“Udah lihat video undangan nikahnya si Angga yang di-upload di facebook kemaren belum? Apa banget deh ya..”

“Gilak, enam menit kan ya, kalau video after nikah sih nggak papa. Udah gitu jalannya pake dicepet-cepetin segala, udah kaya ludruk aja. Nggak bangetlah pokonya.”

Mau video undangan nikahanmu kelak berkesan seburuk itu di mata temen-temenmu dan lantas jadi bahan obrolan mereka setiap waktu? Diomongin karena bagus sih nggak papa, tapi kalau justru diketawain ya mending sebisa mungkin dihindarin deh. Siapapun pasti sepakat, kalau menikah adalah momen sakral dalam hidup dan kalau bisa sih sekali aja. Bukan apa-apa, soalnya mahal biayanya. Mulai dari undangan, souvenir, gedung, baju, make up, catering, dan lain-lain. Masa iya kamu ngulang beberapa kali?

Karena sekali seumur hidup itulah, siapapun juga ingin momen pernikahannya berkesan dan syukur-syukur dikenang banyak orang. Seiring hitsnya undangan pernikahan bentuk video, kini banyak pasangan muda  yang hampir pasti menyiapkan dana dan waktu khusus untuk membuatnya. Kalau undangan bentuk cetak kan biasanya untuk kawan dan kerabat yang sekota, khususnya juga kolega ayah ibu kita. Sedangkan, yang bentuknya video ini ditujukan untuk mereka-mereka yang tersebar di seantero jagad raya dan dapat diunggah melalui jejaring sosial. Karena dilihat banyak orang, kamu nggak mau malu-maluin kan? Simak nih aturan main video undangan nikahmu nanti!

Durasi bisa kamu pikirin pertama kali. Inget, nggak semua orang punya waktu luang yang sama sekadar untuk memperhatikan videomu dengan saksama. Intinya, jangan kepanjangan biar nggak ngabisin kuota

Semua orang sudah paham, untuk melihat video undangan nikah yang kamu unggah di jejaring sosial, atau mungkin kamu sebarkan secara privat melalui chat temenmu masing-masing, mereka tetap butuh kuota. Entah didownload dulu atau bahkan hanya untuk melihat saja. Jadi, hal yang pertama kali kamu pikirkan ketika mengonsep undangan nikahmu nanti, tak lain tak bukan ialah durasi. Mentok tiga menit sudah dirasa pas dan nggak kepanjangan kok sebagai undangan, ya asal isinya nggak membosankan aja, hihiii…

Soundtrack atau back sound juga akan jadi hal yang tak bisa dipisahkan dari undangan berbentuk video. Menggunakan lagu favoritmu dan pasangan pun sah-sah aja, asal tetap nyambung dengan cerita di dalamnya

“Kamu udah lihat video undangan nikahnya Dani belum?”

“Sudah. Jangan-jangan kita mau ngomentarin hal yang sama. Lagu warkopnya kan?”

“Hahaha iya. Obsesi jadi pelawak kali dia ya, sumpah lucu banget. Nggak pantes gitu sama mukanya, hahaha”

Advertisement

Sebenernya nggak ada ketentuan harus menggunakan lagu atau musik apa, hanya saja sebisa mungkin yang nyambung dengan konsep yang kamu bawa di dalamnya. Kan nggak lucu, kalau semuanya sudah oke eh ternyata justru diketawain gara-gara lagunya. Pernikahan identik dengan lagu-lagu romantis, ceria, dan membahagiakan. Jangan sampai kamu pakai soundtrack lagu barat-yang-artinya-malah-tentang-pengkhianatan. Jadi, yang teliti ya guys.

Jangan pernah asal bikin konsep, riset itu perlu. Matengin lagi konsepmu. Nggak ada yang salah dari mencoba hal baru. Tapi hal yang penting buatmu, bisa jadi nggak penting buat orang lain

nggak semua yang kamu suka juga disukai orang lain, pikirin lagi via rumahnikah.com

Nggak masalah kalau mungkin kamu ingin show off di sini, namanya juga nikahanmu sendiri. Tapi tolong, jangan kebanyakan. Atau mereka akan muak dengan  segala yang kamu pertontonkan dalam video nanti. Mempertunjukkan kalau segala barang yang kamu kenakan bersama pasangan adalah barang branded misalnya, atau mengekspos kemesraan yang berlebihan mungkin, mengaitkan dengan hobimu traveling yang udah menjelajah hingga ujung dunia pun buat apa? Kamu boleh bikin konsep baru, tapi tolong pikirkan dari sudut pandang penonton juga. Kalau hanya kesan sombong yang mereka dapatkan, ganti. Bikin video undangan nikahan itu yang penting satu, tanggal dan jam, tempat, dresscode, udah. Karena orang nggak peduli dengan apa itu hobimu.

