naik Shinkansen di Jepang. Udah Keretanya Nyaman, Cepet Banget Lagi
Artikel 2 : 7 Tips Traveling Bareng Bayi di Jepang. Asik Sih, Meski Susah-susah Gampang!
Artikel 3 : Panduan Muslim untuk Traveling Halal di Jepang. Meski Nggak Gampang, Tapi Seru dan Menantang!
Artikel 4 : Panduan Wisata Kyoto dalam Sehari. Sisi Lain Jepang yang Nuansanya Syahdu dan Romantis
Artikel 5 : 7 Aktivitas Wisata Seru di Dotonbori, Malioboro-nya Osaka. Cicip Street Food dan Naik Kapal Romantis

Liburan ke Jepang memang cukup bikin ribet traveler yang beragama Islam. Ya wajar aja sih, soalnya di Jepang bukanlah negara Islam atau mayoritasnya penganut agama Islam. Wajar kalau nggak banyak fasilitas yang tersedia buat kamu traveler Muslim.

Advertisement

Namun belakangan, Jepang sudah sangat concern dengan wisata halal lho. Buat kamu yang mau liburan ke Jepang, nih ada tips dari Hipwee Travel yang baru balik dari sana. Ada 6 hal yang harus kamu perhatikan saat traveling ke Jepang sebagai Muslim. Yuk simak biar asik saat jalan ke Negeri Sakura!

Pertama, download aplikasi reminder ibadah semacam Muslim Pro dan Halal Navi. Waktunya ‘kan berbeda juga, nggak kaya di Indonesia

aplikasi halal navi via blog.halal-navi.com

Aplikasi untuk Muslim ini sangat penting untuk kamu pakai di Jepang. Kamu bisa tau lokasi kiblat, waktu salat, bisa buat baca Quran juga. Tapi yang tak kalah penting adalah aplikasi Halal Navi. Lokasi makanan atau resto halal mudah sekali ditemukan dengan aplikasi ini, plus dengan review dan komentar-komentar di dalamnya. Nyari masjid juga gampang kok, ya meskipun sangat sedikit masjid di Jepang.

Dengan Halal Navi, kamu bisa cari masjid terdekat di kota yang kamu tuju. Misal Masjid Ibaraki di Osaka atau Camii di Tokyo yang dulu dipake nikah Syahrini

masjid camii via www.facebook.com

Masukkan destinasi masjid sebagai salah satu tujuan kunjungan saat di Jepang. Sebut saja Tokyo Camii atau Ibaraki di Osaka. Masjid di Jepang memang nggak banyak, maka dari itu agendakan berkunjung ke sana saat salat Zuhur jadi kamu bisa menjamak salat Zuhur dan Ashar. Nah untuk jamak Maghrib dan Isya bisa diakhirkan pada malam hari setelah sampai di penginapan. Sepertinya ada juga prayer room di bandara Narita dan stasiun Tokyo tapi jarang digunakan untuk salat. Mungkin belum banyak yang tahu ya.

Tak mudah menemukan makanan halal di Jepang terutama di restoran-restoran di sana. Prinsipnya sih kamu harus tahu komposisinya

display makanan di jepang via jpninfo.com

Advertisement

Satu hal yang mesti kamu pahami, makanan non halal itu bukan berarti komposisinya hanya dari babi saja. Ada banyak faktor yang menyebabkan makanan tidak halal, seperti sake, arak atau minyak yang digunakan untuk memasak. Hindari tempat makan yang menyediakan menu halal tapi juga ada menu non halal karena biasanya masaknya di tempat yang sama. Kalau nggak ada review tentang makanan halal di suatu restoran, mending hindari deh. Review bisa kamu dapatkan dari Google atau Halal Navi tadi ya. Paling gampang sih makan di resto asal India, Turki atau Arab. Kebab salah satunya.

Agar lebih aman beli onigiri rasa tuna mayonaise atau ikan laut lainnya. Hindari daging ayam, sapi dan sejenisnya

onigiri tuna mayo via www.nurismaya14.com

Kalau kamu lagi nyari makanan di Sevel, sedikit banget lho yang terindikasi halal. Biar aman, kamu mending beli Onigiri dengan isian ikan laut aja, salah satunya tuna mayonaise aja yang bahannya tampaknya cukup halal, sementara yang lainnya belum tentu halal. Karena nggak ada labelnya, kita cuma bisa ikhtiar dengan cara mengira-ngira. Tapi dari pelajar Indonesia di Jepang sih mengatakan kalau onigiri tuna mayonaise halal dan cocok dengan lidah Indonesia.

Ramen halal cukup banyak terdapat di Tokyo, Osaka maupun Kyoto. Kalau di Osaka cari aja Halal Ramen Naritaya dekat Dotonburi atau Namba

ramen halal via www.hipwee.com

Selama di Jepang, selalu nggak mau ketinggalan nyobain ramen. Ada beberapa restoran ramen halal bisa kamu coba. Hipwee sih saranin nyari Naritaya ramen. Ketika kami jalan-jalan ke Dotonburi Osaka, ada Halal Ramen Naritaya tak jauh dari sana. Saat lagi di Kyoto, ketemu juga Halal Ramen Gion Naritaya. Entah satu franchise atau tidak yang jelas nama restonya aja udah halal. Nggak ketinggalan, di Asakusa Tokyo juga ada Ramen Naritaya. Biar nggak susah cari aja Naritaya deh kalau mau makan ramen. Harganya berkisar 800-1500 Yen alias 100-200 ribuan. Mahal juga ya.

Syarat mandi di Onsen harus bugil lho. Jadi sebaiknya kamu tidak mandi di onsen publik ya karena bakal telanjang di depan banyak orang. Hii malu~

jangan sampai salah masuk via www.takaski.com

Sebenarnya mandi di onsen sangat seru ya. Tapi sayangnya harus mandi telanjang sementara ada banyak orang. Ya buat umat Muslim dan orang Indonesia pada umumnya kan malu dan tidak boleh mandi bareng dengan banyak orang, meskipun sesama jenis. Tapi kalau mau coba ya silakan sih. Ada cara yang bisa kamu gunakan untuk tetap menikmati onsen, yakni onsen private yang biasanya udah include di hotel. Tapi agak mahal sih emang.

Gimana, nggak susah-susah amat ‘kan traveling di Jepang? Paling cuma makanan aja sih yang susah ya. Kalau mau repot dikit bawa bekal aja dari Indonesia ya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya