Dear perempuan di luar sana, nggak apa-apa kalau usiamu sudah lebih dari seperempat abad tapi masih belum menikah juga. Nggak masalah kalau ternyata saat itu kariermu sedang ada di puncak dan pernikahan belum jadi prioritas. Percayalah, menikah itu untuk orang yang sudah benar-benar siap, bukan cuma asal diburu waktu. Toh itu bukan balapan kan?

Menurut sebuah jurnal ilmiah yang meneliti pernikahan di Pulau Jawa, ternyata pernikahan dini nggak banyak manfaatnya buat perempuan. Pernikahan dini yang dimaksud adalah pernikahan yang dilakukan sebelum usia perempuan menginjak 20 tahun. Bahkan narasumbernya sampai 5816 perempuan. Penemuan itu adalah hasil kepo dari utas @lexdepraxis di Twitter. Memang sih jurnalnya diterbitkan tahun 1997 alias lebih dari 20 tahun yang lalu. Tapi kata Lex DePraxis, penelitian itu masih relevan lo sampai saat ini. Yuk baca lebih lanjut mengenai pernikahan dini di Indonesia, khususnya Pulau Jawa berikut.

1. Perempuan yang menikah dini berpotensi mengalami perceraian tiga kali lebih besar daripada perempuan yang menikah di usia yang lebih matang

Pernikahan dini punya potensi bercerai lebih besar via whatsayapp.com

Advertisement

Dari penelitian ilmiah tersebut, ternyata kebanyakan perempuan yang menikah dini adalah perempuan yang asalnya dari desa. Jumlahnya cukup besar lo, yaitu mencapai 80%. Perceraian pun juga lebih umum di daerah perdesaan. Sebanyak 31% perempuan yang pernah tinggal di desa sudah bercerai dari pernikahan pertamanya. Padahal di kota besar cuma 20% aja. Bahkan, dijelaskan bahwa ternyata perempuan yang menikah sebelum usia 20 tahun punya potensi tiga kali lebih besar bercerai dibandingkan yang menunda pernikahannya.

2. Menurut jurnal tersebut, faktor pendidikan perempuan jadi penentu perceraian paling besar. Semakin tinggi pendidikan, potensi bercerai semakin rendah

Perempuan jangan takut berpendidikan tinggi via notablelife.com

Setelah ditelusuri penyebabnya, jurnal tersebut menyimpulkan bahwa pernikahan dini biasanya dikarenakan beberapa faktor seperti pendidikan perempuan, pendidikan laki-laki, status pekerjaan sebelum menikah, dan tempat tinggal. Tapi, yang berpengaruh paling besar adalah soal pendidikan. Kemungkinan bercerai akan lebih tinggi pada wanita yang berpendidikan rendah serta menikah cepat-cepat.

3. Pendidikan membuat perempuan punya pengalaman kerja yang menjadikannya lebih berkualitas. Karier perempuan yang menunda menikah juga lebih tinggi lo

Wanita yang berpendidikan tinggi serta bekerja bisa mengembangkan dirinya via www.eharmony.com

Memang sih, pendidikan yang tinggi membuat perempuan punya kemampuan lebih mengembangkan dirinya sendiri. Misalnya untuk bekerja, bergaul dengan banyak orang, berpindah-pindah, mencari pengalaman, berkontribusi pada masyarakat, dan sebagainya. Mereka jadi punya pandangan lebih luas dan pemikirannya nggak melulu soal pernikahan aja. Ini terbukti sih karena ternyata 79% perempuan yang menikah dini nggak merasakan bekerja sebelum menikah. Perempuan yang menunda pernikahannya akan lebih mobile serta kariernya lebih baik.

4. Karena itu, mereka nggak perlu menikah buru-buru demi bertahan hidup dan juga nggak sembarangan menikah demi mencapai impian-impiannya sendiri

Menikah muda memang nggak ada salahnya kalau sudah benar-benar siap via gaya.tempo.co

Advertisement

Menurut @lexdepraxis, perempuan yang berpendidikan tinggi dan bekerja ini nggak perlu menikah untuk bertahan hidup. Mereka sudah bisa menghidupi dirinya sendiri kok. Selain itu, mereka nggak akan menikah sembarangan, buru-buru, tanpa pertimbangan matang untuk mencapai impian hidupnya. Mereka tahu bahwa mereka berharga sehingga bisa dan mampu mengusahakan hidupnya sendiri.

5. Pergaulannya pun otomatis tersaring dengan sendirinya. Laki-laki sembarangan bakal takut dan menghindari perempuan yang hebat, cerdas, dan mandiri

Lelaki yang baik dan siap untuk perempuan yang baik dan siap juga via magazine.job-like.com

Selain itu, laki-laki sembarangan yang nggak berkualitas akan takut serta secara otomatis menghindari perempuan hebat. Pergaulan tersaring dengan sendirinya. Makanya mereka akan menikah dengan laki-laki yang juga hebat untuk dirinya. Nggak heran deh kalau kesejahteraan serta kebahagiaan lebih terjamin. Dan hal itu sulit dicapai kalau menikah sebelum usia 20 tahun. Lulus kuliah aja biasanya di usia 22 tahun. Mencari pengalaman kerja pasti perlu waktu tambahan beberapa tahun kan.

Mau menikah di usia berapa pun sebenarnya nggak masalah asal benar-benar siap baik lahir maupun batin agar terhindar dari perceraian. Yang mau cepat-cepat menikah sebaiknya menghargai yang memutuskan untuk menunda pernikahannya, dan sebaliknya. Semua akan indah pada waktunya, pernikahan juga begitu. Pasti akan ada waktu yang tepat untuk masing-masing orang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya