Traveling Saat New Normal dan Tips Biar Tetap Nyaman

New Normal Traveling

Sudah setahun kita hidup berdampingan dengan Covid-19, dan ternyata pandemi ini bikin kita makin adaptif dalam menyesuaikan segala tantangan setahun belakangan. Awalnya memang sulit, tapi justru di tengah kondisi seperti ini kita jadi makin bisa kreatif, kan? Misalnya saja menyiasati bepergian di era new normal. Soalnya nggak dipungkiri, bahwa setahun nggak melepas penat dengan bepergian terbukti memengaruhi kesehatan mental kita, bukan?

Well, nggak cuma kesehatan mental saja yang jadi nggak stabil, tapi teman-teman pelaku industri wisata juga terkena imbas yang lumayan berat. Sepinya pengunjung di destinasi wisata pasti memberikan dampak ekonomi bagi mereka yang menggantungkan pendapatan hanya di sektor ini. Makanya supaya kita bisa membantu ekonomi pariwisata dan tetap jalan-jalan dengan aman di masa adaptasi kebiasaan baru ini, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

Pilih destinasi wisata yang aman untuk bepergian 

Pulau Lihaga, Likupang, Sulawesi Utara (foto: iStockphoto)

Destinasi yang aman untuk bepergian sementara kita masih berada di era new normal, tentu saja dengan wisata domestik. Begitu pula yang pemerintah sarankan melalui Kemenparekraf. Bahkan pemerintah menunjuk lima daerah di Indonesia sebagai destinasi super prioritas. Di antaranya yakni Labuan Bajo, Danau Toba, Mandalika, Borobudur, dan Likupang.

Bukan tanpa sebab, soalnya di lima destinasi ini pemerintah telah memberikan berbagai bantuan dan pendampingan agar usaha wisata dan ekonomi kreatif dapat menyesuaikan dan beradaptasi dengan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Salah satu yang patut diapresiasi adalah langkah pemerintah daerah dan Kemenparekraf dalam melaksanakan program sertifikasi CHSE, pada sektor wisata yang dikelola badan usaha masyarakat. CHSE merupakan protokol kesehatan yang berprinsip pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environtment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Protokol kesehatan yang harus dijalankan 

Tes Covid-19 (foto: iStockphoto)

Selain destinasi dan badan usaha masyarakat, seperti hotel, guesthouse, restoran, dan tempat umum lainnya, kamu sebagai calon wisatawan domestik juga harus patuh dengan protokol kesehatan. Sebelum berangkat, kamu wajib melakukan tes Covid-19 dan memastikan hasilnya negatif. 

Banyak penyedia layanan transportasi yang sudah menawarkan tiket perjalanan bundling, dengan layanan tes Covid-19 termasuk di dalamnya. Kamu juga bisa booking tes secara mandiri melalui website perjalanan atau aplikasi layanan kesehatan online lainnya. Selain tes, kamu juga harus selalu menerapkan 3M selama perjalanan, baik menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjauhi kerumunan.

Gunakan pembayaran elektronik untuk semua transaksi

E-payment memudahkan pembayaran transaksi di masa pandemi (foto: iStockphoto)

Hassle-free adalah istilah keren buat kamu yang nggak mau ribet-ribet pesan ini itu secara offline. Selain lebih aman tanpa harus bertemu banyak orang, pembayaran online juga biasanya lebih  hemat karena dibarengi banyak promo. 

Misalnya promo yang ditawarkan oleh Kartu Kredit BRI edisi Wonderful Indonesia. Selain memberi kemudahan dalam pembayaran elektronik di berbagai website wisata, kartu ini juga dilengkapi cicilan 0% selama 12 bulan. Nggak cuma itu, ada lima seri kartu yang bisa kamu pilih sesuai destinasi favoritmu. Ada kartu dengan visual keindahan Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo. Masing-masing kartu juga dilengkapi promo khusus sesuai destinasi yang tergambar di kartunya. 

Bagaimana tertarik ‘kan untuk merencanakan wisata? Buat kamu yang berminat dan ingin mengetahui informasi lebih lengkap, kunjungi situsnya di sini dan untuk mendaftar kamu bisa klik apply di sini. 

 

Sudah waktunya kita lebih peduli, kenal, dan memahami virus corona yang sudah hidup di antara kita. Dapatkan E-book Panduan Normal yang Baru di sini.
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.

Editor

I know I glow up