Selain bercinta saat tengah hamil, melakukan hubungan badan bersama halal saat istri tengah menstruasi juga bikin penasaran banyak orang. Lagipula, aktivitas seksual yang dilakukan di momen ini juga menuai pro dan kontra. Bahkan ada agama yang menyebutkan bahwa bercinta saat menstruasi itu dianggap sebagai larangan. Ada juga yang beberapa pihak yang merasa jijik, takut, menghindari atau justru merasa oke-oke saja dengan hal ini.

Lantas, bagaimana penjelasan dari segi medis tentang seks yang dilakukan saat cewek sedang datang bulan? Sebelum kalian, para pasutri mencobanya di rumah, mending baca dulu deh ulasan Hipwee Wedding berikut.

1. Bercinta saat sedang menstruasi memberi kenikmatan tersendiri bagi para cewek. Salah satunya adalah meredakan nyeri haid

mengurangi nyeri haid via www.bustle.com

Advertisement

Menurut Alodokter, melakukan hubungan intim di waktu mens juga ada manfaatnya. Terutama bagi cewek yang mengalami gejala seperti kram, sedih, depresi atau gejolak emosi yang naik turun saat mens. Saat mencapai orgasme, tubuh akan melepaskan hormon endorfin yang bekerja sebagai pereda rasa sakit. Juga hormon oksitosin yang memicu perasaan senang sehingga bisa meredakan depresi atau mood yang lagi bergejolak.

2. Pssst, cewek lebih bergairah lo saat menstruasi. Soalnya hormonnya lagi naik turun dengan drastisnya

cewek lebih bergairah via qsota.com

Pada hari pertama mens, hormon estrogen dan testosteron mengalami penurunan, tapi kemudian naik pada hari ketiga dan seterusnya. Perubahan tersebut menjadikan cewek merasa lebih bergairah dan sensitif jika dirangsang. Makanya, berhubungan seks saat mens bisa memberi kepuasan yang lebih, baik bagi si istri yang memang lagi bergairah, maupun bagi sang suami yang menikmati proses bercinta tersebut.

3. Meski kecil kemungkinannya, bercinta saat menstruasi juga bisa berpotensi menimbulkan kehamilan lo!

Hayo, hati-hati ya buat yang lagi nggak program hamil! via birthorderplus.com

Satu hal yang perlu kamu pahami adalah: sperma bisa bertahan hidup dalam tubuh cewek hingga 5-7 hari setelah hubungan seksual. Normalnya, ovulasi memang terjadi beberapa hari setelah haid. Pada beberapa cewek, terutama yang siklus menstruasi pendek, yakni sekitar 21-24 hari, ovulasi dan mens bisa terjadi bersamaan. Jadi, jika kamu bercinta di akhir masa mens, maka bisa jadi kamu akan hamil 4-5 hari kemudian. Kalaupun periode mens kamu adalah 28-30 hari sekali, tetap ada kemungkinan hamil jika bercinta di akhir masa menstruasi.

4. Bahayanya, risiko terkena penyakit menular seksual (IMS) lebih tinggi saat bercinta di masa-masa menstruasi

risiko kena penyakit juga via helloflo.com

Advertisement

Saat menstruasi, kondisi leher rahim akan terbuka, sehingga memudahkan bakteri atau virus untuk masuk ke dalamnya menuju rongga panggul. Dengan kondisi ini, risiko penularan IMS, hepatitis, bahkan HIV meningkat drastis karena lebih banyak cairan tubuh yang bisa menularkannya termasuk darah mens juga. Selain itu, pH vagina yang biasanya pada kondisi asam dengan kisaran angka 3,8-4,5 naik menjadi lebih basa sehingga memudahkan jamur untuk tumbuh. Gejala infeksi jamur vagina cenderung terjadi seminggu sebelum menstruasi. Nah, bercinta di momen-momen ini bisa memperburuk gejalanya.

5. Baiknya gunakan kondom atau mengonsumsi pil KB untuk meminimalisir kemungkinan hamil dan mencegah penularan penyakit yang nggak diinginkan

Mending pakai pengaman deh! via parentsafrica.com

Kalau kamu dan pasangan sedang nggak program hamil, lebih baik gunakan kondom saat berhubungan intim. Selain kondom yang digunakan oleh suami, kamu pun bisa mencoba menggunakan kondom khusus cewek yang bisa membantu mengurangi jumlah darah yang mungkin keluar saat berhubungan seks. Selain itu, kemungkinan hamil juga bisa diminimalisir dengan mengonsumsi pil KB.

6. Disarankan untuk nggak bercinta saat darah haid lagi deras-derasnya untuk menghindari noda darah yang berceceran di mana-mana

di kamar mandi misalnya via www.huffingtonpost.com

Kalau kamu ingin berhubungan intim saat mens dengan aman tanpa takut darah mensnya berceceran ke mana-mana, baiknya lakukan di awal atau akhir masa mens, yakni saat darah masih atau tinggal sedikit. Untuk menghindari noda darah, kamu juga bisa menaruh alas seperti handuk saat bercinta. Disarankan juga untuk melakukan seks dengan posisi misionaris di mana istri berbaring di bawah suami untuk membantu mengurangi keluarnya darah. Atau, kamu dan pasangan bisa melakukannya di bawah pancuran air. Pokoknya lakukan senyaman mungkin.

Perlu diingat bahwa hubungan seksual yang sehat adalah persetujuan kedua belah pihak. Jadi, kalau pasanganmu nggak nyaman bercinta saat mens, maka tahanlah dulu dan jangan memaksakan. Berkomunikasilah secara jujur dan terbuka setiap ingin bercinta. Kalaupun kalian setuju untuk melakukannya saat mens, penting banget untuk memperhatikan kebersihan juga keamanannya, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya