Kenal Buku ‘Pink’ KIA yang Berguna bagi Para Orang Tua. Panduan Valid Meski Sederhana!

Buku KIA

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bikin aktivitas yang sudah terbatas, jadi makin terbatas lagi. Kegiatan sektor non-kritikal diimbau untuk berlangsung dari rumah. Para orang tua pun dianjurkan untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah, apalagi dengan mengajak si kecil karena risiko infeksi Covid-19 pada anak yang makin tinggi.

Advertisement

Pada kondisi seperti ini, mengunjungi fasilitas layanan kesehatan (faskes) untuk memantau tumbuh kembang anak yang sehat jadi kurang memungkinan. Sebab, pelayanan kesehataan saat ini diprioritaskan hanya untuk kondisi darurat. Meski begitu Moms nggak usah risau, karena memantau tumbuh kembang anak bisa dilakukan secara mandiri, lo. Caranya dengan menggunakan Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Buku KIA memiliki peran sebagai pemantau tumbuh kembang anak secara rutin dan konsisten

Sampul Buku KIA edisi revisi 2020 (dok. Kemenkes)

Untuk yang masih awam, Buku KIA merupakan media pencatatan sekaligus media komunikasi dan edukasi (KIE) bagi ibu hamil dan balita yang disusun oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Seperti disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes, drg. Kartini Rustandi, Buku KIA memiliki peran sebagai pemantau tumbuh kembang anak secara rutin dan konsisten, termasuk urusan kesehatan dan nutrisi.

“Buku KIA sudah disusun oleh Kementerian Kesehatan RI agar bisa digunakan oleh orang tua Indonesia secara nasional untuk memantau kesehatan dan nutrisi yang didapatkan anak secara rutin dan konsisten,” terang drg. Kartini dalam sebuah webinar pada Kamis (29/7) seperti dikutip Fimela.

Advertisement

Buku KIA ini sudah diperkenalkan sejak tahun 1994 loh, Moms. Hanya saja pada masa awal, peruntukan buku ini hanya bagi anak saja. Belum didesain untuk sekaligus memantau kesehatan ibu hamil dan tumbuh kembang anak dari segala aspek. Baru pada tahun 2004-2006 Buku KIA didesain ulang menjadi seperti yang saat ini, dan akan terus direvisi setiap lima tahun sekali.

Buku KIA bisa berikan informasi secara komprehensif meski tanpa pendampingan dokter

Daftar isi Buku KIA edisi revisi 2020 (dok. Kemenkes)

Sekilas pandang, Buku KIA tampak seperti buku-buku pada umumnya. Namun, jika menilik isinya, Moms akan paham mengapa buku ini lebih dari sekadar buntelan kertas. Buku KIA versi terbaru tahun 2020 bahkan disebut sebagai buku yang sangat komprehensif, karena mencakup pemenuhan asupan gizi seimbang sesuai umur anak, pencatatan imunisasi, kesehatan gigi, pola asuh, ringkasan pelayanan balita sakit, hingga panduan perawatan bayi baru lahir sampai berusia sekitar enam tahun.

Advertisement

Buku KIA ini bisa Moms dapatkan secara gratis di seluruh faskes yang sudah terintegrasi atau bekerja sama dengan Kemenkes. Selain itu Moms juga bisa mendapatkan Buku KIA dalam bentuk soft copy untuk di-print sendiri dengan mengakses laman belajarkesga.kemkes.go.id, atau mengunduh aplikasi M-KIA yang untuk Buku KIA digital.

“Adanya buku KIA ini diharapkan bisa membantu para orang tua untuk tetap memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak tanpa harus pergi ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan selama masa pandemi ini. Walaupun tanpa pendampingan dokter, setidaknya orang tua bisa tahu secara komprehensif tentang tumbuh kembang anaknya,” ujar Koordinator Poksi Kesehatan Balita dan Anak Usia Prasekolah, dr. Ni Made Diah.

Langkah sederhana untuk memantau tumbuh kembang anak menggunakan Buku KIA

Petunjuk penggunaan Buku KIA (dok. Kemenkes)

Adapun cara memantau tumbuh kembang anak secara mandiri menggunakan Buku KIA ini cukup sederhana, Moms. Dijelaskan oleh Konsultan Tumbuh Kembang, dr. Fitri Hartanto, hanya ada tiga langkah yang harus Moms lakukan. Pertama adalah membubuhkan tanda checklist pada kolom yang merepresentasikan kemampuan anak saat ini.

Kedua adalah dengan membubuhkan tanda checklist pada kelompok kemampuan perkembangan anak sesuai dengan yang telah Moms isi sebelumnya. Moms harus memastikan membubuhkan checklist perkembangan anak sesuai kelompok usia yang telah dilewati, ya.

Nah, langkah ketiga adalah mengamati checklist yang sudah Moms bubuhkan tadi. Kalau ada satu atau lebih kemampuan yang tidak di-checklist, artinya perkembangan anak tidak sesuai dengan kelompok usianya. Jika begitu, maka Moms bisa merencanakan konsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan. Di sini Buku KIA ini bisa jadi langkah deteksi dini masalah perkembangan anak.

Bagaimana, Moms, tertarik untuk mencoba memantau tumbuh kembang si kecil menggunakan Buku KIA?

TAG:

Buku KIA, Buku KIA edisi revisi 2020, tumbuh kembang anak, kesehatan anak, ibu hamil

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE