Masih ingat nggak beberapa waktu lalu sejumlah buibu netizen sempat ribut di kolom komentar seorang bayi seleb yang diberi vitamin oleh ibunya? Sejumlah ibu protes karena si seleb, yaitu Chelsea Olivia, memberi asupan vitamin untuk anaknya yang masih di bawah 6 bulan padahal Chelsea Olivia mengklaim anaknya, Nastusha adalah bayi ASI eksklusif. ASI eksklusif artinya bayi hanya diberi ASI tanpa ada tambahan asupan makanan dan minuman lain.

Ternyata nih buibu, jangan sampai salah kaprah ya dan buru-buru menuduh buibu lain yang memberikan vitamin ke anaknya itu salah, karena pada hakekatnya semua ibu-ibu itu pasti ingin memberikan yang terbaik buat anaknya. Ada beberapa kasus bayi yang minum ASI juga butuh tambahan zat besi karena ternyata vitamin zat besi sangat penting untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan si bayi. Sekarang juga mulai banyak dokter-dokter spesialis anak yang meresepkan tambahan vitamin zat besi untuk bayi, terutama untuk bayi yang minum ASI eksklusif dan bayi yang ibunya punya kecenderungan anemia.

Advertisement

Mommy aku ga mau minum vitamin 😏😏

Sebuah kiriman dibagikan oleh Nastusha Olivia Alinskie (@nastusha.olivia.alinskie) pada

Lah, buat apa dikasih vitamin lagi, katanya ASI udah cukup? Terus gimana dengan bayi yang minum susu formula?

Anemia Defisiensi Besi atau ADB merupakan masalah defisiensi nutrien tersering pada anak di dunia, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. ADB rentan menyerang anak yang hanya mengkonsumsi ASI (ASI Ekslusif), utamanya dari ibu yang juga mengalami anemia selama hamil sampai pasca melahirkan. Sedangkan bayi yang mengkonsumsi susu formula jarang diberikan tambahan zat besi lagi karena di dalam susu formula biasanya sudah ada tambahan zat besi, kecuali kalau susu formulanya tidak mampu memenuhi kebutuhan zat besi si bayi. Soal perlu apa nggaknya bayi kamu dapat tambahan zat besi baiknya sih baiknya dikonsultasikan langsung dengan Dokter Spesialis Anak (DSA) masing-masing agar disesuaikan dengan kondisi bayimu.

Advertisement

Lalu, apa dong bahayanya pada bayi kalau sampai terkena ADB ini? Ternyata berbahaya banget lho, buibu. Terutama kalau ibu-ibu sekalian pengen anaknya tumbuh sehat dan cerdas.

Berikut Hipwee akan mengulas tentang apa saja dampak buruk dari ADB pada anak. Simak terus ya!

1. Kekurangan zat besi pada bayi dan anak sangat memengaruhi pertumbuhan sehingga cenderung sulit naik BB dan bertambah tinggi badan

Siapa sih yang nggak mau punya bayi yang sehat begini? via www.babycenter.com

Dilansir dari www.idai.or.id, fungsi utama zat besi buat tubuh adalah menyokong perkembangan system saraf yaitu diperlukan dalam proses mielinisasi, neurotransmitter, dendritogenesis dan metabolisme saraf. Kekurangan zat besi bisa menghambat pertumbuhan sehingga perkembangan bayi jadi nggak maksimal. Kalau parah dan nggak tertangani, bayi cenderung jadi susah naik berat badan dan bahkan berisiko stunting atau gagal tumbuh. Duh, serem ya!

2. Menghambat perkembangan fungsi kognitif pada bayi

Bayi yang sehat, aktif dan cerdas pasti akan mencetak generasi berkualitas. via www.dherbs.com

Fungsi kognitif adalah kemampuan mengingat, belajar, mengolah bahasa, memecahkan masalah, fokus memberikan perhatian pada sesuatu, merencanakan sesuatu dan lain sebagainya. Intinya kemampuan kognitif sangat penting untuk menunjang aktivitas belajar dan menalar. Nah, kalau mau anak cerdas, jelas zat besi merupakan asupan penting yang nggak boleh disepelekan.

3. Memengaruhi ketahanan fisik sehingga gampang terserang infeksi

Bayi yang gampang sakit perkembangannya jadi kurang optimal.

Zat Besi merupakan sumber energi bagi otot sehingga memengaruhi ketahanan fisik dan kemampuan bekerja terutama pada remaja. Jadi bayi atau anak yang kekurangan zat besi, punya kencendrungan untuk gampang sakit karena daya tahan tubuhnya nggak maksimal.

4. Kekurangan zat besi bikin bayi dan anak jadi kurang lincah, gampang capek dan kurang bersemangat

Bayi lesu dan nggak bersemangat karena kurang zat besi. via id.pinterest.com

Masa anak-anak adalah masa di mana mereka sedang asyik-asyiknya mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya. Kalau bayi atau anak lesu dan gampang capek, kesempatan mereka untuk belajar dan mengeksplorasi banyak hal jadi terhambat. Kasihan ‘kan kalau masa-masa aktif mereka jadi terganggu karena ADB?

ADB atau Anemia Defisiensi Besi merupakan hal yang nggak boleh dianggap sepele karena sangat berpengaruh dalam masa tumbuh kembang bayi dan anak. Sayangnya karena keterbatasan informasi, masih banyak orangtua di luar sana yang kurang paham soal ini. Usia yang rentan terkena ADB adalah 0-18 tahun dan alangkah baiknya ADB dapat terdeteksi dan tertangani sedini mungkin terutama dalam masa golden age, yaitu masa lima tahun pertama anak agar bayi bisa bertumbuh maksimal. Sekali lagi, untuk tau lebih pastinya apakah bayi kamu butuh asupan zat besi tambahan, bisa langsung cek ke DSA masing-masing ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya