fakta, jenis dan fungsi sex toys

Saat kata sex toys terlintas di benakmu, apa yang biasanya terpikirkan olehmu? Mungkin ada beragam reaksi yang muncul di masing-masing orang, mulai dari rasa geli, penasaran sampai merasa jijik dan ngilu. Padahal sex toys diciptakan untuk dapat membantu para perempuan atau laki-laki untuk meraih kepuasan seksual, entah itu sendirian atau bersama dengan pasangan. Soal dampaknya mengarah ke positif atau negatif, kembali ke masing-masing individu dan cara penanganan alatnya ya.

Pada pasangan yang sudah menikah, penggunaan sex toys kerap bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan seksual bersama. Terlebih untuk para perempuan, yang kebanyakan sulit untuk dapat merasakan nikmatnya orgasme hanya melalui proses penetrasi semata. Sebelum kamu berpikir yang macam-macam, ada baiknya kamu membaca fakta seputar sex toys yang sering bikin penasaran. Harap dicatat…

1. Mungkin banyak yang belum tahu, kapan dan siapa yang pertama kali menemukan alat sex toys di dunia. Ternyata, meski industri ini tergolong baru namun penggunaannya sudah ada sejak 28.000 tahun yang lalu lho!

Sex toys tertua yang pernah ditemukan via www.dailymail.co.uk

Sex toys tertua ditemukan di Jerman, berupa batuan sedimen berbentuk alat kelamin pria yang sedang mengalami ereksi, yang disebut penis dalam konteks kedokteran dan falus dalam konteks budaya. Tak hanya terbuat dari batuan sedimen, sex toys yang ditemukan selama proses penggalian di suatu situs di Jerman dan berbagai literatur sejarah terbuat dari kayu, kulit, dan bahkan dari kotoran unta. Eww!

2. Pada dasarnya, yang masuk kategori sex toys adalah segala macam ‘mainan’ dewasa yang dapat digunakan seseorang untuk mencapai kepuasan seksual. Bentuk dan fungsinya ada beragam macam, dengan desain yang bahkan terlihat lucu

Macam-macam mainan untuk orang ‘dewasa’ via www.alodokter.com

Satu benda modelnya bisa bermacam rupa dengan bahan dan warna yang beraneka ragam juga, sesuai dengan selera masing-masing pengguna.

3. Yuk kita bahas satu persatu, sejumlah model sex toys paling dasar dan paling populer. Yang pertama mungkin adalah yang paling sering didengar olehmu, yaitu dildo. Itu lho, mainan berbentuk alat kelamin pria, dengan beragam bentuk, ukuran dan warna

Sex toys via www.vibrator.co.uk

Dildo adalah alat masturbasi untuk perempuan, yang bentuknya menyerupai alat kelamin pria. Bentuknya macam-macam dan bisa dipilih sesuai selera. Ada yang konvensional alias hanya berupa batang biasa, ada pula yang canggih dan dilengkapi vibrator atau mode getar. Harap catat, nggak semua benda berbentuk penis itu lantas disebut dildo ya guys! 

4. Yang kedua, juga tak kalah populer yaitu vibrator. Bentuknya itu bermacam-macam ada yang menyerupai penis, menyerupai lidah dan bahkan sekilas banyak yang nggak akan terlihat seperti sesuatu yang akan digunakan untuk masturbasi

Unyu khann? via www.pinterest.com

Fungsinya adalah memberikan kepuasan dengan memberikan efek getar yang bisa disesuaikan sesuai kebutuhan dan selera si pengguna. Meskipun bentuknya unyu karena vibrator ini umumnya ditujukan untuk pengguna wanita, jelas ini bukan mainan anak-anak ya~

5. Selain dildo dan vibrator, borgol dan segala macam perintilannya juga termasuk sex toys yang berfungsi sebagai pendukung aktivitas seksual seseorang

Borgol dan segala macam pernak perniknya via www.newsbiscuit.com

Borgol, topeng, aneka bikini atau lingerie dengan model-model unik bin aneh serta benda apapun yang intinya untuk membantu kehidupan seksual seseorang tergolong sebagai sex toys. Jadi jangan kira yang masuk kategori sex toys hanyalah benda-benda aneh berbentuk alat kelamin ya!

6. Jangan lupa, sex doll yang populer di Jepang itu juga termasuk sex toys. Kalau yang begini sih lebih populer di kalangan para pria sih ya

Boneka seks populer di Jepang yang diperlakukan seperti ‘perempuan’ sesungguhnya via www.barstoolsports.com

Boneka pemuas hasrat seperti ini ada bermacam-macam modelnya, bahkan ada yang sudah dilengkapi dengan fitur-fitur canggih. Tentunya semakin banyak fitur dan semakin real penampakannya, maka akan semakin mahal pula harganya.

7. Ada banyak lagi ragam sex toys yang bisa ditemukan jika kamu mencari di jagat maya. Pengembangannya bentuk dan modelnya tentu dari produk-produk dasar yang sudah ada~

Macam-macam alat bantu seks via www.thepalmpv.com

Memang sih, menjual secara bebas alat-alat seperti ini di sejumlah negara masih terbilang tabu. Apalagi di Indonesia, karena hal-hal semacam ini sangat rentan disalahgunakan. Tujuan awalnya sih untuk memuaskan hasrat seksual dan menambah sensasi pengalaman bercinta dengan pasangan. Parahnya, kalau digunakan oleh anak-anak di bawah umur atau untuk tujuan yang dapat membahayakan orang lain. Amit-amit sih kalau sudah begini.

8. Ditanya soal faedahnya, opini tentang sex toys tentu akan terpecah menjadi dua. Ada yang pro ada pula yang bakal kontra. Hal ini tentu kembali ke preferensi masing-masing individu, termasuk keyakinan masing-masing soal prinsip yang mereka yakini

Borgol bulu-bulu via www.vemale.com

Sebagian mungkin akan merasa sex toys adalah benda personal yang memberi manfaat, misalnya saja untung para pasangan LDM yang tetap ingin ‘berhubungan badan’ jarak jauh atau bagi para istri yang merasa sulit mencapai orgasme dengan penetrasi biasa dengan suami. Soal ini hal yang tabu nggak, kembali ke keyakinan masing-masing tentunya.

9. Meski terkesan nggak membahayakan, ada hal-hal tertentu yang wajib diperhatikan perihal penggunaan sex toys ini. Meski bagi sebagian orang berfaedah, tentu ada sisi negatifnya, misalnya tentang bahaya penyakit menular seksual

Awas, kalau jorok dampaknya bisa bahaya banget lho via hellosehat.com

Bagi pengguna sex toys, kebersihan jadi hal utama yang wajib diperhatikan. Kalau faktor kebersihan terabaikan, salah satu kerugiannya adalah bisa tertular oleh infeksi menular seksual dan infeksi yang bisa ditularkan melalui darah. Oleh karena itu, penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom wajib digunakan pada alat-alat bantu seks demi keamanan dan kebersihan. Selain itu, benda-benda semacam itu harusnya jadi benda personal yang nggak dipakai bersama.

Beberapa infeksi menular seksual yang dapat ditularkan adalah herpes, sifilis dan klamidia. Sedangkan penyakit yang dapat ditularkan melalui cairan darah yang rawan ditularkan melalui sex toys adalah HIV, hepatitis B, dan hepatitis C. Sex toys juga dapat meningkatkan risiko terjadinya vaginosis bakterialis. Ugh, serem yak!

10. Berhubung industri alat bantu seks ini terbilang baru, maka aturan keamanan dan keselamatan dari produk tersebut masih belum serinci industri lainnya. Ini nih yang jadi salah satu bahayanya juga!

Masih tergolong baru, jadi standarisasinya belum jelas via blissfulcherry.com

Hal-hal terkait bahan baku dan bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan alat bantu seks atau sex toys masih belum diatur dengan ketat di sejumlah negara, apalagi benda ini masih sangat dianggap sebagai benda yang tabu dan ‘memalukan’ jadi nggak heran standarisasi bahan dan penggunaannya masih belum 100% terjamin.

11. Siap-siap pula menghadapi reaksi alergi kalau kulit pengguna ternyata nggak mentolerir bahan-bahan alat bantu tersebut. Bukannya nikmat yang didapat, malah repot karena efek alergi yang menggila

Alergi bisa bikin area genital jadi tersiksa via www.health.com

Sex toys berbahan plastik atau silikon relatif lebih aman dan tidak berpotensi menyebabkan kanker. Pasalnya pemakaian sex toys berbahan phthalate disebut-sebut berisiko menyebabkan alergi dan kanker. Waduh!

Memang nggak ada undang-undang tertentu yang melarang penggunaan sex toys selain masih dianggap tabu di masyarakat. Belum lagi kalau digunakan sebagai media onani atau masturbasi, dimana banyak keyakinan masih menentang hal tersebut. Oleh karena itu, penggunaan sejumlah sex toys memang masih jadi pro dan kontra dan lebih disarankan digunakan oleh pasangan menikah demi kebahagiaan rumah tangga. Kalau menurut kamu gimana, guys? Sex toys, yay or nay?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya