Selain Enak, Ternyata Soto Kudus juga Sarat Sejarah dan Menjadi Simbol Toleransi Beragama lho!

Sejarah soto kudus

Apa yang muncul di kepala SoHip ketika mendengar kata kota Kudus? Apakah kamu teringat tentang salah satu Wali Sanga? Masjid Kudus yang ikonik? Atau SoHip teringat bahwa kota Kudus terkenal sebagai penghasil kretek terbesar di Indonesia? Hal-hal tersebut emang nggak salah, tetapi ada satu hal yang juga ikonis dari kota Kudus. Kota Kudus punya salah satu kuliner soto terbaik, soto tersebut bernama Soto Kudus.

Soto Kudus ini nggak cuma terkenal di Jawa Tengah atau kota Kudus aja. Soto ini bisa dengan mudah kamu temukan di kota-kota pulau Jawa. Soto ini terkenal karena memiliki rasa yang segar dan enak, selain itu cara penyajian soto ini juga tergolong unik dan nggak biasa, menjadikan soto ini digemari banyak orang. Tetapi apakah kamu tahu, ternyata Soto Kudus nggak cuma berperan sebagai ikon kuliner, makanan ini juga terkenal karena menjadi salah satu ikon toleransi antar umat beragama lho!

ADVERTISEMENTS

Soto ini nggak berasal dari Indonesia, tapi merupakan modifikasi makanan sejenis yang berasal dari Cina

Selain Enak, Ternyata Soto Kudus juga Sarat Sejarah dan Menjadi Simbol Toleransi Beragama lho!

Meskipun terasa dan terlihat Indonesia banget, ternyata soto kudus merupakan modifikasi makanan serupa dari negeri Cina | Credit: Chandra Marsono via www.flickr.com

Meskipun identik dengan Indonesia dan terasa sangat pulau Jawa sekali, tetapi sebenarnya jika dilacak asal usulnya, soto itu adalah sebuah makanan yang berasal dari negeri Cina. Nenek moyang soto yang berasal dari negeri Cina bernama ‘Caudo’ . Makanan ini menurut sejarah pertama kali dikenal di kota Semarang sebelum menyebar di pulau Jawa.

Karena asimilasi dengan budaya lokal, lama kelamaan penyebutan caudo berubah menjadi soto, mengikuti lidah orang Indonesia. Selain melokalisasi nama, rasa caudo juga ikut terkena lokalisasi, menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Maka dari itu kini kita mengenal ada banyak jenis soto di Indonesia.

ADVERTISEMENTS

Daging kerbau yang digunakan dalam soto kudus adalah simbol toleransi umat beragama dalam hal kuliner

Selain Enak, Ternyata Soto Kudus juga Sarat Sejarah dan Menjadi Simbol Toleransi Beragama lho!

Semangkuk soto kudus yang siap disantap | Credit: Imam Khairul Annas via commons.wikimedia.org

Soto yang kuahnya lebih bening dari soto Lamongan ini pada dasarnya menggunakan kol, tauge, soun, dan irisan daging ayam sebagai isinya. Tetapi jika kamu membeli soto ini di kota Kudus asli, maka kamu akan ditawarkan isian daging apa yang kamu mau, apakah daging kerbau atau daging sapi. Eits, tapi jangan kaget, karena pada dasarnya Soto Kudus ini aslinya menggunakan daging kerbau sebagai isian dagingnya lho.

Pada zaman dahulu, Sunan Kudus yang datang membawa ajaran agama Islam datang ke Kudus untuk berdakwah. Ketika menetap di sana Sunan Kudus memperkenalkan makanan soto ke masyarakat sekitar. Soto ini pada awalnya menggunakan daging sapi, tetapi sebagai bentuk toleransi dan penghormatan, Sunan Kudus mengganti daging tersebut dengan daging kerbau. Daging kerbau dipilih karena mudah didapatkan serta halal dimakan oleh yang beragama Islam dan Hindu.

ADVERTISEMENTS

Soto ini disajikan dalam mangkuk kecil dengan nasi yang dicampur, cukup unik, meskipun hal itu membuat porsinya agak mini

Selain Enak, Ternyata Soto Kudus juga Sarat Sejarah dan Menjadi Simbol Toleransi Beragama lho!

Penampakan soto kudus yang disajikan dalam mangkuk kecil | Credit: Akhmad Fathonih via commons.wikimedia.org

Buat SoHip yang doyan makan besar, cara penyajian Soto Kudus akan membuat kamu sedikit mengerutkan dahi. Pasalnya Soto Kudus biasanya disajikan dalam mangkuk kecil, lebih kecil dari mangkuk soto kebanyakan. Di mangkuk kecil tersebut SoHip akan menikmati soto serta isiannya dan nasi yang dicampurkan ke dalam satu wadah.

Yup jadi kamu akan memakan nasi yang direndam di kuah soto, mungkin cara makan seperti ini tidak disukai semua orang, tetapi cara inilah yang menjadi ciri khas penyajian Soto Kudus dan biasanya disajikan dengan sendok bebek. Cara makan seperti ini adalah hal yang masih tersisa dan merepresentasikan budaya negeri Cina yang memengaruhi soto ini.

ADVERTISEMENTS

ADVERTISEMENTS

Meskipun porsinya mini, soal rasa soto ini nggak kalah sama yang lebih jumbo!

Selain Enak, Ternyata Soto Kudus juga Sarat Sejarah dan Menjadi Simbol Toleransi Beragama lho!

Soto kudus juga tetep enak dimakan dengan nasi yang terpisah | Credit: Chandra Marsono via www.flickr.com

Jangan khawatir rasa soto ini sangat juara dan menyegarkan. Buat SoHip yang ingin butuh petualangan rasa untuk lidahnya, cobain deh yang menggunakan daging kerbau, dijamin kamu nggak akan bisa move on dari soto ini. Coba ya SoHip bayangkan, kuah soto yang segar dengan sayur-sayuran serta nasi, bercampur menjadi satu dengan daging kerbau empuk yang juicy. Dijamim nggak akan nyesel!

Buat yang nggak biasa makan nasi yang direndem kuah soto, rasa makanan ini masih akan sama enaknya kok dimakan dengan nasi yang terpisah. Selain itu seiring dengan perkembangan zaman biasanya warung soto kudus juga mulai menyediakan banyak topping seperti tahu dan tempe bacem, sate jeroan, sate usus, sate telur puyuh, aneka gorengan, hingga paru goreng yang diiris tipis!

Nah SoHip itulah sedikit gambaran dan sejarah tentang salah satu hidangan ikonis di Indonesia ini. Jangan lupa, seperti soto lainnya, Soto Kudus akan lebih enak jika dimakan dengan cabe rawit dan perasan jeruk. Kalau mau sedikit meriah, Soto Kudus juga enak dimakan dengan kerupuk rambak, gimana nih, nyoto nggak kita??

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

What is bravery, without a dash of recklessness?

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.