Membalas Curhatmu: Soal Pernikahan Impian, Mana yang Bisa Diwujudkan dan Mana yang Sekadar Angan?

miscur pernikahan impian

Hola! Jumpa lagi kali ini di segmen Membalas Curhatmu, perpanjangan sesi MisCur di Instagramnya Hipwee. Kali ini saya dari Hipwee Wedding yang akan membahas curhatan kalian. Kebetulan topik kali ini cukup seru, yaitu seputar pernikahan impian! Yah, siapa sih yang nggak punya pernikahan impian? Buat yang bercita-cita menikah suatu hari nanti, pasti punya gambaran ideal seputar gimana pernikahannya nanti. Mau mewah luar biasa atau sederhana bersama keluarga dekat saja, semua sah-sah saja untuk diimpikan. Namanya juga masih mimpi kan? Hehe.

Advertisement

Menikah sejatinya adalah momen istimewa, yang sebenarnya nggak terbatas pada akad/pemberkatan atau resepsi saja. It is way more than that. Tapi supaya kita fokus, kali ini kita akan bahas pernikahan dalam lingkup akad/pemberkatan dan resepsinya saja. Tanpa berlama-lama, yuk kita mulai aja deh bahas semua curhatan kamu. Coba cek, ada punyamu nggak kita kulik di sini? Hihi 🙂

1. Senangnya kamu yang sudah punya calon dan direstui orang tua. Menikah sederhana mungkin lagi banyak digandrungi sekarang. Tapi pastikan rencana kalian bisa dipahami orang tua ya!

Credit: Hipwee / Pexels via www.hipwee.com

Nggak bisa dimungkiri, pernikahan intim, sederhana dan disaksikan keluarga dan sahabat dekat saja memang lagi banyak digandrungi pasangan muda di luar sana. Tapi mewujudkannya tentu jadi tantangan tersendiri. At least, kamu sudah mengantongi restu dari orang tua dan sudah punya tekad untuk menabung demi pernikahan impian kalian. Semoga semua rencana dan persiapannya lancar jaya!

2. Hei, jangan pesimis dulu! Banyak jalan menuju Roma, pun soal mewujudkan pernikahan impian. Asal tujuannya baik dan jelas, yuk coba deh kompromikan dengan orang tua kalian masing-masing

Credit: Hipwee / Pexels via www.hipwee.com

Banyak pasangan yang jadi urung melaksanakan pernikahan intim karena ditentang orang tua atas nama gengsi. Padahal, kalau dirembukin jauh-jauh hari dan dicari jalan tengahnya, bisa jadi orang tuamu malah jadi pikir-pikir ulang untuk mengundang seabreg tamu yang sebenarnya nggak kenal-kenal amat. Bagus kalau kamu sudah sadar, pernikahan lebih dari sekadar perayaan dengan ‘komponen sia-sia’, tapi pastikan kamu dan pasangan mengkomunikasikan niat baik kalian jauh-jauh hari. Toh lebih baik dananya dialokasikan untuk membina rumah tangga kan?

Advertisement

3. Hiks, semangat terus ya! Nggak ada yang ingin pandemi ini terus berlama-lama dan pasti was-was banget rasanya mempersiapkan pernikahan dalam kondisi seperti ini…

Credit: Hipwee / Pexels via www.hipwee.com

Tapi ada banyak kok alternatif yang bisa kalian persiapkan, kalau-kalau pandeminya masih bertahan sedikit lebih lama. Yang penting, selalu persiapkan rencana cadangan dan berdoa dan berusaha, agar momen bahagia kalian tetap bisa berjalan bahagia. Semangat!

4. Betul, selain cocok dan satu visi misi, mengantongi restu dari orang tua juga hal yang tak kalah penting nih dalam pernikahan

Credit: Hipwee / Pexels via www.hipwee.com

Berandai-andai nggak salah kok, apalagi kalau kamu berusaha mewujudkan dengan semampunya. Menabung sudah pasti, kalau mau pesta dan perintilan nikah sesuai yang kamu inginkan. Tapi ingat, setelah menikah itu adalah fase yang jauh lebih penting dari perayaan pernikahan itu sendiri. Semoga kamu bisa bertemu calon suami dan meraih pernikahan impianmu ya 🙂

5. Wah, bisa kebayang deh kamu menginginkan pesta pernikahan yang intim dan cuma bersama yang tersayang. Jangan pesimis dulu ya, siapa tahu nanti ada jalan keluarnya~

Advertisement

Credit: Hipwee / Pexels via www.hipwee.com

Jangan terjebak dengan anggapan, yang menikah di KUA pasti orang kebelet nikah atau nggak mampu saja lo. Buktinya, Suhay Salim vlogger kenamaan itu berhasil nekat menikah di KUA saja dengan pasangannya, hehe. Intinya, selama niatmu baik dan bisa kompromi dengan orang tua, pasti ada jalan. Tapiii, seandainya tetap diminta orang tua gelar resepsi, kamu bisa berkompromi untuk gelar pernikahan intim saja dengan perintilan yang sesuai seleramu. Ingatkan orang tua, cicilan rumah dan kendaraan pribadi mahal, Bos! Hehe…

Soal jodoh, santai aja. Nikmati dulu masa-masa lajang. Ntar kalau udah berkeluarga, pasti kangen masa-masa sendiri lo, hehehe. Kalau jodoh, nggak akan kemana~

Pada akhirnya, siapa saja bebas berandai-andai atau punya angan soal pernikahan impian. Tapi jangan lupa juga, pernikahan itu melibatkan banyak orang dan hal, jadi sebisa mungkin selalu berusahalah untuk fleksibel dan bisa berkompromi dengan keaadaan. Yang terpenting, kamu dan pasangan siap secara mental dan finansial untuk menghadapi pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Soal berkhayal resepsi nikahnya nanti gimana, boleh-boleh aja atuh, kan gratis. Sekalian didoakan ya, siapa tahu kan bisa terwujud. Semangat!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE