5 Jawaban Logis untuk Orang Tua dan Mertua yang Ngebet Minta Cucu, Padahal Kalian Mau Nunda Dulu

Alasan menunda kehamilan

Menurut generasi terdahulu, sebuah pernikahan akan dianggap sempurna jika sudah memiliki keturunan. Namun seiring berjalannya waktu, pola pikir tersebut mulai banyak ditinggalkan. Terutama di kalangan generasi milenial yang baru-baru ini menikah. Menurut mereka, punya anak butuh kesiapan matang baik secara fisik, mental, maupun finansial. Tak heran jika kemudian beberapa milenial memutuskan untuk menunda punya anak dulu setelah menikah.

Advertisement

Tentu keputusan ini tak bisa dengan mudah diterima begitu saja oleh orang tua ataupun mertua. Mereka pasti akan menentang dengan dalih, anak akan membawa rezekinya sendiri. Nah, kalau sudah begini mau nggak mau kamu mesti memberi alasan masuk akal yang bisa diterima atau setidaknya dimaklumi. Berikut alasan terbaik yang bisa disampaikan ke mertua mengenai keputusanmu soal menunda punya momongan. Sampaikan baik-baik ya agar lebih bisa dimengerti…

1. Masih dalam proses menabung agar kondisi finansial lebih stabil saat anak lahir nanti

sedang menyiapkan tabungan anak | Photo by Alla Serebrina on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Iya, memang anak punya rezekinya sendiri. Tapi bagaimana ia bisa mendatangi rezekinya kalau orang tua tak membukakan jalannya. Percayalah, punya anak itu mahal. Apalagi di zaman yang serba canggih ini anak mesti mendapatkan pendidikan yang layak supaya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Jadi, sampaikan ke mertua kalau kamu dan pasangan memang tengah menabung untuk memenuhi kebutuhan anak. Soalnya selain pendidikan, kebutuhan bayi pun cukup menguras kantong lo! Daripada mesti berhutang, lebih baik tunda dulu sampai tabungan dirasa cukup.

2. Belum punya tempat tinggal sendiri, kasihan kalau nanti anak diajak pindah-pindah karena masih mengontrak

belum punya rumah | Photo by Brent and Amanda I on Flickr via www.flickr.com

Untuk mendukung tumbuh kembang si kecil, tentu mereka butuh sarana dan prasarana yang memadai. Nah salah satu hal yang mesti dipersiapkan ialah tempat tinggal. Sebenarnya tak masalah tinggal di kontrakan dan punya anak, tapi kalau dipikir kasihan juga jika si kecil mesti diajak pindah-pindah. Ia mesti beradaptasi di tempat baru berkali-kali di usianya yang masih sangat muda. Nah alasan ini bisa kamu sampaikan ke orang tua atau mertuamu. Kalau mereka kemudian menawarkanmu untuk tinggal bersama, pun patut dipertimbangkan. Tapi jika memang kamu merasa kurang nyaman, tolaklah dengan alasan yang masuk akal, misalnya jarak rumah yang jauh dari kantor.

Advertisement

3. Pengin membekali diri terlebih dulu supaya lebih siap mental dan nantinya bisa jadi orang tua yang baik

masalah kesehatan mental | Photo by Dmyrto_Z on Deposit Photos via id.depositphotos.com

Punya anak nggak cuma butuh kesiapan fisik saja, tapi mental juga. Bahkan tak sedikit orang yang memilih menunda anak karena masih bermasalah dengan kesehatan mentalnya, misalnya punya trauma atau emosi yang nggak stabil. Padahal jika tak ditangani, hal ini bisa memicu depresi post partum. Nah untuk menimalisir kemungkinan tersebut kamu bisa mengikuti sesi konseling dan kelas parenting.

Nah supaya orang tua dan mertua nggak terus-menerus ‘nodong’ minta cucu, sampaikan ke mereka bagaimana kesehatan mentalmu saat ini serta ceritakan seperti apa usaha yang tengah kamu lakukan. Dengan begini, orang tua akan maklum atau justru mendukung keputusanmu.

4. Mengidap penyakit tertentu atau masih dalam proses penyembuhan — bisa disampaikan kalau kamu memang tengah mengalami masalah kesehatan tertentu

masalah kesehatan | Photo by Polina Tankilevitch on Pexels via www.pexels.com

Ada beberapa kondisi medis yang nggak memperbolehkan seseorang untuk punya anak terlebih dulu, misalnya mengidap diabetes pregestational, penyakit klep jantung, atau kanker endometrium. Kalau kamu memang tengah mengalami penyakit ini, menunda kehamilan justru jadi keputusan yang baik. Daripada buru-buru hamil tapi malah berisiko. Dengan alasan ini juga, orang tua akan maklum dan nggak memburu-buru punya cucu. 

Advertisement

5. Mau mengenal pasangan lebih jauh, karena belum pacaran lama atau mungkin dikenalkan lewat taaruf

mau pacaran dulu | Photo by Toa Heftiba on Unsplash via unsplash.com

Terus terang saja kalau kamu dan pasangan memang pengin ‘pacaran’ dulu, soalnya kemarin belum lama mengenal. Lagipula dengan ‘pacaran’ kamu dan pasangan justru bisa membangun chemistry yang lebih dekat. Yang mana hal ini tentu akan memengaruhi kondisi mental serta kesuburannya. Kalau memang sudah rezeki, pasti Tuhan akan menitipkan momongan kok.

Memutuskan menunda kehamilan memang bukan hal yang mudah. Apalagi di masyarakat kita, masih dianggap sebagai tanda kesuksesan. Tapi kalau kamu memang belum siap tak masalah juga kok menunda, namun baiknya bicarakan dengan pasangan dan keluarga agar mereka pun cukup sabar dan memahami keputusanmu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Helga-nya Arnold!

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE