Sepertinya hampir semua pasangan yang sedang menjalin cinta pasti menginginkan pernikahan sebagai tujuan. Bahagianya bersatu dengan orang yang kita impi-impikan selalu menjadi angan yang tiada terbilang. Namun semuanya selalu kembali ke takdir Tuhan. Kalau Ia memisahkan, kegagalan selalu bisa mengintai atas apa yang telah manusia rencanakan.

Tak jarang, kita sering mendengar berita tentang pasangan yang sudah menyebar undangan, tau-tau gagal bersanding di pelaminan. Menyedihkan memang. Nah agar hal itu tidak terjadi padamu, silahkan aware terhadap hal-hal yang mungkin terjadi tanpa diangankan.

1. Adanya masalah yang tak terselesaikan dengan mantan. Kadang bibit-bibit cinta di masa lalu tiba-tiba timbul tanpa ada ancang-ancang

mantan tiba-tiba datang minta penjelasan via puteriputeri.com

Datangnya mantan yang tiba-tiba menjelang detik-detik pernikahan itu memang kadang membuat diri ragu. Terlebih jika dulu putusnya nggak baik-baik atau menyisakan masalah yang belum selesai. Berhati-hatilah dengan CLBK, sebaiknya selesaikan masalahmu dengan mantan jauh-jauh hari sebelum kamu menikah dengan pasangan pilihanmu. Menikah itu kan butuh kemantapan yang sangat. Nggak main-main kalau tahapnya sudah sampai ke persiapan.

2. Konflik seputar persiapan pernikahan. Semisal kamu suka tema hijau, sementara pasanganmu penyuka pink juga bisa memicu pertengkaran

pertengkaran kecil berujung besar via www.solokebaya.net

Advertisement

Adakalanya dalam menyiapkan pernikahan, kamu dan pasangan memiliki perbedaan pendapat yang sebetulnya sepele. Namun bisa jadi salah satu dari kalian bersikap drama dan membesar-besarkan masalah. Misalnya pasangan langsung menilai bahwa kamu adalah orang yang susah diajak berkompromi, dan akan mempengaruhi rumah tangga kalian selamanya. Kalau hal ini sudah terjadi, ada baiknya gunakan ‘the power of negosiasi’.

3. Ada pengaruh dari orang lain untuk menggagalkan pernikahan. Ini biasanya untuk yang sering salah tempat curhat

“Kamu sudah yakin sama dia? Dia itu begini-begini lho” via www.vemale.com

Hati-hati, kadang karena salah curhat atau perbedaan kepercayaan dengan orang lain dapat memicu keretakkan hubungan. Bisa juga sahabatnya tidak begitu menyukaimu. Tips untuk menangani hal ini adalah dengan menjalin kedekatan dengan sahabat-sahabatnya sedari jauh-jauh hari agar meminimalisir konflik. Malah menambah teman juga kan?

4. Adanya konflik dengan orang tua pasangan yang susah untuk didamaikan

bersama ibu calon mertua via www.pontianakpost.com

Hubungan menantu-mertua adalah hubungan yang kritis dan perlu berhati-hati. Bukan tidak mungkin perilaku kita yang berbeda dengan standar perilaku yang diterapkan di keluarga pasangan bisa mudah diterima oleh mereka. Untuk itu, selalu jalin komunikasi yang intens dan santun dengan keluarga pasangan. Sehingga kalau sewaktu-waktu ada konflik, akan bisa mudah dicari solusinya bersama.

5. Masalah finansial yang terjadi di antara pasangan juga turut bisa menjadi pemicu putusnya hubungan

ngobrolin biaya nikah via www.kompasiana.com

Masalah finansial menjelang nikah (dan bahkan setelah menikah nantinya), adalah pemicu utama keretakkan hubungan. Jadi, perkara yang satu ini memang membutuhkan sebenar-benarnya komunikasi dan kesepemahaman yang efektif. Termasuk pembagian beban dan siapa yang akan menanggung biaya pernikahan juga harus dibahas sejelas-jelasnya. Nggak mau kan, pisah hanya gegara masalah keuangan?

6. Perasaan ragu yang tiba-tiba muncul tanpa alasan menjelang pernikahan

ragu-ragu via www.hipwee.com

Perasaan ragu-ragu menjelang akad nikah biasa terjadi di hampir setiap orang yang mau menikah. Namanya godaan memang kerap terjadi. Namun hal ini sebaiknya jangan sampai membuatmu membatalkan pernikahan tanpa ada alasan yang kuat. Pikirkan kembali kalau ragu itu datang. Jika perlu, libatkan keluarga dan sahabat-sahabatmu untuk menguatkanmu dalam kemantapan pilihan.

7. Adanya kesalahan fatal yang tidak bisa dimaafkan pasangan. Tak jarang pasangan pun jadi ragu dan berpikir ulang

pasangan jadi ragu via akikaseb.blogspot.co.id

Kadang karena kekhilafan, kita jadi melakukan kesalahan yang cukup fatal menjelang pernikahan. Atau ada kebohongan yang terungkap di situasi seperti ini. Tipsnya adalah, bersikaplah sejujurnya kepada pasangan. Tak perlu ada kebohongan yang disembunyikan. Kalau dia mencintaimu, harusnya bisa menerimamu apa adanya. Lalu yang terpenting, berbesar hatilah untuk menyadari kesalahan dan segera meminta maaf. Turunkan egomu sejenak karena keselamatan hubungan jauh lebih penting ketimbang mementingkan ego.

8. Restu yang mendadak tiada akibat keragu-raguan dari pihak orang tua. Baik orang tuamu atau orang tua pasangan

mama nggak jadi merestui via nodewedding.com

Nah ini yang lumayan rumit untuk diselesaikan. Yang ragu sudah bukan kamu atau calon suami/istri, tetapi orang tua kamu sendiri atau calon mertua. Memang sih, yang akan menjalani pernikahan adalah kamu dan calon, tetapi kadang ada orang tua yang cukup mempunyai power untuk mempengaruhi dan mengeluarkan statemen tidak setuju dengan pernikahan kalian. Untuk itu, sebaiknya jalin komunikasi yang intensif dengan orang tua dan calon orang tua kamu. Pastikan sudah tidak ada hal yang ngganjel lagi di dalam circle keluarga kamu

9. Munculnya rasa insecure atau rasa tidak percaya diri untuk saling membahagiakan

Rasa insecure atau perasaan ketidakmampuan membahagian pasangan, rasa kurang cukup pantas menjadi pasangan, rendah diri, dan merasa banyak kekurangan itu jika terlalu berlebihan maka akan kurang baik efeknya. Jauh-jauh deh dari perasaan itu, kalian adalah pasangan yang berhak bahagia dan tak perlulah, ada perasaan insecure sampai segitunya. Untuk itu penting banget jika kalian selalu saling support. Kebahagiaan kan dicapai bersama-sama. Iya bukan?

Itulah contoh hal-hal riskan yang mungkin dapat membuat hubunganmu retak ketika detik-detik akhir menjelang pernikahan. Ingat, pernikahan adalah hal besar dan janji suci di hadapan Tuhan. Kalau disepelekan, yakin tak akan menyesal kemudian?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!