5 Posisi Rahim dan Peluangnya Menampung Janin. Cek Deh, Punyamu Normal atau Ada Kelainan

Letak janin yang memengaruhi peluang hamil

Rahim jadi organ reproduksi yang vital bagi cewek sebagai wadah tumbuhnya janin setelah pertemuan sperma dan ovum. Posisinya berada di tengah rongga panggul yakni bertepatan dengan perut bagian bawah. Di bagian depan terdapat kandung kemih dan di belakang rahim terdapat rektum. Bentuknya mirip buah pir yang ukurannya sekepalan tangan. Struktur ototnya sangat kuat sehingga bisa meregang berkali-kali lipat dari ukuran awal sesuai dengan ukuran janin saat hamil.

Advertisement

Posisi atau letak rahim antara cewek yang satu dengan yang lainnya nggak selalu sama. Meski nggak 100% akurat, bentuk atau pun kemiringan rahim turut memengaruhi kemampuan wanita untuk hamil. Ada baiknya kamu kenali beberapa posisi rahim  baik yang normal maupun yang terdapat kelainan berikut.

1. Rahim yang normal berada dalam posisi antefleksi dan anteversi. Mayoritas cewek punya rahim dengan posisi seperti ini

posisi normal via slideplayer.com

Normalnya, rahim berada dalam posisi antefleksi dan anteversi. Pada posisi antefleksi, fundus atau bagian paling atas dari rahim condong ke depan dan ke arah perut. Jadi posisi mulutnya menengadah ke depan.

Sedangkan posisi anteversi berarti rahim cenderung lebih terdorong ke depan. Cewek yang letak rahimnya seperti kedua jenis di atas punya peluang yang besar untuk hamil karena akan memudahkan perjalanan sperma menuju sel telur.

Advertisement

2. Ada juga yang rahimnya berjenis retroversi dan retrofleksi. Keduanya mengarah ke belakang atau terbalik dari arah yang seharusnya

rahim dengan posisi terbalik via www.pinterest.co.uk

Pada rahim retroversi, letaknya agak condong ke belakang mengarah ke tulang selangkangan namun belum sampai menekuk. Sehingga bagian fundusnya tegak menghadap ke atas. Sedangkan pada rahim retrofleksi, posisi fundusnya sudah berbalik arah sehingga menengadah ke belakang yang juga disebut dengan posisi rahim ‘terbalik’.

Pada rahim retrofleksi khususnya, posisi mulut rahim nggak menghadap ke arah kedatangan sperma, sehingga akan kesulitan dalam proses pembuahannya.

3. Prolapsus uteri atau rahim yang melorot sehingga menonjol ke vagina atau turun peranakan

turun peranakan via healthjade.com

Advertisement

Penyebab kelainan letak rahim ini antara lain karena lemahnya jaringan ikat pada rongga panggul atau dampak dari pertolongan persalinan yang kurang terampil, misalnya sudah disuruh mengejan padahal pembukaan belum lengkap. Kondisi ini bisa menimbulkan luka pada jalan lahir yang bisa melemahkan jaringan ikat penyangga vagina.

Keluhan utama prolapsus uteri adalah adanya tonjolan di bagian depan vagina yang mengganggu saat beraktivitas. Jika dibiarkan bisa menjadi luka dan berpotensi infeksi.

4. Inversio uteri atau posisi rahim yang terbalik ke bawah, biasanya terjadi saat proses persalinan yang keliru

Proses persalinan yang keliru di sini misalnya ketika tali pusar bayi sudah ditarik ke bawah padahal belum terjadi kontraksi rahim. Akibatnya, terjadi pendarahan dan nyeri yang hebat karena letak rahim jadi terbalik. Inversio uteri harus segera ditangani dan dilakukan reposisi secepatnya, jika nggak bisa menyebabkan inversio menahun, komplikasi, operasi pengangkatan rahim hingga kematian.

5. Ada juga kelainan yang disebut perut gantung atau letak rahim yang menyebabkan rahim semakin menonjol ke depan

perut gantung via manaberita.com

Kondisi ini biasanya ditemukan pada wanita yang sering melahirkan sehingga jaringan ikat dan otot-otot perut menjadi kendur. Dampaknya akan terlihat nyata saat hamil, di mana bagian perut terlihat lebih condong ke depan dan yang perlu diwaspadai adalah proses persalinan bisa berlangsung lebih lama dan kontraksi rahim juga kurang bagus.

Karena rahim punya peranan yang krusial bagi seorang wanita, ada baiknya segera periksakan diri ke ke dokter sedari dini untuk mengetahui posisi rahim, terutama saat sedang menjalani program hamil jika menemukan gejala-gejala yang mencurigakan. Semoga sehat-sehat selalu, ya!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

salt of the earth, light of the world

CLOSE