Banyak pasangan muda yang memutuskan untuk menikah walau masih dengan penghasilan UMR. Padahal, banyak yang masih bingung dalam mengelolanya bahkan saat sebelum menikah alias masih single. Tapi, hal ini bukan berarti kalian tidak bisa memaksimalkan pemasukan yang didapatkan kok. Asal disiplin dengan diri sendiri, penghasilan kamu dan pasangan masih bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan. Bahkan bisa juga ditabung sebagian.

Sambil bersiap-siap mengelola keuangan keluarga, Hipwee Wedding akan memberikan tips untukmu melansir dari Finansialku dan beberapa sumber yang lainnya. Agar tak bingung, simak sampai habis ya!

1. Kamu harus mulai mencatat segala bentuk pengeluaran yang terjadi dalam keluarga

Catat pengeluaran/ Credit: Advantage CCS via www.advantageccs.org

Advertisement

Segala bentuk pengeluaran yang terjadi perlu kamu catat. Jika belum menentukan anggaran atau budgeting, paling tidak kamu bisa melacak uang yang kamu pakai ini untuk apa saja. Jika sudah tercatat, nantinya kamu bisa menaruh mereka ke pos-pos sesuai dengan kategori. Dari sini, kamu juga bisa menentukan pengeluaran apa saja yang bisa dipangkas setiap bulannya. Untuk melacaknya, kamu bisa melakukan ini selama tiga bulan.

2. Dari pengeluaran yang sudah dicatat selama beberapa waktu ini, kamu bisa melakukan evaluasi dan tahu mana yang bisa dihemat

Wah ini nih yang bikin bocor/ Credit: I Heart Budgets via www.iheartbudgets.net

Jika selama ini kamu tak melakukan catatan pengeluaran, maka mungkin kamu akan sering merasa kebingungan saat uang tiba-tiba habis. Setelah mencatatnya, kamu akan menemukan beberapa pengeluaran yang seharusnya bisa dipangkas. Contohnya mungkin kamu suka membeli es kopi susu atau pengeluaran lain yang sebenarnya bisa dihemat dengan melakukan subtitusi seperti membuatnya sendiri. Hal inilah yang akan membantu kamu menghemat pengeluaran.

3. Selain pengeluaran segala bentuk transaksi baiknya juga dicatat. Lanjutkan dengan membuat anggaran keuangan

Catat yang benar/ Credit: iMind via www.imindq.com

Jika sudah mengetahui pengeluaran mana yang bisa dihemat dan mana yang sifatnya wajib, kamu bisa mulai mengalokasikan anggaran selama satu bulan ke depan tentu tanpa memasukkan pengeluaran yang tidak perlu. Contohnya kamu bisa membuatnya dalam bentuk persentase.

Advertisement

Kamu bisa membuat persentase 5% untuk zakat, sedekah, atau perpuluhan, 10% untuk dana darurat, 30% biaya hidup, 30% untuk cicilan atau pinjaman jika ada, 15% untuk investasi, dan 10% untuk kebutuhan lainnya.

4. Jika kamu merasa pendapatan tersebut masih kurang, kamu bisa mempertimbangkan untuk memperoleh pendapatan lain

Cari pemasukan lain/ Credit: Live Trading News via www.livetradingnews.com

Gaji UMR yang kamu dapatkan mungkin masih mepet jika digunakan hidup berdua belum lagi saat punya anak nanti. Jika kamu merasa demikian, kamu bisa mencari pendapatan lain. Perolehan dana ini bisa dari hasil usaha, pendapatan pasif , dan dari investasi. Jika kantor tempatmu bekerja menawarkan uang lebih untuk lembur, kamu bisa mengambilnya. Namun, kamu juga bisa memulai usaha kecil-kecilan yang bisa disambi seperti berjualan di e-commerce. Alih-alih menumpuk uang dengan menabungnya, kamu juga bisa lo membuatnya bertambah dengan investasi.

5. Uangmu akan habis seketika jika tiba-tiba terjadi sesuatu dan kamu belum menyiapkannya sebelumnya. Makanya buat dana darurat

saving emergency

Kamu mungkin bisa saja menggunakan uang tabungan. Namun, uang tabungan tersebut sebaiknya digunakan untuk pengeluaran yang sudah direncanakan seperti biaya sekolah anak nantinya atau keperluan jangka panjang yang lain. Sedangkan jika terjadi sesuatu yang tiba-tiba, maka ada baiknya kamu mempersiapkan dalam bentuk dana darurat. Kamu juga perlu tegas untuk tak menggunakan uang ini untuk keperluan yang lain kecuali memang urgen.

6. Musibah bisa datang kapan saja dan banyak bentuknya, untuk itulah kamu perlu ikut asuransi

Tanda tangan!/ Ccredit: Money Control via www.moneycontrol.com

Dalam kehidupan ini, seseorang tak selalu sehat sepanjang waktu. Ada masa-masa dimana kamu akan mengalami sakit dan risiko yang lain. Makanya kamu juga perlu ikut asuransi karena biasanya biaya yang dikeluarkan setiap bulan akan lebih ringan daripada biaya yang dikeluarkan hanya sekali saja saat sakit melanda. Selain ikut asuransi perusahaan swasta, saat ini pemerintah juga menggalakkan BPJS yang bisa kamu ketahui lebih lanjut.

Walau dengan gaji UMR asal kamu dan pasangan mau disiplin, kalian tetap bisa hidup cukup kok. Jangan lupa juga untuk tegas dan tak melanggar aturan keuangan yang sudah kamu sepakati dengan pasangan. Semangat!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya