Pramugari Garuda Indonesia Diprotes karena Senyumnya Tertutup Masker, Padahal Dipakai demi Keamanan

Pramugari Garuda masker

Setelah memasuki era new normal, pelan-pelan rutinitas kembali berjalan. Toko-toko dan mal sudah dibuka. Bahkan maskapai penerbangan sudah menerima penumpang lagi! Tetapi, tentunya seluruh awak pesawat dan penumpang harus mematuhi protokol kesehatan yang baru. Salah satunya adalah aturan untuk memakai masker bagi pramugari yang bertugas.

Advertisement

Tujuannya tentu baik, yaitu mencegah supaya virus corona nggak menyebar di pesawat. Tetapi, kebijakan baru ini malah diprotes penumpang karena mereka nggak bisa melihat wajah pramugari dengan jelas. Lalu bagaimana solusinya? Yuk simak!

Karena pakai masker, pramugari Garuda diprotes penumpang yang nggak bisa melihat senyuman mereka. Jadi penggunaan masker akan diganti dengan face shield

View this post on Instagram

Garuda Indonesia presents Garuda Indonesia Premium City Check-in that allows you to begin your journey exploring the exotic Indonesian destinations with comfort at Pidari Lounge by Plataran Hutan Kota, Jakarta. Garuda Indonesia Premium City Check-in welcomes you with 5-star resort service quality and exclusive check-in counter outside the airport hustle-bustle. We also have special offers for you to easily complete your travel document with COVID-19 medical test result by Indonesia Medical Tourism Board (IMTB). ______ Garuda Indonesia mempersembahkan Garuda Indonesia Premium City Check-in yang memungkinkan Anda untuk memulai perjalanan menjelajah berbagai destinasi eksotis Indonesia dengan kenyamanan di Pidari Lounge dari Plataran Hutan Kota, Jakarta. Garuda Indonesia Premium City Check-in tidak hanya menyambut Anda dengan pelayanan resor bintang 5 dan Check-In Desk yang jauh dari keramaian bandara, tapi kami juga memberikan penawaran spesial untuk Anda melengkapi dokumen perjalanan Anda dengan tes COVID-19 dari Indonesia Medical Tourism Board (IMTB). Untuk informasi lebih lanjut kunjungi www.garuda-indonesia.com/PremiumCityCheckIn @pl.hutankota #BecauseYouMatter #CovidSafe

A post shared by Garuda Indonesia (@garuda.indonesia) on

Sejak membuka penerbangan lagi pada 7 Mei silam, Garuda Indonesia menerapkan protokol kesehatan baru di dalam pesawat. Pramugari wajib memakai masker untuk mencegah penyebaran virus. Tetapi, sejumlah penumpang justru protes karena mereka nggak bisa melihat senyuman pramugari. Mereka juga nggak tahu apakah sang pramugari sedang tersenyum atau justru sedang mencibir. Sebetulnya seberapa penting sih masalah ini?

Advertisement

“Senyum dari pramugari itu bukan tugas utama, itu bonus. Tugas utama mereka ya menjamin dan membantu penumpang untuk keselamatannya dulu,” kata pengamat penerbangan Alvin Lie, seperti dikutip dari Kompas.

Walaupun begitu, pihak Garuda menampung keluhan penumpang dan mencari solusinya. Secara bertahap, mereka berencana mengganti masker dengan face shield atau pelindung wajah yang terbuat dari plastik tembus pandang. Kebijakan ini diharapkan bisa memberi rasa nyaman pada penumpang sekaligus tetap menjaga protokol kesehatan.

Selain protokol untuk awak kabin, Garuda juga menerapkan protokol untuk penumpang. Mereka harus memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak. Jumlah penumpangnya juga dibatasi. Selain itu, penumpang membutuhkan surat kesehatan dengan hasil negatif corona kalau ingin memasuki daerah tertentu. Kamu bisa membaca aturan lengkapnya di laman resmi Garuda Indonesia.

Advertisement

Meskipun begitu, pihak Garuda nggak mengizinkan pramugari memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Sebab, bisa-bisa suasananya seperti di rumah sakit

Awak Garuda pakai masker via www.instagram.com

Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia nggak memperbolehkan pramugari memakai APD lengkap seperti di rumah sakit. Sebab, bisa-bisa suasana di pesawat jadi seperti di ICU. Irfan menekankan kalau pesawat terbang adalah industri kebahagiaan. Jadi jangan sampai para penumpang merasa takut dan nggak bahagia.

Namun, Garuda tetap mewajibkan pramugari untuk memakai masker yang akan diganti dengan face shield, sarung tangan, dan apron sekali pakai saat menyajikan makanan pada penumpang. Makanan tersebut dikemas sedemikian rupa supaya hanya bisa dibuka oleh penumpang, jadi nggak terkontaminasi oleh awak pesawat.

Di sisi lain, maskapai AirAsia justru mewajibkan pramugari untuk memakai APD lengkap. Ada pula berbagai protokol kesehatan lainnya

Seragam AirAsia via www.instagram.com

Dilansir dari Kompas, maskapai AirAsia membuat seragam khusus untuk melindungi awak kabin dari virus corona. Seragam karya Filipina Puey Quinones ini sekilas mirip APD, tetapi dengan desain yang lebih trendi. Warnanya merah sesuai logo maskapai AirAsia dan dilengkapi kerudung. Para awak kabin memakainya lengkap dengan masker, face shield, dan sarung tangan. Seragam ini diharapkan bisa membuat para awak dan penumpang sama-sama aman.

Peraturan di AirAsia dan Garuda Indonesia memang berbeda, sebab belum ada standar untuk pakaian awak kabin. Jadi peraturannya dibuat tergantung kebijakan maskapai masing-masing. Supaya industri penerbangan kembali lancar, yuk kita patuhi protokol kesehatan yang berlaku. Tetapi kalau nggak ada keperluan penting, sebaiknya jangan naik pesawat dulu. Tunggu sampai kondisinya lebih aman kalau mau bepergian.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE