Beberapa hari belakangan ini, netizen dibuat heboh dengan nikahnya seorang anak ustadz di usia yang masih sangat muda. Slogan ‘halalkan’ pun bikin beberapa orang nyesek. Soalnya banyak pasangan mereka yang mengirim kode lewat kisah tersebut untuk segera minta halalkan.

Memang, memutuskan untuk membuat hubungan menjadi halal bisa membuat sepasang manusia jauh dari fitnah dan dosa. Namun, pada faktanya, nikah ternyata bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. Nah untuk membuatmu berpikir kembali sebelum melangkah ke tahap pernikahan, Hipwee punya 7 fakta yang harus kamu perhatikan.

Potensi perceraian makin tinggi ketika kamu menikah di usia yang belum matang

Potensi cerai tinggi via www.pexels.com

Umurmu saat menikah bisa menjadi penentu besar atau tidaknya potensi perceraian. Makin muda kamu menikah, makin besar potensi perceraian. Penelitian yang dilakukan Pennsylvania University pada tahun 2014 menemukan fakta bahwa tingkat perceraian pasangan yang menikah pada usia 18 tahun mencapai 60 persen. Beda dengan usia yang dianggap sudah matang seperti 23 tahun ke atas. Pasangan yang memulai hidup bersama pada usia tersebut punya tingkat perceraian hanya 30 persen.

Fase keintiman paling tinggi hanya akan berlangsung satu tahun

fase keintiman via www.pexels.com

Advertisement

Dalam sebuah pernikahan, kamu akan mengenal yang namanya fase bulan madu. Sebuah fase di mana satu pasang manusia sedang berada dalam level tertingginya dalam hal saling mencintai. Biasanya sih fase itu terjadi nggak lama setelah pernikahan. Dan ternyata, fase itu nggak mungkin berlangsung selamanya. Seorang psikolog asal Monmouth University, Gary W. Lewandowski Jr., mengatakan bahwa sepasang manusia hanya mengalami fase saling mencintai paling tinggi hanya dalam kurun satu tahun. Bakal jadi tugas berat buat kamu dan pasanganmu kelak setelah menikah nih. Challenge accepted.

Kamu akan menyadari bahwa hidupmu bukan hanya soal egomu lagi

Bukan cuma egomu doang via pexels.com

Semua orang pasti paham ini. Maka dari itu, nggak ada orang yang nganggap remeh pernikahan. Ketika kamu hendak bernikah, maka berpikirlah dengan sematang mungkin. Kamu harus sadar bahwa hidupmu nanti bukan hanya soal kamu. Kamu akan hidup bersama dalam sebuah kelompok kecil. Kemudian sadar bahwa kamu masing-masing punya prioritas dan rasa toleransi berbeda. Persiapkan itu semua ya, guys!

Ketika kamu merasa senang ketika pasanganmu mendapat kabar baik, kamu akan memiliki hubungan yang lebih baik

Kabar baik dari pasangan via www.pexels.com

Pasangan harmonis lahir berkat adanya rasa ketulusan dari diri masing-masing individu. Dalam beberapa penelitian, pasangan yang aktif merayakan keberhasilannya punya nilai hubungan yang lebih baik ketimbang mereka yang biasa saja, bahkan kecewa kalau pasangannya punya kabar baik. Hipwee tekankan sekali lagi, ingat ya, hidupmu ketika menikah bukan soal kamu. Berbagi kebahagiaanlah satu sama lain.

Kebahagiaan sebuah pernikahan bisa berasal dari status hubungan pasangan tersebut sebelum menikah

Dulunya sahabat via www.pexels.com

Buat kamu yang punya calon pasangan halal yang tadinya berstatus teman dekat atau sahabat, kamu perlu dengan kabar baik yang satu ini. Sebuah peneliti National Bureau of Economic menemukan fakta bahwa pernikahan yang berasal dari pertemanan atau persahabatan dapat memberikan kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih. Nggak heran sih, soalnya kalau tadinya teman dekat, kalian biasanya bisa tahu kebaikan dan keburukan masing-masing. Jadi bisa lebih mengerti satu sama lain.

Makin dekat jarak umur antara kamu dan pasanganmu, makin kecil pula potensi perceraian

Jarak umur bikin rentan via i.huffpost.com

Begitulah yang ditemukan peneliti dari Emory University di Georgia. Ia berhasil melakukan penelitian pada ratusan pasangan. Mereka mendapati fakta bahwa pasangan yang berbeda lima tahun memiliki potensi perceraian 18%. Sedangkan mereka yang berbeda jarak 10 tahun punya potensi perceraian 39%. Coba dicek, sekarang kamu sama pasanganmu beda berapa tahun? 😀

Kebencian bisa dengan mudah muncul pada pasangan yang nggak bisa mengatur tugasnya masing-masing sebagai sebuah keluarga

Bagi tugas via totalnewswire.com

Sebuah penelitan telah menemukan fakta bahwa 60 persen orang mengaku pembagian tugas rumah tangga memainkan peran penting dalam memiliki pernikahan. Kamu tentu bisa menghemat banyak waktu bersama jika setiap orang punya spesialisasi masing-masing dalam rumah tangga. Tugas kalian nih buat bisa atur jadwal dan job desc masing-masing sebagai sepasang insan dalam ikatan pernikahan.

Nah itulah tujuh fakta yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan untuk menikah. Usia memang bukan masalah, tapi tak ada salahnya kamu melakukan tindakan prefentif terlebih dahulu sebelum semuanya terlambat. Bisa jadi panduan kamu nih, supaya bisa jadi keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah… 😀