Pernikahan merupakan suatu momen sakral bagi pasangan yang ingin menyatakan janji suci untuk hidup bersama. Di Indonesia sendiri, yang notabene memiliki beragam suku, adat serta keyakinan, tentu memiliki aturan masing-masing dalam melakukan prosesi pernikahan. Termasuk juga bagi penganut agama Kristen, tata cara dalam pelaksanaan pernikahannya tentu memiliki beberapa keunikan tersendiri.

Seperti halnya kita melihat tata cara pernikahan dari suatu adat istiadat tertentu, prosesi pernikahan yang dijalani pasangan Kristiani juga layak untuk diketahui. Segala macam kegiatan yang dijalani dalam proses menuju pelaminan, masing-masing punya makna dan tujuan yang harus dihayati oleh para calon mempelai. Berikut merupakan rangkaian tata cara pernikahan yang biasanya dilakukan oleh pasangan Kristiani. Selamat menyimak, ya!

Sebagai bekal menuju pernikahan yang bahagia dan bertanggung-jawab, calon mempelai wajib mengikuti bimbingan konseling pranikah yang diadakan di gereja

sudah mantap belum? via www.huffingtonpost.com

Bimbingan konseling pranikah atau yang biasa disebut dengan katekisasi pranikah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh calon mempelai Kristiani sebelum melaksanakan pernikahan sebagai bekal dalam kehidupan berumah tangga kelak.

Masing-masing budaya, daerah, dan keyakinan tertentu memiliki cara yang berbeda untuk melakukan pembinaan pranikah. Dalam agama Islam misalnya, pembinaan pranikah biasanya dilakukan di KUA atau masjid yang ditunjuk dengan materi yang relatif sama yaitu untuk menjaga pernikahan yang harmonis.

Advertisement

Berbeda juga dengan kebiasaan umat Kristiani yang serempak menyelenggarakan bimbingan konseling pranikah di gerejanya masing-masing. Pembinaan ini dilakukan sebagai bekal persiapan bagi pasangan yang akan menikah agar kelak kehidupan rumah tangganya bahagia, bertanggung jawab, dan mampu membangun sebuah keluarga dengan dasar iman yang kuat. Materinya pun bermacam-macam; seputar komunikasi, manajemen keuangan dan waktu, hukum, kesehatan, hingga sharing dari keluarga calon mempelai.

Jika dalam perjalanannya, calon mempelai merasa keberatan atau merasa goyah keyakinannya untuk menikah, maka mereka berhak untuk menunda proses pernikahan termasuk pembinaan pranikahnya tersebut hingga benar-benar siap dan yakin untuk hidup bersama sebagai pasangan yang sah.

Biasanya, dilakukan kegiatan doa bersama sebagai ucapan syukur pada malam sebelum prosesi pernikahan keesokan harinya

bidston pernikahan via www.aevitasweddings.com

Salah satu kebiasaan yang dilakukan umat Kristiani adalah mengadakan upacara keagamaan dan ibadah untuk memperingati suatu peristiwa khusus yang mereka alami. Nah, dalam hal ini, pernikahan juga dianggap sebagai peristiwa khusus yang perlu disyukuri.

Malam hari sebelum dilaksanakan prosesi pernikahan, keluarga mempelai perempuan mengadakan semacam kegiatan yang diselenggarakan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Kegiatan ibadah dan doa bersama ini biasa disebut dengan bidston. Jika dilihat dari waktunya, bidston ini sama dengan midodareni dalam adat Jawa.

Adapun kegiatan yang dilakukan dalam bidston ini hampir sama dengan ibadah yang dilakukan di gereja, yakni melantunkan pujian, pembacaan ayat alkitab, kotbah dari pendeta, serta memanjatkan doa. Kedua calon mempelai pun mengikuti kegiatan ini dengan khusyuk. Uniknya, biasanya calon mempelai perempuan akan bernyanyi di depan para tamu sebagai penyambutan pada saat sesi ramah tamah. Namun, nggak semua umat Kristiani menyelenggarakan bidston pernikahan, hanya gereja-gereja tertentu saja yang masih membudayakan kegiatan ini.

Prosesi pernikahan dimulai dengan upacara pemberkatan yang dilaksanakan di gereja, dihadiri oleh keluarga kedua mempelai dan jemaat gereja

upacara pemberkatan via www.rockmywedding.co.uk

Hari yang dinanti-nanti akhirnya datang juga, kali ini sang mempelai telah siap untuk memulai prosesi pernikahannya. Pagi hari sebelum memulai resepsi pernikahan, sang mempelai beserta segenap keluarga, sahabat maupun kolega menuju gereja yang ditunjuk untuk melaksanakan pemberkatan pernikahan. Jemaat gereja pun telah siap menyambut rombongan dengan bersuka cita.

Di dalam gereja, kedua mempelai duduk bersanding di depan mimbar sementara orang tua mempelai duduk di barisan paling depan dilanjutkan oleh anggota keluarga lainnya di belakangnya. Prosesi diawali dengan melantunkan pujian bersama-sama, pemberitaan firman Tuhan, disambung dengan upacara peneguhan nikah yang dipimpin oleh pendeta.

Dalam upacara peneguhan nikah ini, pendeta akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada kedua mempelai. Pertanyaan-pertanyaan ini dimaksudkan untuk mengetahui  kesungguhan mereka dalam memasuki bahtera pernikahan. Kedua mempelai kemudian akan menjawab pertanyaan yang diajukan secara simbolis dan bergantian.

Masih dalam upacara pemberkatan, kedua mempelai selanjutnya akan mengucapkan janji nikah dan saling menyematkan cincin pernikahan

mengucapkan janji nikah via www.photosbymarkanthony.com

Dalam upacara pemberkatan, agama Kristen mengharuskan masing-masing mempelai untuk mengucapkan janji nikah, baik mempelai laki-laki maupun mempelai perempuan. Janji nikah ini berisi pernyataan kesanggupan untuk menjadi suami dan istri yang dilakukan secara resmi. Jika dalam agama Islam, janji nikah ini sama dengan akad nikah. Meski diucapkan secara simbolis, janji nikah ini dibuat atas keinginan kedua mempelai dan harus dipertanggungjawabkan seumur hidup.

Usai menjawab pertanyaan peneguhan dari pendeta, kedua mempelai berdiri dan saling berhadapan, lantas mereka mengucapkan janji nikah secara bergantian, dipandu oleh pendeta dan disaksikan oleh semua orang yang hadir di gereja.

Pengucapan janji nikah ini merupakan momen yang menegangkan bagi sang mempelai. Mereka harus dengan lantang dan bersungguh-sungguh mengucapkan janji setia mereka sebagai sepasang suami istri. Kemudian prosesi dilanjutkan dengan saling menyematkan cincin pernikahan di jari manis tangan kanan masing-masing.

Maka, sang mempelai telah sah dinyatakan sebagai pasangan suami istri setelah dilakukan pemberkatan oleh pendeta di hadapan hadirin gereja. Kemudian mereka saling menempatkan diri, sang mempelai laki-laki di sebelah kanan dan mempelai perempuan di sebelah kiri. Dilanjutkan prosesi ucapan terima kasih kepada orang tua dengan melakukan sungkeman secara bergantian. Prosesi ditutup dengan doa berkat dan nyanyian penutup. Barulah sang mempelai beserta segenap keluarga beranjak dari gereja dan melangsungkan acara resepsi jika memang diadakan.

Nah, demikian ulasan mengenai prosesi pernikahan Kristiani dengan perbedaan dan keunikan yang dimiliki. Pada intinya, setiap prosesi pernikahan punya makna dan tujuan yang sama, yakni untuk membangun sebuah hubungan yang bahagia dan harmonis dalam berumah tangga. Setiap kamu juga pasti akan mengalaminya kelak. Yuk, lebih giat memantaskan diri!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya