Idealnya, proses kehamilan anak kedua, ketiga, keempat dan seterusnya diberi jarak yang cukup dengan kehamilan sebelumnya. Selain si kakak sudah cukup besar, kondisi ibu juga sudah dalam keadaan baik, sehat dan benar-benar siap untuk menerima kehadiran anak lagi dalam kehidupannya.

Tapi, nggak jarang kita dibuat terkaget-kaget dengan adanya teman, saudara atau tetangga yang ternyata sudah hamil lagi. Padahal baru saja melahirkan dalam hitungan bulan. Orang bilang itu namanya kebobolan atau kesundulan. Istilah untuk menggambarkan bahwa kehamilan yang sedang terjadi adalah tanpa diprogram, padahal baru saja melahirkan.

Ngilu sendiri rasanya jika membayangkan proses melahirkan yang melelahkan dan juga penuh rasa sakit. Apalagi jika jaraknya dekat-dekat. Apakah proses recovery-nya juga secepat itu sampai bisa hamil lagi dengan jarak yang sangat dekat? Memangnya, berapa sih jarak ideal bisa kembali berhubungan seks dengan suami setelah proses persalinan? Hipwee Wedding akan mengupas tuntas mengenai hal ini untuk kamu!

Setelah melahirkan, seorang wanita diberi masa ‘istirahat’ dengan adanya nifas selama 40 hari

Setelah melahirkan

Setelah melahirkan via ibuperawat.blogspot.co.id

Setelah proses melahirkan selesai, seorang wanita akan mengalami yang namanya masa nifas. Masa ini akan berlangsung selama lebih kurang 40 hari. Masa nifas bertujuan untuk memulihkan seluruh organ yang bekerja keras selama proses persalinan agar kembali ke dalam bentuk dan posisi semula.

Advertisement

Selama masa nifas tersebut, si wanita juga memperoleh keistimewaan seperti tidak diwajibkan untuk solat bagi yang beragama Islam karena tengah mengeluarkan darah kotor seperti saat menstruasi biasa. Hal ini tentu juga membuat selama 40 hari tersebut tidak diperbolehkan untuk berhubungan seks dengan suami. *puk puk para suami*

Tingkat masa subur orang berbeda-beda, hal inilah yang mendasari beberapa orang untuk langsung pasang KB setelah masa nifas selesai

Pasang KB suntik

Pasang KB suntik via produkwish.com

Sebagian orang melakukan benteng pertahanan agar tidak kebobolan dengan melakukan KB. Hal ini tentunya dilakukan supaya kehamilan berikutnya berjarak dan tidak terlalu dekat. Walaupun ada beberapa kasus yang meski sudah KB, tapi tetap kebobolan juga. Namun, sebagian lagi tak begitu mengindahkan himbauan pemerintahan untuk segera ber-KB.

Perlu diingat, KB memang tidak hanya yang tersedia di rumah sakit, puskesmas atau bidan seperti pil, suntik, IUD, implan dan lain sebagainya. Menggunakan kondom dan menandai tanggal untuk mengetahui masa subur juga termasuk KB, lho! Tapi, semua kembali lagi pada masa subur setiap wanita yang berbeda-beda.

Dokter bilang ASI eksklusif bisa menjadi KB alami. Tapi, lagi-lagi tak semua berjalan sesuai dengan teori

Menyusui jadi KB alami

Menyusui jadi KB alami via fyiliving.com

Sebuah penelitian mengatakan bahwa ASI dapat menjadi KB alami. Fakta yang mendukung adalah bayi harus benar-benar diberikan ASI saja tanpa makanan tambahan lain.

Memberikan ASI secara ekslusif mampu meningkatkan produksi hormon prolaktin yang mampu menekan terjadinya ovulasi. Sehingga wanita yang tengah menyusui ekslusif tidak akan pernah mengalami masa subur – viva.co.id

Namun, penelitian ini masih menjadi kontroversi, karena banyak juga wanita yang akhirnya hamil lagi padahal dalam kondisi sedang menyusui secara eksklusif. Pengalaman penulis pribadi yang juga mengalami kebobolan.

Dalam kasus saya, selama 5 bulan pasca melahirkan, saya tidak mens sama sekali. Tapi di bulan ke-6, saya positif hamil dengan usia janin 7 minggu

Hamil lagi

Hamil lagi via jateng.tribunnews.com

Tidak langsung kembali mendapatkan siklus menstruasi seperti sebelum hamil adalah proses yang sangat wajar dialami pasca melahirkan. Penjelasannya ada pada poin sebelumnya. ASI memang bisa dikatakan sebagai KB alami, hal ini ditunjukkan dengan tidak keluarnya darah menstruasi selama beberapa bulan. Bahkan ada juga yang baru menstruasi lagi setelah 12 bulan pasca melahirkan.

Saya sendiri menyusui anak pertama saya secara eksklusif, tanpa makanan tambahan. Selama 5 bulan pasca persalinan, saya tidak mens sama sekali. Tapi, di bulan ke-6, saya merasakan tanda-tanda seperti orang hamil muda dan disarankan untuk melakukan test kehamilan lewat testpack. Awalnya ragu karena saya bahkan belum mens. Apa iya bisa hamil lagi? Tapi, simsalabim! Ternyata hasilnya positif dan saat periksa ke dokter kandungan, usia janin sudah 7 minggu.

Kalau tidak mens saja bisa hamil lagi, apalagi dengan mereka yang langsung diberi mens seperti siklus biasanya. Subur banget!

SIklus menstruasi

Siklus menstruasi via nationalgeographic.co.id

Kehamilan yang terjadi dengan tidak didahului menstruasi bisa saja disebabkan karena sebenarnya, si wanita sedang dalam masa subur, di mana sperma yang masuk berhasil membuahi ovum. Mana kita tahu kalau malam pada saat berhubungan seks itu, sebenarnya saat itu sedang masa subur. Tapi, karena sudah lebih dulu dibuahi sperma, maka terjadilah pembuahan dan batal deh menstruasinya.

Membayangkan ada bayi yang keluar lewat vagina, apa nggak ngilu untuk kembali berhubungan seks dengan suami hanya dengan jarak kurang dari 40 hari pasca melahirkan?

Sayang, ena ena yuk!

Sayang, ena-ena yuk! via www.shutterstock.com

Ya, setelah masa nifas selesai alias 40 hari pasca melahirkan, kamu bisa kembali berhubungan seks dengan suami seperti sebelum-sebelumnya.

Hah, cuma 40 hari? Apa sudah benar-benar pulih?

Baik dari segi medis maupun aturan yang Tuhan bikin, 40 hari adalah waktu yang cukup untuk memulihkan semuanya. Termasuk adaptasi dengan adanya anggota keluarga baru. Lagian, buat suami, 40 hari itu waktu yang sangaaaaaat lama untuk ‘puasa’ nggak berhubungan seks. Tapi, ada baiknya suami juga tahu diri bahwa merawat bayi adalah pekerjaan yang sangat melelahkan. Walaupun secara fisik sudah pulih, menanyakan kesiapan istri untuk kembali berhubungan seks adalah cara jitu untuk memulai lagi setelah ‘istirahat’ selama 1 bulan lebih.

Pada akhirnya, manusia hanya bisa berencana, Tuhanlah penentu segalanya

Kita cuma bisa berencana

Kita cuma bisa berencana via ovejarosa.com

Ada yang sudah KB, tapi masih bisa hamil juga. Ada juga yang nggak KB sama sekali, tapi nggak kunjung hamil lagi padahal si kakak sudah cukup umur untuk dikasih adik bayi. Well, manusia memang hanya bisa berencana, tapi semua tetap dikembalikan ke yang Maha Mengatur, karena bagaimanapun juga Tuhanlah penentu segalanya.

Namun, kalau memang tak ingin direpotkan dengan kehamilan jarak dekat, KB bisa jadi solusi jitu. Kalaupun nantinya ternyata masih kebobolan, paling tidak kamu sudah melakukan tindakan preventif. Bukankah mencegah lebih baik, daripada repot kemudian?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya