Untuk Ompung yang Selalu Kurindu, Semoga Aku Bisa Cepat Pulang ke Kampung Halaman Kita

Saat menerima surat ini mungkin ompung akan sedikit keheranan. Mengernyitkan dahi seraya bertanya, siapa pula yang mau repot menulis surat untukmu? Ompung, rasa heran itu wajar saja. Tapi surat ini baiknya memang dibuka secepatnya. Ada tumpukkan rindu di dalamnya yang menunggu untuk bicara.

Horas ompung, bohado barita disan?

Advertisement

Maaf jika bahasaku terdengar sedikit berantakan. Besar di perantauan membuat kemampuanku berbicara bahasa leluhur jadi tak karuan. Tapi kurasa masalah yang itu tak ada apa-apanya dibandingkan rasa rinduku. Ompung, aku sudah tak sabar ingin mengunjungimu.

Kau bukan sekadar figur sekelebat lalu di masa kecilku. Ada senyum Kaca Claire Kushardini-Hilmy

Hai, ampung apakabar?

Hai, ompung apakabar? via www.coffeeshrub.com

Ketika menulis surat ini, terus terang, wajahmu terus membayang. Maaf jika aku belum bisa pulang dan memijat pundakmu yang semakin sering merasa kelelahan.

Kesibukanku di sini dan besarnya ongkos yang harus dikeluarkan adalah alasan mengapa cucumu ini jarang datang

Advertisement

Meski begitu, bukan berarti aku melupakanmu. Aku jelas masih ingat bentuk rumahmu yang mungil dari kayu, namun terlihat megah karena selalu menawarkan kehangatan. Masih terekam jelas pula wajah bahagia yang selalu dipancarkan setiap kali cucumu ini datang. Dengan bangganya kau akan menunjukkan puluhan ekor ayam yang kau pelihara. Katamu dulu, itu akan jadi santapan buatku makan selama bertandang.

Kangen ikan di kolam

Kangen ikan di kolam via curhatsinta.blogspot.com

Lalu bagaimana ikan peliharaan di kolam? Masihkah kau memelihara mereka di sana?

Menangkap ikan dari kolam yang langsung dimasak adalah episode menyenangkan saat pulang ke kampung halaman. Ompung tahu betul kesukaanku ini. Karenanya kau selalu memelihara berapa ekor ikan, membesarkannya, lalu memanennya saat aku datang. Waktu kecil dulu kau suka suka kali mengajakku ke sana untuk memancing. Rona bahagia dari wajahku yang berhasil memancing ikan itulah yang membuatmu selalu setia melakukan itu. Ah jujur aku kangen itu sekarang…

Perjalanan berkeliling Pulau Samosir dan Danau Toba membuatku bangga. Tanah Batak, betapa indahnya

Menulis surat ini bak membuka kembali album kenangan kita. Selain kedua orangtua mungkin kau adalah sosok yang paling hobi membuatku bahagia. Alasannya cukup sederhana, kau selalu ingin pertemuan kita meninggalkan kesan mengena. Waktu kecil dulu, ompung paling hafal hobiku jalan-jalan. Karenanya, kau bawa aku menjelajah berbagai tempat istimewa yang ada di sana.

Danau Toba yang indah

Danau Toba yang indah via www.pinterest.com

Ompung menunjukkan padaku betapa megahnya Danau Toba. Sebuah danau yang konon luasnya mencapai 1.145 kilometer yang berarti jika melihat danau ini, kita seolah diajak melihat lautan yang luas. Birunya air danau sungguh memanjakan mata. Apalagi dengan deretan pepohon liar di sekitarnya yang membuatku sampai saat ini sulit lupa. Udara dingin pun menambah kesan dari liburan sederhana kita.

Batu Gantung legendaris

Batu Gantung legendaris via www.pinterest.com

Dengan speedboat, Ompung mengajakku melihat batu gantung. Tempat mistis yang menurut legenda ada setelah seorang gadis dari Parapat jatuh dari atas tebing. Jika dilihat sekilas, bentuk batu yang menggantung di atas tebing setinggi 20-30 meter tersebut memang menyerupai tubuh manusia. Ompung menempelkan jari di bibir, menasihati. Aku harus menahan diri dari berkata kotor selagi ada di dekat batu ini. Kalau tidak, awas! Aku akan kena sial.

Pulau Samosir

Pulau Samosir via antik.blogspot.com

Puas melihat batu gantung, Ompung mengajakku menyeberang ke Samosir. Aku ingat, betapa ramainya pulau di tengah danau itu. Mulai dari turis lokal hingga mancanegara, berdekat-dekatan ingin melihat pertunjukan di depan gedung Sigale-gale. Kita pun mampir sebentar di depan Batu Marhosa (batu bernafas). Berkeliling di Pulau Samosir membuatku sebagai orang Batak merasa bangga, hingga dalam hati berkata:

“Wah pantas saja ya banyak orang ke sini, ternyata Budaya Batak memang sangat beragam dan unik.”

Selanjutnya, kita melangkah ke sebuah tempat bernama Berastagi. Keindahan tempat ini membuatku merasa bersyukur lahir di tanah Ibu Pertiwi

Pagoda di Taman Lumbini Berastagi

Pagoda di Taman Lumbini Berastagi via www.kompasiana.com

Petualangan menjelajah tanah kelahiran kita tercinta tidak berhenti di Pulau Samosir dan Danau Toba saja. Selanjutnya masih bersama dengan Ompung kita pergi ke suatu tempat bernama Berastagi. Kata Ompung, di sana adalah pusat dijualnya buah-buahan dan sayuran segar. Membayangkannya saja sudah membuat pikiranku tergelitik.

Perjalanan dari Parapat ke Berastagi mencapai 4-5 jam. Karena letak Kota Berastagi berada di ketinggian, selama perjalanan kita akan disajikan track yang cenderung menanjak. Untungnya kondisi jalanan yang baik membuat perjalanan yang panjang tersebut tetap terasa nyaman. Apalagi di samping kiri dan kanan ada pemandangan alam luar biasa yang membuat mata terpesona.

Di sana kita menyempatkan diri mendatangi beberapa tempat wisata. Taman Alam Lumbini, Air Panas Sidebuk-Sidebuk, dan juga Desa Tongkoh. Secara umum dapat dibilang bahwa keindahan alam di sini tidak kalah dengan pemandangan alam yang ada luar negeri sana. Bahkan jika mau sombong sedikit pemandangan di Berastagi jauh melebih beberapa negara tetangga yang pernah kukunjungi.

Saat nanti aku pulang, akan kuajak Ompung berwisata kuliner di Pematang Siantar

Setelah beristirahat selama semalam di Berastagi keesokan harinya kita kembali ke kampung ompung di Pematang Siantar. Oh ya, seingatku pula di sana adalah tempat surga wisata kuliner yang luar biasa. Daerah ini adalah salah satu daerah favoritku jika pulang ke kampungmu. Alasannya ya jelas dong karena di sana ada berbagat tempat makanan favoritku seperti:

Kenikmatan secangkir Kopi Sedap yang hingga kini kenikmatannya masih mengendap dalam ingatan

secangkir kopi sedap yang nikmat

secangkir kopi sedap yang nikmat via adelinatampubolon.wordpress.com

Medan adalah salah satu kota di Indonesia yang terkenal dengan rasa kopinya yang fenomenal. Hal tersebut kubuktikan sendiri saat menikmati secangkir Kopi Sedap yang kedainya ada di daerah Pematang Siantar ini. Kedai Kopi Sedap sudah berdiri lama sekali, yakni sejak tahun 1939. Dulu kata Ompung boru saat masih muda seringkali pergi ke sini bersama ompung doli menikmati secangkir kopi.

Soal rasa memang tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari aroma hingga teguk demi teguk kopi memang terasa begitu nikmat. Menurut Ompung lagi biji kopi yang digiling memang biji pilihan sehingga rasanya jadi sangat enak. Cara meracik kopi di sini pun memiliki trik tersendiri sehingga memang menghasilkan rasa yang semakin sempurna.

Mmm, kalau nanti aku pulang rasanya apakah masih sama dengan terakhir kita ke sana ya, Ompung?

Roti Ganda yang meski sederhana, punya kenikmatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata

Roti ganda juga terkenal

Roti ganda juga terkenal via laraswati.com

Tidak jauh dari kedai Kopi Sedap ada toko roti yang tak kalah legendaris bernama Roti Ganda. Toko roti ini juga merupakan toko roti yang paling tua di Pematang Siantar. Di dalamnya terdapat banyak sekali varian roti, mulai dari: roti meses, roti srikaya, dan juga roti polos yang rasanya tak kalah nikmat dibandingkan dengan toko roti modern lainnya.

Meski sudah banyak pesaing, popularitas Roti Ganda selalu terjaga. Saat kita ke sana terlihat ada banyak sekali orang datang untuk membeli aneka Roti Ganda yang dijual. Aku dan ompung pun membeli beberapa kotak kue sebagai oleh-oleh untuk orang di rumah. Nanti kalau aku pulang, aku ingin sekali mengajak ompung ke sana. Jangan khawatir Pung, kali ini biar cucumu yang bayar.

Mie ayam Pematang Siantar yang hingga kini kelezatannya masih paling spektakular

bakmi yang super lezat

bakmi yang super lezat via www.qraved.com

Dari sekian banyak makanan enak yang ada di Pematang Siantar, mungkin mie ayam adalah yang paling kurindukan rasanya. Tekstur mie yang kecil dan rasa gurih menjadi keunggulan rasa dari mie ayam Pematang Siantar. Hebatnya lagi menurut ompung tidak sulit memilih mie yang enak karena rata-rata mie di daerah ini terkenal super enak.

Apakah ompung juga masih ingat minuman favoritku saat makan mie ayam? Ya, secangkir sirup markisa yang manis dan dingin. Jujur selain memanggil rasa rindu kepada opung, mengingat semula hal tentang kampung kita juga mendatangkan rasa lapar.

Sejujurnya masih banyak kerinduan yang ingin kuceritakan. Tapi sepertinya, kutabung saja agar dulu biar nanti langsung kutuntaskan saat kepulanganku ke sana. Tunggu aku ya pung dan jangan lupa jaga kesehatan biar nanti kita tetap bisa jalan-jalan.

Dari cucumu

yang senantiasa merindu

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Travel addict...

19 Comments

  1. Shanty Tindaon berkata:

    Jadi rindu sama ompungku yg di Siantar. Apalagi ke sawah “mamuro” haha 😀
    Untung bulan depan sudah balik ke Indo jadi bisa melepas rindu sepuasnya dengan ompung tercinta 😉

  2. ompung dari mama sama bapak sudah meninggal..ada juga adik ompung dari mama, tinggal di Colorado, USA. itupun cuma satu2nya ompungku yg masih hidup.

  3. mauliate ma di Tuhan sehat dope Oppungku,,mudah mudahat dapat berkat asa bertahun baru dohot halak Uma dht oppung di Huta.

  4. Kartika Pardede berkata:

    Ada 1 hal yang selalu diucapkan Oppung doli ketika aku pulang “Tuhor jo sigaret hu dohot tuak sagalon”. Sederhana saja untuk menyenangkan hatinya. Tunggulah aku pulang ya pung, ikkon sehat do oppung asa boi hu tuhor tuak na tabo i 🙂

  5. Delia Manurung berkata:

    Beruntung sekali jika punya opung yang masih hidup. Opung doli dua2nya sudah lama meninggal pas SD. Jadi cuma punya opung boru, dan mereka berdua meninggal 2014 lalu di tahun yang sama cuma beda 6 bulan saja. Februari dan Agustus. Kuingat kedua opungku slalu bawa ole2 ke rumah, cium pipi cucunya dan peluk erat2. Selalu buat cerita lucu, pintar nyanyi dua2nya, dan suka menasehati. Selama setahun serasa hampa karena gak punya opung.

    Yg masih punya opung, kunjungilah mereka dan buatlah mereka bahagia dngan kehadiranmu 🙂

  6. Mauliate ma Tuhan di sasude pasu2 Na di lehon mi tu Hami salelengon.

    Ahh jadi rindu awak mau pulang.. hehehe

    Boleh cerita Dikit awak ya kan.. ha-ha-ha

    Di gang sempakata belakang terminal kaban jahe berastagi dulu sempat bawa angkot..
    Masakan BPK siapa yg ga tau..
    panen jeruk n sayur udah pasti di ladang Oppung.. sayur nya jg ikut naik angkot hehehe

    Kalau di Siantar udah pasti mie pangsit n mie gomak jd makanan paling enak..
    Kalau makan roti ganda,gulanya paling cepat habis.. tp rotinya utuh.. ha-ha-ha

    Soalnya dulu ngekost di jln Gereja sambil kerja di Door smer rumah’ makan Aisah persis sebrang smk hkbp pariwisata..

    Parapat udah ga asing lg. Soalnya dulu banyak Abang2an awak yg suka ngajak jln2 terlebih supir2 paradep.. panggang,tuak gitar… ribak lah pokok nya..
    oleh2 pasar bengkel jg sampe bosan,di dlm mobil banyak.. kalau mau makan..

    Terus kalau di Medan perumnas Mandala,jl.darusalam gang Pipit 2 baru..
    Kost terakhir.. pas mau kuliah di unimed n daptar polisi di sampali.. hahha

    Sabar lah oppung di seribujadi,siantar,tarutung Huta gurgur n nagojor maligas,Mama,bapak n adek2 ku di sei kopas bp.mandoge..

    Ntar kalau pulang aku tahun baru ini sama Nini n pahoppu kalian ini.. jalan2 kita sampe puas..
    Panggang,lemang,tuak dan jagal aman lah tuh..
    Ha-ha-ha..

    Soalnya Dr kemaren awak tungguin ongkos ke sana jarang kali ada promo.. apalagi mau tahun baru..
    Tombus Na mangaranto dang cukup do pe ongkos mulak..

    Maklumlah masih agak sedikit sulit ngisi dompet tahun ini.. hahaha
    Yang penting kiriman awak nyampe sama kalian walaupun cuma sedikit..

    Tunggu aku ya Oppung
    Dari pahoppumu yg selalu kau bilang kurus..
    Bukannya kurang makan atau kurang gizi,tp emang kayak gini kali badan bentuk badan awak.. hahaha