Perhatian: artikel ini mengandung konten 17+

Apa yang bikin deg-degan setelah akad nikah dan resepsi? Hehe. Tentu saja kamu tahu ini pertanyaan mengarahnya ke mana. *kedip-kedip*

Iyak, betul sekali. Kita sedang membicarakan tentang malam pertama sebagai pengantin baru. Malam di mana semua kecanggungan dan rasa penasaran akhirnya bertemu. Akhirnya bisa bobok bareng sama pasangan halal, setiap malam nggak sendiri lagi karena sudah ada yang menemani.

Menjelang malam pertama, berjuta rasa pasti sedang campur aduk di dalam dada. Duh aduh, mitos-mitos yang beredar di luar sana bener nggak ya? Gimana kalau ekspektasi nggak sesuai sama realita? Nah biar beberapa pertanyaanmu terjawab, yuk intip dulu beberapa mitos tentang malam pertama ini dan bagaimana tanggapan mereka yang sudah merasakannya.

1. Ekspektasi: kelar resepsi, malamnya bakal langsung beraksi

sesudah resepsi digelar...

sesudah resepsi digelar… via www.kapanlagi.com

Kenyataan 1: Dua-duanya ketiduran. Capek berdiri nyalamin ribuan tamu resepsi seharian.

Sudah sah jadi suami-istri, pesta pernikahan sudah selesai dilaksanakan, lalu tibalah waktu istirahat yang dinantikan semua orang yang kelelahan mengurusi pesta pernikahan. Sebagai pasangan baru halal, harapannya sih malam ini bisa langsung tancap gas, bobok bareng layaknya pria dan wanita. Tapi kenyataannya nggak semulus harapan.

Kenyataan 2: Malah datang bulan! Deuh, Dek.

Tanggal pernikahan biasanya dipilih sedemikian rupa dengan berbagai pertimbangan. Kalender kesuburan pun bisa jadi salah satu faktor yang menentukan, kalau bisa pas malam pertama jangan sampai bertepatan sama jadwal menstruasi pengantin wanitanya. Tapi yang namanya kondisi tubuh suka berubah-ubah, direncanakan gimana juga kalau si bulan memutuskan datang di malam pertama, ya apa boleh buat~

“Deg-degan akan sakit, deg-degan ada bercak darah di seprei jadi ketauan kalo udah bgituan, dan menahan malu diberi tatapan berbeda dari orang rumah pas pagi-pagi keluar kamar setelah malam pertama. Tapi gue merasa bersyukur krn abis akad nikah gue mens. Jd “malam pertama” gue mundur berapa hari.” (Tisya)

2. Ekspektasi: siap-siap cuci seprei. Habis malam pertama pasti ada bercak darah

nanti ada bercak-bercak darah, duuh

nanti ada bercak-bercak darah, duuh via shesendsherregards.wordpress.com

Kenyataan 1: Nggak juga kok. Kondisi selaput dara setiap perempuan itu beda-beda, belum tentu berdarah.

Memang biasanya hubungan intim pertama itu identik dengan darah dari selaput dara yang baru robek. Tapi ternyata ini nggak mutlak terjadi. Nggak semua selaput dara itu kondisinya sama. Lagipula, robeknya selaput dara sebenarnya berarti penetrasi dilakukan saat si perempuan belum terangsang sempurna. Ini menyebabkan respon seksual yang tidak sempurna karena organ reproduksi belum sepenuhnya melentur. Jadi, bisa saja kalau responnya sempurna, selaput dara malah nggak robek dan nggak berdarah deh.

Baca dulu deh mitos-mitos tentang selaput dara yang pernah Hipwee terbitkan, mungkin bisa jadi panduan menghadapi kekhawatiran malam pertama.

Kenyataan 2: Belum tentu perlu cuci seprei, nggak lebay juga kali darahnya.

Buat yang baru pertama kali mau berhubungan, imajinasi bakal nggak kekontrol banget pastinya. Udah dikasih tau bahwa bakal ada darah gitu sih. Jadi kebayang gimana kalau heboh bercaknya di sana-sini. Duh, pagi-pagi mesti nyuci seprei nih. Hold on! Imajinasi jangan berlebihan. Biasa aja kok ternyata 🙂

“Gue bayangin bakal ada darah gitu di seprei, taunya sih enggak ada tuh.  Malah adanya di celana dalam pas mau pipis paginya.” (Karina)

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya