Selain Wisata Sejarah, Mojokerto Punya 4 Destinasi Menarik Berlatarkan Pegunungan 

Wisata alam Mojokerto

Jika mendengar nama Mojokerto, nggak sedikit orang yang mengasosiasikannya dengan wisata sejarah. Wajar saja, Mojokerto merupakan pusat Kerajaan Majapahit di masa lalu. Bekas eksistensi salah satu kerajaan terbesar di Nusantara ini pun masih ada sehingga menarik untuk dikunjungi.

Advertisement

Namun, potensi wisata Mojokerto nggak hanya berbasis sejarah. Melipir ke bagian selatan yang merupakan wilayah pegunungan bertanah subur, kamu bisa menikmati ragam wisata bernuansa alam. Di Kecamatan Pacet misalnya, terdapat sejumlah destinasi wisata menarik berlatarkan pegunungan. Berikut 4 di antaranya.

1. Wisata Edukasi Terpadu (WET) Sendi

Berlokasi di Desa Adat Sendi, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Wisata Edukasi Terpadu (WET) Sendi yang terbagi atas dua lokasi ini merupakan destinasi wisata dengan ragam aktivitas menarik berlatarkan Gunung Arjuno Welirang dan Gunung Penanggungan.

Advertisement

Di WET Sendi 1 terdapat ragam titik berfoto dengan latar belakang panorama alam yang memukau. Wisatawan juga dapat menyambangi saung pohon yang tampak asri dikelilingi taman bunga. Lokasi WET Sendi 1 ini juga dibuka untuk pengunjung yang ingin berkemah.

Sementara WET Sendi 2 yang berlokasi tepat di bawah WET Sendi 1, menawarkan aktivitas yang lebih beragam lagi, mulai dari camping ground, taman kelinci, kebun stroberi, sepeda gantung, flying fox, hingga ragam titik berfoto dengan latar panorama alam.

Advertisement

Tiket masuk untuk dua lokasi WET Sendi berbeda. WET Sendi 1 menetapkan tiket Rp10 ribu, sementara untuk WET Sendi 2 dengan fasilitas yang lebih beragam, pengunjung akan dikenakan biaya tiket Rp25 ribu.

2. Panorama Petung Sewu

Berlatarkan lanskap lereng Gunung Arjuno, Panorama Petung Sewu merupakan destinasi yang relatif sederhana jika dibanding WET Sendi. Berlokasi di Kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, destinasi satu ini lebih cocok untuk bersantai menghilangkan penat.

Panorama Petung Sewu memiliki sejumlah titik berfoto terbaik, di antaranya Titanic Spot yang berupa miniatur kapal lengkap dengan layar terkembang, gardu pandang segi enam, sayap kupu-kupu, sarang burung, dan hammock untuk sekalian bersantai.

Kalau kamu ingin berkemah, Panorama Petung Sewu juga memiliki lokasi untuk itu. Secara keseluruhan, destinasi ini cukup nyaman karena sudah memiliki mushola, toilet, dan area parkir yang nyaman. Biaya masuk Panorama Petung Sewu berkisar Rp10 ribu per orang.

3. Putuk Panggang Welut

Menawarkan kesejukan hutan, di Putuk Panggang Welut kamu bisa mengabadikan banyak foto menarik berlatarkan pohon pinus atau panorama Gunung Penanggungan. Terdapat sebuah panggung khusus untuk pengalaman menikmati panorama gunung yang paripurna.

Putuk Panggang Welut juga memiliki area berkemah yang ciamik karena berlokasi tak jauh dari Air Terjun Curah Watu. Destinasi yang berada di Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini mengenakan tarif masuk sekitar Rp8 ribu per orang.

4. Claket Adventure Park

Berlatarkan Gunung Welirang, destinasi ini menawarkan konsep menikmati alam dengan cara berbeda. Di sini kamu bisa melakukan beberapa aktivitas menantang seperti menyambangi Lembah Cinta yang berada di atas jurang sedalam 20 meter, atau bermain ayunan di bibir jurang.

Setiap aktivitas menantang adrenalin di Claket Adventure Park ini tentunya dilengkapi peralatan keamanan dengan dampingan tenaga profesional. Jika ingin sekadar bersantai, pengunjung bisa memanfaatkan hammock yang disusun di ketinggian secara bertingkat.

Destinasi yang berlokasi di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini menetapkan biaya masuk sebesar Rp10 ribu. Namun, jika ingin menjajal wahana yang ada, pengunjung akan dikenakan biaya tambahan.

Itu dia 4 destinasi wisata berlatarkan gunung di Mojokerto. Mana yang paling ingin kamu kunjungi jika kondisi sudah memungkinkan lagi?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE