6 Ragam Tradisi Sumbangan dan Kado Pernikahan di Dunia. Dari Kain Linen sampai Bunga-bunga

tradisi sumbangan pernikahan dunia

Ketika menerima sebuah undangan pernikahan di tangan, kamu mungkin akan mulai memikirkan apa kado yang akan kamu bawa dan berikan kepada pengantin atau berapa jumlah sumbangan jika bentuknya adalah uang tunai. Biasanya sih kalau kado bentuknya peralatan yang dibutuhkan untuk memulai kehidupan pengantin baru seperi piring, gelas, sampai penyedot debu. Nah, ternyata tradisi memberikan kado pernikahan ini bentuknya beragam lo di berbagai belahan dunia.

Advertisement

Ada juga yang menerima sumbangan dalam bentuk uang, namun ternyata ada hal-hal unik lain yang biasa diterima sebagai sebuah kado pernikahan lo. Kira-kira apa saja? Simak yuk penjelasan selengkapnya dilansir dari The Knot dan beberapa sumber lain berikut ini!

1. Ternyata Italia juga menganut bahwa kado pernikahan adalah sebuah bentuk penghormatan dari tamu kepada si pemilik acara pernikahan lo

Pernikahan Italia/ Credit: Italy Magazine via www.italymagazine.com

Pernikahan ala Italia ternyata juga menganut tradisi yang kental dan penuh dengan simbol. Tamu yang datang diharapkan membawa kado yang memiliki nilai kemewahan. Semakin tinggi derajat keluarga yang mengadakan pernikahan, semakin mahal pula kadonya. Bahkan, daripada memberikan kado yang murah dan membuat pengantin merasa tidak dihargai, jika memang tidak mampu membelinya maka sebaiknya undangan ditolak dari awal.

2. Negara romantis seperti Perancis ternyata tak terlalu terbuka terhadap sesuatu yang mereka inginkan sebagai kado, tapi ada juga tradisinya~

Pernikahan Perancis/ Credit: June Bug Wedding via junebugweddings.com

Rasa tak enak hati untuk menuliskan wedding registry membuat orang Perancis lebih memilih memberikan uang tunai sebagai sumbangan. Akan tetapi, mereka juga memiliki opsi untuk memberikan kado berupa vintage linen Perancis yang dianggap akan bermanfaat bagi pasangan pengantin bahkan hingga bertahun-tahun setelahnya.

Advertisement

3. Berbeda dengan Italia, Inggris justru tidak memperbolehkan tamunya menghabiskan terlalu banyak uang untuk membelikan kado

Pernikahan kerajaan/ Credit: Vanity Fair via www.vanityfair.com

Orang-orang Inggris ternyata cukup pengertian dalam menawarkan pemberian kado ini. Tamu yang datang sebaiknya tak memberikan kado dengan harga yang terlalu sedikit atau terlalu mahal. Parameternya adalah mengira-ngira berapa uang yang akan dikeluarkan pasangan dalam satu kali pergi jalan-jalan malam. Bentuknya bisa uang tunai untuk dana bulan madu atau barang tradisional yang diberikan di hari pernikahan.

4. Jepang yang sarat akan kesan tradisinya di berbagai bidang termasuk pernikahan, ternyata lebih memilih untuk menerima sumbangan berupa uang

Pernikahan Jepang/ Credit: Japanology via japanology.org

Sumbangan uang ini diketahui bernama goshugi dan memiliki jumlah beragam tergantung status sosial pemberi sumbangan tersebut. Biasanya seorang bos akan memberikan uang yang lebih tinggi daripada rekan kerja dan perempuan memberikan uang lebih sedikit karena mereka juga harus mengeluarkan uang untuk berdandan dan membeli pakaian. Untuk orang single yang tak begitu dekat berkisar antara 30.000 yen, sedangkan untuk orang yang lebih dekat bisa memberikan 50.000 sampai 100.000 yen.

5. Berbeda dari negara-negara yang lain, Belanda malah memberikan kado dalam bentuk bunga yang khas dengan negara ini

Pernikahan Belanda/ Credit: Rachael Pareira via www.rachaelpereira.com

Jika negara lain memberikan kado dalam bentuk yang lebih memiliki nilai fungsi, ternyata Belanda memilih untuk memberikan bunga sebagai tradisi. Bunga yang diberikan adalah bunga Lily of The Valley untuk ditanam di halaman rumah pengantin sebagai sebuah simbol perjalanan menyenangkan yang baru bagi mereka.

Advertisement

6. Spanyol ternyata lebih memilih untuk menerima kado dalam bentuk uang, baik tunai maupun dengan sistem transfer

Pernikahan Spanyol/ Credit: June Bug Wedding via junebugweddings.com

Biasanya untuk menerima uang ini, maka pengantin akan menaruh nomor rekening di dalam undangannya. Jumlahnya biasanya cukup untuk mengganti biaya makanan yang dihidangkan ketika resepsi, dan bersama dengan sumbangan ini ditulis pula sebuah surat ucapan selamat dengan nama si pemberi. Jumlah minimal yang biasa diberikan adalah 100 euro per orang.

Wah, ternyata sumbangan atau kado yang diberikan kepada para pengantin di seluruh dunia ada juga yang sebelas duabelas dengan di Indonesia ya. Sumbangan ini ternyata nggak jauh-jauh juga dengan status sosial yang dimiliki baik si pengantin maupun tamu yang datang.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE