Tidak semudah membalikkan telapak tangan, menikah dan punya keluarga bahagia itu tak bisa hanya sebatas angan. Kamu perlu tahu langkah apa saja yang harus diambil, berikut dengan persiapannya yang tidak sebentar dan banyak menyita waktu. Pilihan untuk melepas masa lajang juga hendaknya kamu jadikan pembelajaran, karena bukan perkara mudah jika yang kamu ingin adalah gemilangnya masa depan.

“Nikah itu gampang. Cuma susah aja cari pasangan, yang nggak cuma modal tampang.”

Hipwee Wedding setuju kalau mencari nafkah sebelum menikah itu perlu, biar nantinya nggak kesusahan. Tapi, nggak semua orang berpendapat sama dengan itu, mereka cukup nekat untuk menikah dulu meski segala persiapannya terbilang buru-buru.

Menikah itu murah, yang mahal adalah biaya hidup dan kesetiaan setelahnya. Kamu yakin sudah bisa?

nikah itu murah, yang mahal itu kebutuhan sama setianya via acrimsonkiss.com

Anggaplah kamu anak dari saudagar kaya yang hartanya nggak akan habis samapi tujuh turunan. Kamu anak tunggal yang serba dituruti apapun kemauanmu, meski itu terbilang gila dan tak penting. Suatu hari, kamu berniat menikah dan orang tuamu merestui. Mudah memang, karena dari segi materi kamu sudah mumpuni. Rumah dan kendaraan apalagi, kamu pun tinggal menghitung jari.

Advertisement

Bukan. Bukan itu masalahnya. Kamu bersama pasangan memang butuh banyak materi setelah menikah, dan itu tak bisa dipungkiri. Namun, siapkah kamu menanggung semua kebutuhan yang harus diimbangi dengan kesetiaan? Ini bukan perkara mudah, lho. Ingat, kamu bukan ingin memelihara kucing atau anjing, tapi membina biduk rumah tangga yang sesungguhnya.

Sementara kalau fokus di cari nafkah saja, ada dia yang juga berhak dapat kepastian dan cinta. Terus… harus gimana?

yakin masih jadian? via patheos.com

Terlalu fokus pada satu hal dan menutup diri pada hal lain itu tak selamanya baik, termasuk menunda pernikahan yang sebetulnya sudah siap di depan mata. Usiamu boleh saja masih muda, tapi belum tentu pemikiranmu tak dewasa. Mengejar karier boleh-boleh saja, tapi tak perlu juga sampai Sumpah Palapa nggak akan menikah selamanya.

Ada yang bilang kalau nikah itu membuka pintu rezeki. Yah, walau belum tentu semua orang percaya ini

nikah buka pintu rezeki?

Beberapa orang percaya, menikah itu membuka pintu rezeki karena didasari niat yang tulus untuk memulai babak kehidupan baru, yaitu berumah tangga. Banyak orang yang meyakini juga, bahwa setelah sah menjadi suami istri, akan ada saja peluang rezeki yang datang dari mana dan kapan saja. Ini bukan mitos, tapi sebuah keyakinan yang telah mewabah bagi sebagian besar pasangan yang akan memutuskan untuk menikah, meski masih belum siap dari segi mencukupi nafkah.

Boleh percaya atau tidak, sih. Intinya, kalau udah siap nikah ya nikah aja.

Tapi, kalau nikah sebelum mapan. Gimana caranya menata masa depan?

tapi… tapi… via freecreatives.com

Bisa atau tidaknya kamu menata masa depan, sebenarnya tak melulu dilihat dari seberapa banyaknya uang yang kamu hasilkan. Menjadi pribadi pekerja keras dan mau berusaha pun bisa menjadi dasar, sebelum kamu memutuskan untuk melangsungkan pernikahan. Sedikit naif memang, tapi itulah kenyataannya.

Kategori mapan juga berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang bilang mapan itu harus punya mobil dan rumah dulu, atau cukup dengan kerendahan hati sebagai seorang karyawan biasa namun punya segudang motivasi untuk memulai sebuah biduk rumah tangga. Kalau kamu pilih yang mana?

Biaya sewa atau beli rumah itu nggak murah. Masih yakin kalau nikah tanpa nafkah itu bisa?

segala biayanya mahal! via 7-themes.com

“Masak iya mau numpang orang tua terus. Beli, atau minimal sewa rumah sendiri dong.”

Bukan rahasia lagi, kalau kehidupan setelah menikah itu jauh lebih ‘menyeramkan’ dibanding masa-masa pacaran dulu. Kamu tak hanya dituntut untuk sabar menghadapi pasangan, tapi juga mertuamu yang siapa tahu bakal jauh lebih galak dari orang tuamu di rumah. Nah, dengan tahu kenyataan ini, apakah kamu mau tinggal bersama mereka sampai kalian benar-benar tua bersama? OH NO!

Tidak usah beli rumah yang belum masuk dalam jangkauan, sewa atau mengontrak dulu saja untuk menunjukkan bahwa kalian berdua mandiri sebagai suami dan istri. Minimalisirlah berbagai kemungkinan menyebalkan kalau kamu tinggal bersama orang tua, meski mengunjungi mereka sebulan sekali adalah sebuah kewajiban.

Sekarang kalian tahu betapa rumitnya menikah vs nafkah itu. Masih mau ngasih harapan palsu kalau nikah itu menyenangkan ke pasangan?

yakin masih mau ngasih harapan? via noonpost.net

Nikah itu menyenangkan, kalau Tuhan telah menghapus merata segala cobaan. Nikah itu juga menyenangkan kalau mobil dan rumah bisa kamu bikin pakai kardus, atau kertas origami. Dengan demikian, korelasi antara nikah dan nafkah itu sebenarnya sangat dekat dan kamu tak boleh menyangkalnya. Boleh saja kamu pilih kedua atau salah satunya. Tapi perlu diingat, pilihanmu itu akan menentukan bagaimana kelanjutan hubungan kamu dan dia di masa depan.

Kalau Anisa Rahma lebih pilih karir atau menikah yah? Cek langsung aja di @anisarahmaadi, hihi.

Percaya bahwa menikah dulu lalu akan dibukakan pintu rezeki atau mencari nafkah sebanyak-banyaknya lalu baru mantap menghadap Pak penghulu. It’s up to you. Diskusikan juga sama pasangan biar nggak pusing sendiri, ya.