Katanya sih yang paling oke buat video nikahan, termasuk undangan ialah ketika gambar diambil menggunakan drone, mentok kamera DSLR lah. Kalau make handycam biasanya hasilnya kurang oke gitu

yang begini masa nggak pengen? via media.teen.co.id

Kalau mau hasil maksimal, epic dan berkesan dramatis, kamu bisa menggunakan drone. Untuk hal yang satu ini kamu juga harus menyiapkan modal yang nggak sedikit sih. Ada duit ada rupalah ya..  Contoh foto pernikahan menggunakan drone seperti yang diambil oleh Helene Havard, seniman yang berbasis di Tahiti itu bekerja sama dengan Flying World Pictures untuk mengambil foto pernikahan sepasang kekasih dari atas langit. Foto yang dihasilkan pun memberi kesan seolah hanya ada dua orang yang menghuni bumi ini. Betapa romantisnya~

Undangan pernikahanmu juga akan lebih oke dan berkesan, kalau kamu menyertakan sebuah quote yang kamu bikin sendiri. Jangan pakai punya orang lain, kalau bisa sih gitu~

coba deh bikin quote sendiri. pasti lebih berkesan nanti via www.polyvore.com

Just marry someone you want to travel with for the rest of your life. Someone that make you feel every situation is a fun one!

Segala hal yang baru dan orisinil akan lebih mudah diingat, dibanding ketika kamu menggunakan milik orang lain. Lagipula, kamu akan lebih puas kalau segala yang tertuang dalam pernikahanmu kelak ialah hasil jerih payahmu sendiri dan pasangan. Entah itu soal materi, juga soal konsep, ide, dan gagasan. Karena menikah itu nggak mudah, selamat bersusah payah ya.

Tempat juga jangan luput dari perhatian. Masa bikin video undangan sama calon di tempat kenangan sama mantan? Kalau calonmu tahu, berantem dan batal nikah, mauk???

Nah, yang satu ini juga mesti kamu pikirkan dengan matang. Jangan sampai khilaf menghampiri, dan kamu mengambil lokasi pengambilan gambar untuk video undangan nikahanmu di tempat kenangan bersama mantan. Belum lagi kalau mantanmu ada di sana, dia bisa ge-er mengira kamu masih mengingat dia, dan menikah hanya sebuah tuntutan aja, terlebih hanya sebuah usaha agar terlihat bahagia. Mungkin nggak selebai itu juga sih, tapi kalau bisa mending dihindari ya.

Terakhir dan paling penting, pastiin kamu punya temen banyak di medsos. Kalau nggak, kamu bikin buat gegayaan aja? Pikirin juga nyebarinnya gimana, nggak mungkin semuanya dikirimin dvd satu satu kan?

Biasanya, orang bikin video undangan nikahan ya untuk disebarin di media sosial. Kalau kamu nggak punya temen banyak di sana, atau bahkan nggak punya akun sosial media ya buat apa. Pikirin juga gimana cara distribusinya, supaya mereka yang kamu tuju benar-benar melihatnya. Bisa kamu bikin website mungkin, dengan link-nya kamu bagikan secara privat sembari bilang melalui chat bahwa kamu sungguh-sungguh mengundang mereka. Kalau website terlalu rumit, bisa juga kamu unggah di youtube, dengan kapasitas mentok 100 mb ya, inget jangan besar-besar, balik lagi ke kuota, hehe…

Jadi, gimana? Makin pengen bikin video undangan nikah atau malah makin males karena ternyata cukup ribet nih? Hehee… Ribet sedikit untuk sesuatu yang berkesan seumur hidup nggak papa dong ya? Intinya satu, kalau kamu mau hasil yang maksimal, kamu siapin konsep yang matang. Kadang nggak perlu duit banyak juga kok, asal kamu punya banyak waktu untuk menyiasati segala tetek bengeknya. Selamat mengonsep pernikahan!