Cinta dan kasih sayang memang hal yang penting dalam memulai pernikahan. Tapi selain itu, komitmen, kemauan untuk berkompromi serta mampu memahami pasangan juga jadi syarat mutlak demi langgengnya pernikahan. Percuma kalau saling sayang, tapi tiap hari ribut melulu gara-gara hal remeh temeh. Jadinya malah nggak bahagia kan?

Salah satu kunci untuk dapat memahami pasangan adalah komunikasi 2 arah yang berhasil. Untuk dapat berkomunikasi yang baik, penting bagi tiap orang untuk memahami bahasa cinta pasangannya. ‘Bahasa cinta’ adalah istilah yang dicetuskan oleh Gary Chapman dalam buku larisnya,  The Five Love Languages: The Secret to Love That Lasts.

Advertisement

Dalam tulisannya, Gary menjabarkan pentingnya memahami 5 gaya bercinta masing-masing pasangan yang berbeda, agar tak terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Ya gimana mau akur, kalau misalnya si A bermaksud ‘begini’ tapi ditangkap B malah ‘begitu’ kan? Demi pernikahan yang sehat dan langgeng, kali ini Hipwee Wedding akan bagikan 5 macam bahasa cinta, yang pasti salah satunya jadi bahasa kamu dan pasangan. Jangan kaget kalau nanti ternyata kamu sadar, kamu sudah kaprah membaca ‘bahasa’ pasangan kamu ya!

1. Bahasa cinta yang pertama adalah ‘Word of Affirmation‘ atau bahasa cinta yang diungkapkan melalui kata-kata afirmatif dan penuh kasih sayang

Sukanya kata-kata mesra nih via unsplash.com

Pasangan tipe ini nggak akan terlalu mengacuhkan kode-kode cinta yang disampaikan melalui perbuatan (meski ini penting juga ya) karena mereka akan merasa lebih benar-benar dicintai jika dihujani dengan kata-kata romantis dan penuh cinta setiap harinya. Bilang “I love you” atau “Terima kasih sudah jadi pasangan sempurna untukku, aku sayang kamu” akan membuatnya lebih puas dan bahagia lo!

2. Berikutnya, pasangan dengan bahasa cinta ‘Quality Time‘ akan lebih menghargai ketika kamu secara khusus dan sengaja menyediakan waktu penuh baginya, meski sejenak setiap hari

Sukanya menghabiskan waktu bersama via unsplash.com

Pasangan tipe ini butuh kamu memberikan waktu spesial, menghabiskan waktu bersamanya tanpa ada distraksi dari hal lain. Pasangan ini akan lebih tersanjung jika kamu mau memprioritaskan dirinya di atas jadwal-jadwal sibukmu yang lain dan menyatakan padanya bahwa waktumu bersamanya adalah yang terbaik. Uwww, manisnya~

3. Pasangan dengan bahasa cinta ‘Receiving Gifts‘ akan lebih bahagia saat diberikan kejutan-kejutan berupa hadiah. Entah mahal atau murah, yang penting dia merasa kehadirannya dihargai melalui kado spesial yang kamu berikan

Sukanya disayang-sayang begini via unsplash.com

Advertisement

Pasangan dengan tipe ini senang jika pasangannya menghujaninnya dengan perhatian berbentuk hadiah. Sesimpel memberikannya bunga, kartu cinta, voucher atau barang-barang favoritnya akan membuatnya merasa dihargai dan dicintai. Bukan soal diberikan yang mewah saja, sesederhana surat cinta spesial atau gantungan kunci berukir namanya saja sudah bisa membuatnya happy berat lo.

4. Nah, jika pasanganmu tipe yang suka dimanjakan dan dilayani, artinya bahasa cintanya adalah ‘Acts of Service‘ alias suka diberi tindakan kongkret mencintainya

Dibikinin sarapan dan dibawa ke kamar nih misalnya via www.sfgate.com

Bagi pasangan dengan tipe bahasa cinta ini, cinta baginya secara harafiah benar-benar sebuah kata kerja. Yap, pasangan dengan tipe suka dihujani perhatian dengan bentuk layanan spesial, seperti selalu membukakan pintu untuknya, memijat punggung atau kakinya atau membawakan barang-barangnya. Tipe yang begini kurang peduli dengan kata-kata mesra dan lebih fokus melihat aksimu memanjakannya.

5. Terakhir, bahasa cinta ‘Physical Touch‘ bisa jadi bahasa cinta yang kadang suka dilupakan banyak orang padahal ini penting buat pasangan dengan tipe ini

Sayangnya lewat pelukan dan ciuman mesra via unsplash.com

Suka dicium, dipeluk, digenggam tangan dan dibelai kepalanya adalah ciri pasangan dengan bahasa cinta ‘Physical Touch‘. Pasangan dengan tipe ini nggak terlalu peduli dengan hadiah atau perkataan, tapi akan lebih tersanjung saat dihujani kasih sayang yang ditunjukkan secara fisik. Coba cek, jangan-jangan pasanganmu mudah uring-uringan gara-gara jarang dibelai sama kamu nih? Hehe.

Dengan memahami pasangan, cekcok dalam rumah tangga harusnya bisa diminimalisir. Ingat, tujuan berumahtangga adalah mengarungi hidup bersama dalam suka dan duka. Kalau tiap hari cuma merasakan duka, ya buat apa dong? Ini bukan soal kekurangan finansial saja atau duka yang dibuat karena kekeliruan sendiri ya (selingkuh misalnya) tapi lebih karena kegagalan memahami pasangan. Sebelum buru-buru berpikir ‘dia cuek’ atau ‘dia udah nggak sayang aku’ lagi, coba deh cek lagi apakah kamu dan pasangan sudah sepakat dan sama-sama mengerti bahasa cinta masing-masing? Pernikahan nggak mudah, makanya #JanganGegabahNikah tanpa tahu hal yang terkesan remeh padahal krusial ini. Butuh kematangan emosional demi mampu memahami hal-hal seperti ini, demi langgengnya pernikahanmu. Sudah siap belum?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya