Begini Rencana Strategis Pemulihan Pariwisata Hong Kong Pasca Pandemi

Rencana strategis pemulihan pariwisata Hong Kong

Sejak pandemi Covid-19 merebak, sektor pariwisata tiap negara mengalami gejolak, salah satunya Hong Kong. Negara yang menjadi salah satu tujuan jalan-jalan wisatawan Indonesia ini telah merencanakan berbagai upaya baru untuk mendongkrak pariwisata setelah pandemi. Secara global, jika wabah COVID-19 usai, industri pariwisata akan menemukan formula baru. Misalnya ada perubahan preferensi dan kebiasaan dari para wisatawan ketika mereka ingin berlibur.

Advertisement

Sebagai prioritas utama, diperkirakan para turis akan mengutamakan kondisi kesehatan publik di negara tujuan. Tak hanya itu, mereka akan memiliki standar tersendiri untuk tingkat kebersihan di hotel, area fasilitas umum untuk turis, serta di transportasi negara tujuan. Nantinya, wisatawan akan lebih memilih untuk melakukan perjalanan rencana jarak pendek dan wisata bertema wellness akan menjadi sebuah tren baru.

“Ini merupakan waktu yang tepat bagi kami untuk melihat kembali dan merancang strategi untuk kembali menempatkan Hong Kong di pasar pariwisata global dan juga meningkatkan standar layanan kami. Bersama dengan mitra perdagangan, kami, selaku Hong Kong Tourism Board akan memetakan strategi pengembangan bisnis jangka panjang untuk industri pariwisata Hong Kong,” ujar Ketua Hong Kong Tourism Board, Dr. YK Pang seperti dikutip dari keterangan rilis yang diterima Hipwee, Rabu (29/4/2020).

Destinasi Wisata Baru dan Perjalanan Jarak Pendek

Restoran halal di Wanchai, Hong Kong (Foto: iStock)

  • Perjalanan domestik akan menjadi pilihan utama tidak lama setelah pandemi berakhir dan perjalanan internasional akan berlangsung tidak lama setelahnya.
  • Persaingan regional akan semakin ketat karena semua otoritas dan perusahaan yang bergerak di industri pariwisata dari berbagai destinasi akan melakukan promosi intensif untuk menarik wisatawan.
  • Direktur Regional Hong Kong Tourism Board untuk Asia Tenggara, Raymond Chan, menekankan tentang potensi besar pasar Muslim untuk pariwisata Hong Kong. Oleh karena itu, pariwisata Muslim akan masuk sebagai bagian dari pemulihan pariwisata Hong Kong untuk pasar Asia Tenggara.
  • Hong Kong Tourism Board akan meluncurkan program bertajuk ‘Jelajah Hong Kong’ yang ditujukan untuk konsumen Muslim (di Indonesia) bersama dengan program yang lainnya di dalam rencana pemulihan pariwisata Hong Kong.
  • Hong Kong Tourism Board juga akan bekerjasama dengan mitra di Hong Kong untuk mengembangkan dan menyediakan layanan wisata ramah Muslim untuk menyambut para turis Muslim dari seluruh dunia.
  • Di Jepang, Korea, dan Taiwan, segmen muda dan usia menengah merupakan konsumen yang paling ingin berpergian setelah pandemi berakhir. Wisatawan akan mencari wisata ‘hijau’ dan alam terbuka, sementara perjalanan jarak pendek akan menjadi pilihan utama terkait dengan kondisi keuangan dan cuti pekerjaan.
Advertisement

Pasar Tiongkok

  • Secara bertahap, Tiongkok memulai kembali kegiatan ekonomi dan penduduk setempat telah kembali bekerja.
  • Mengingat dampak pandemi ini pada ekonomi, konsumen akan lebih sadar akan harga dan akan mengejar liburan yang bersifat value-for-money. Setelah lama berisolasi, wisatawan akan lebih memilih wisata kesehatan dan alam. Saat memilih tujuan wisata, mereka akan memilih destinasi yang berisiko rendah terhadap kesehatan.
  • Kebutuhan untuk MICE telah melambat karena banyak acara dan kegiatan telah ditunda atau diadakan secara online.

Pasar Jarak Jauh (Amerika dan Eropa)

  • Saat ini, pemerintah di pasar jarak jauh sedang fokus pada penanggulangan wabah di negara masing-masing.
  • Wisatawan etnis Asia diperkirakan menjadi yang pertama untuk mengunjungi Hong Kong setelah pandemi berakhir.
  • Sentimen konsumen relatif lebih positif di Kanada, Prancis dan Jerman, dan sektor wisata internasional diperkirakan akan pulih lebih cepat di ketiga negara tersebut.
Advertisement

Hong Kong Peak Tram, salah satu atraksi wisata yang diminati banyak wisatawan (Foto: iStock)

Sebelumnya, Hong Kong Tourism Board telah mengumumkan bahwa mereka akan mengalokasikan HK$400 juta untuk mendukung inisiatif dan promosi wisata. Direktur Eksekutif Hong Kong Tourism Board, Dane Cheng, menjelaskan bahwa saat ini telah disusun rencana tiga fase untuk menghidupkan kembali pariwisata Hong Kong. Eksekusi rencana ini akan tergantung pada perkembangan pandemi di Hong Kong dan secara global.

  • Fase 1 (Sekarang) – Resilience
    Hong Kong Tourism Board sedang mempersiapkan rencana pemulihan untuk pariwisata Hong Kong.
  • Fase 2 – Recovery
    Saat pandemi mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, Hong Kong Tourism Board pertama-tama akan fokus pada pasar lokal untuk mempromosikan suasana positif di Hong Kong dengan mendorong penduduk setempat untuk menata kembali lingkungan dan budaya di masyarakat agar mereka dapat mengirim pesan positif kepada semua wisatawan akan keunggulan Hong Kong sebagai destinasi wisata. Di waktu yang bersamaan, Hong Kong Tourism Board juga akan meluncurkan promosi dengan perdagangan di pasar pasar-pasar tertentu berdasarkan perkembangan di masing-masing pasar agar wisatawan mancanegara tertarik untuk mengunjungi Hong Kong.
  • Fase 3 – Relaunch
    Hong Kong Tourism Board akan meluncurkan acara besar dan program kampanye pariwisata baru untuk membangun kembali citra pariwisata Hong Kong.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE