Penjelasan di Balik Bayi yang Tersenyum Saat Tidur. Refleks Doang atau Beneran Lagi Bahagia?

bayi tidur senyum sendiri

Berbagai kelakuan bayi seringkali membuat kita yang sudah dewasa ini kagum sekaligus heran, mulai dari wujudnya yang tiba-tiba ada setelah 9 bulan di dalam perut hingga berbagai perkembangan yang mengagumkan lainnya. Oleh karena itu, sebagai ibu mungkin kamu jadi lebih sering memperhatikannya di setiap kesempatan terutama saat tidur. Wajahnya yang masih belum berdosa itu sesekali menampakkan senyum entah karena apa, yang ajaibnya senyum itu kadang menular.

Advertisement

Mungkin kamu penasaran alasan di balik adanya senyuman bayi tersebut. Apakah sebenarnya dia benar-benar sedang bahagia atau justru senyum yang tersungging di bibir mungilnya hanyalah sebuah gerak refleks saja? Nah, untuk mengetahuinya kita simak yuk penjelasan selengkapnya dilansir dari Parenting First Cry  dan sumber-sumber lain berikut ini!

Ketika baru lahir maka senyuman ini akan mengembang secara spontan saja, tak ada alasan khusus yang jadi penyebabnya

Tak ada alasan/ Credit: user13216326 on Freepik via www.freepik.com

Ternyata senyuman yang terjadi selama beberapa waktu setelah mereka lahir merupakan refleks alami yang dimiliki oleh seorang bayi yang juga disebut sebagai neonatal smiling. Bahkan senyuman dari rangsangan bagian subkortikal otak ini sudah terjadi semenjak bayi masih di dalam rahim lo. Biasanya, si kecil akan sering menunjukkan senyuman di minggu-minggu awal masa hidupnya.

Ternyata ketika tidur pun bayi juga mengembangkan emosinya, salah satu bentuknya dengan menunjukkan senyum tersebut

Sudah dua bulan/ Credit: Javi_Indy on Freepik via www.freepik.com

Ketika terbangun, bayi akan mendengarkan suara dan melihat apa yang ada di sekitarnya. Nah, setelah berusia 2 bulan, mereka akan merekamnya dalam memori dan memproses informasi tersebut ketika sedang tertidur. Mereka akan merasa senang ketika mendapatkan pengetahuan baru sehingga ketika sudah memahami informasi yang diproses mereka akan menunjukkan dalam bentuk senyuman atau bahkan tertawa ketika sedang tertidur. Artinya mereka juga mengembangkan emosinya ketika itu.

Advertisement

Bayi yang berada di tahapan tidur REM juga seringkali lebih berpotensi menunjukkan senyumannya

Nyenyak/ Credit: Laura Adai via unsplash.com

Ketika sedang berada di tahapan REM, seorang bayi akan mengalami perubahan secara psikologis dalam dirinya yang menyebabkan refleks berbentuk senyuman. Fase REM ini ditandai dengan adanya pergerakan mata yang terjadi secara cepat dan mimpi yang jelas dengan kegiatan rangsangan di otak meningkat. Jika kamu melihat si kecil tersenyum di masa tersebut, kemungkinan dia sedang mengingat hal menyenangkan yang terjadi di hari tersebut.

Terakhir, ternyata alasan bayi tersenyum atau bahkan tertawa juga bisa digunakan sebagai penanda adanya kondisi medis tertentu

Senyum/ Credit: Helder Almedia via unsplash.com

Di kasus yang langka, kejang dan sentakan juga menyebabkan tertawa yang tak henti-hentinya. Jika ada gejala lain seperti berkurangnya berat badan, gangguan tidur, terlihat menderita karena sakit, dan tawa yang tak kunjung berhenti tanpa alasan maka kamu bisa membawanya ke dokter dengan segera. Kejadian ini dapat mengganggu waktu istirahat si kecil yang dapat menyebabkan gangguan pada kesehatannya.

Jadi, senyuman yang terjadi di minggu-minggu awal kelahiran si kecil merupakan bentuk refleks dalam dirinya, namun jika senyum ini mengembang di usia lebih dari dua bulan artinya ia sedang mengembangkan emosinya dan mulai merekam hal-hal yang menyenangkan. Semoga sekarang rasa penasaranmu sudah terjawab ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE