4 Alasan Pasangan Milenial Perlu Pertimbangkan Ikut Nikah Massal. Tak Perlu Mewah, yang Penting Sah

Keuntungan syarat nikah massal

Ingin menikah tapi terhalang biaya? Nggak perlu khawatir. Sebetulnya ada cara-cara untuk menikah gratis, salah satunya adalah menikah langsung di KUA. Tetapi, kita harus menyiapkan kebutuhan seperti baju pengantin dan riasannya sendiri. Kalau mau yang betul-betul gratis dan nggak repot, ikut aja program menikah massal yang diadakan oleh pemerintah. Prioritasnya adalah orang-orang yang kurang mampu.

Advertisement

Sesuai namanya, pernikahan massal berarti menikah berbarengan dengan banyak pasangan lain. Bisa puluhan sampai ratusan pasangan sekaligus lo! Program ini memang cukup populer dan diminati berbagai kalangan termasuk anak muda. Tapi tentu dalam keadaan pandemi sekarang, pernikahan massal masih ditiadakan mengingat kondisinya yang tak memungkinkan. Yuk pahami dulu berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari program nikah massal. Siapa tahu setelah pandemi corona berlalu, kamu berminat mengikutinya~

1. Kalau ikut acara menikah massal, kita nggak perlu bayar sama sekali. Pernikahannya juga sah secara hukum

Pasangan muda yang ikut nikah massal / Credit: Rindi Nuris Velarosdela via megapolitan.kompas.com

Program ini banyak diminati karena gratis. Pernikahannya juga resmi di mata hukum dan para pengantin bakal mendapat buku nikah. Selain meresmikan pernikahan baru, program ini juga bisa diikuti pasangan yang ingin isbat nikah (meresmikan pernikahan siri). Jadi kalau udah punya anak, nama orang tuanya bisa dicantumkan di akta. Yang penting adalah nggak gengsi untuk mengikuti program semacam ini.

ā€œNgapain malu, kan yang penting halal dan sah nikahnya. Saya juga dari dulu penginnya nikah secara sederhana saja. Kok malah dapat yang gratis. Alhamdulillah,ā€ kata Jimmy Ardiansyah, salah satu peserta nikah massal, seperti dikutip dari Kompas.

Advertisement

2. Syarat buat mengikutinya juga nggak sulit. Kita hanya perlu menyiapkan sejumlah dokumen dan mendatangkan orang tua atau wali

Prosesi pernikahan massal / Credit: Andreas Lukas Altobel via megapolitan.kompas.com

Yang paling utama, tentunya kita harus mempunyai pasangan dulu dan udah mencapai batas umur minimal untuk menikah. Lalu tinggal mendaftar di kantor kelurahan atau kecamatan setempat. Kita bakal diminta menyiapkan sejumlah dokumen seperti surat keterangan untuk nikah (model N1), surat keterangan asal-usul (model N2), dan surat persetujuan mempelai (model N3) di KUA masing-masing.

Di hari pernikahan massal, pasangan pengantin harus mendatangkan orang tua atau wali yang bersangkutan. Sedangkan untuk pasangan yang ingin isbat nikah, mereka juga harus menghadirkan saksi yang mengetahui pernikahan siri tersebut. Ternyata keseluruhan syaratnya cukup simpel, ya~

3. Keuntungannya, kita udah diberi mahar dari pihak penyelenggara. Bahkan baju pengantin dan riasannya juga gratis!

Advertisement

Calon pengantin sedang dirias / Credit: Juni Kriswanto via www.liputan6.com

Biasanya mahar yang disediakan berbeda-beda tergantung pihak penyelenggara. Bisa berupa 1 gram emas, uang Rp500 ribu, atau lainnya. Tentunya juga disediakan seperangkat alat salat untuk mahar. Jadi nggak perlu repot-repot menyiapkannya sendiri.

Selain itu, penyelenggara juga menyediakan baju pengantin adat dari berbagai daerah. Ada pula tenaga rias pengantin ahli untuk mengurus make-up dan tatanan rambut. Hasilnya, para pengantin bisa tampil kinclong di hari istimewa mereka.

4. Buat lokasi berfoto, udah disediakan pelaminan yang cantik. Tentu ada fotografernya dan gratis

Berpose di pelaminan / Credit: Juni Kriswanto via www.liputan6.com

Secara bergantian, para pasangan bisa berfoto di pelaminan yang disiapkan penyelenggara. Tentunya ada fotografer ahli yang siap mengabadikan berbagai pose mereka. Foto-fotonya bisa dicetak dan disimpan sebagai kenangan yang manis.

Selain berbagai keuntungan itu, tentu ada beberapa kekurangan dari menikah massal. Salah satunya adalah kurangnya privasi saat menikah karena harus berbarengan dengan banyak pasangan lain. Saat pandemi corona seperti ini, pernikahan massal juga nggak memungkinkan karena bisa menyebarkan virus. Tetapi nggak apa-apa, semua informasi ini bisa kamu simpan dulu. Siapa tahu kamu berminat mengikutinya kalau kondisi udah memungkinkan ya šŸ™‚

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE