Wisata Berbasis Harta Karun Dikembangkan di Perairan Selayar Tempat Diduga Tenggelamnya Kapal VOC Walvis 

Wisata harta karun

Alam bawah laut jadi salah satu pesona wisata Indonesia. Akan tetapi, nggak semua orang tahu kalau bukan cuma terumbu karang dan ikan-ikan cantik saja yang menjadi daya tariknya. Alam bawah laut Indonesia juga menyimpan Benda Berharga Asal Muatan Kapal yang Tenggelam (BMKT).

Advertisement

BMKT adalah benda berharga yang memiliki nilai sejarah, budaya, ilmu pengetahuan dan ekonomi yang tenggelam di wilayah perairan Indonesia. Benda yang dikategorikan sebagai BMKT setidaknya berumur 50 tahun.

BMKT dapat ditemukan di beberapa titik perairan Indonesia. Salah satunya di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang kini oleh kelompok masyarakat setempat akan dikembangkan menjadi spot wisata berbasis harta karun.

Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar menyimpan jangkar dan meriam yang diduga bagian peninggalan kapal VOC Walvis

Kabupaten Kepulauan Selayar sedianya memang punya keindahan alam dan bawah laut yang luar biasa. Wisatawan pun banyak datang untuk melakukan snorkeling. Keberadaan BMKT di perairan Pulau Pasi Gusung, Desa Bontolebang, Kecamatan Bontoharu menambah daya tariknya.

Advertisement

Melansir Antara, pengembangan wisata berbasis harta karun oleh masyarakat yang diwakili Kelompok Tanadoang Marine meliputi aktivitas menyelam bagi wisatawan di titik BMKT. Ke depannya, pengembangan akan mencakup rehabilitasi terumbu karang di kawasan konservasi perairan daerah Pulau Pasi Gusung.

“Kami berharap ke depan di lokasi kami akan terlaksana program rehabilitasi terumbu karang,” ujar Ketua Kelompok Tanadoang Marine Andi Ridha Nur Afdal.

Advertisement

BMKT di perairan Pulau Pasi Gusung diketahui berupa jangkar dan meriam yang diduga bagian peninggalan kapal milik VOC Walvis. Kapal tersebut ditahan dan tenggelam di perairan Selayar pada tanggal 7 Januari 1663.

Pengembangan wisata berbasis harta karun oleh kelompok masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar ini pun telah mendapat dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan kompresor senilai Rp96,19 juta yang dapat digunakan untuk mengisi tabung selam.

“Bantuan ini adalah salah satu program KKP dalam mengelola BMKT yang melibatkan kelompok masyarakat di sekitar lokasi temuan. Masyarakat akan terlibat dalam menjaga dan memanfaatkannya (BMKT) sebagai lokasi wisata bahari seperti menyelam dan snorkeling,” kata Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Pamuji Lestari.

Benda bersejarah dan pesona lain di Kabupaten Kepulauan Selayar

Pantai Liang Kareta | Photo by Fabio Achili from Flickr

Seperti telah disebutkan, Kabupaten Kepulauan Selayar dianugerahi keindahan yang luar biasa. Selain perairan Pulau Pasi Gusung, wisatawan dapat menyambangi Pantai Bahuluang atau Pantai Liang Kareta untuk aktivitas menyelam. Selain itu, benda berharga peninggalan sejarah berupa jangkar raksasa juga dapat ditemukan di Pantai Padang yang berlokasi di Dusun Bontobangun.

Konon, jangkar raksasa tersebut merupakan bagian dari kapal milik saudagar Tiongkok bernama Gowa Lioong Hui. Di tempat yang sama juga dapat ditemukan nekara perunggu menyerupai gong bermotif flora dan fauna. Konon, itu adalah nekara tertua di Asia Tenggara.

Keindahan lain yang dapat dikagumi dari Kabupaten Kepulauan Selayar adalah Taman Nasional Takabonerate, sebuah taman laut yang memiliki kawasan atol terbesar ketiga di dunia. Atol adalah pulau koral yang mengelilingi laguna. Di taman nasional dengan 15 gugusan pulau ini wisatawan juga dapat melakukan aktivitas menyelam.

Tertarik untuk menyambangi Kabupaten Kepulauan Selayar untuk menikmati wisata harta karun dan keindahan lainnya jika kondisi sudah memungkinkan lagi?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE