Mengulik Viralnya Menteri Lingkungan Hidup Jepang yang Berani Ambil Cuti Melahirkan Suami. Salut!

cuti melahirkan suami jepang

Karena istilahnya yaitu ‘cuti melahirkan’ mungkin kamu akan beranggapan bahwa yang bisa mengambil jatah ini ya hanya perempuan saja, padahal sebenarnya suami yang menjadi karyawan juga bisa lo mengambilnya. Berkaitan dengan hal ini, Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Shinjiro Koizumi juga memutuskan untuk cuti selama dua minggu di bulan ketiga setelah istrinya melahirkan karena waktu tersebut dianggap yang paling berat. Berita ini lantas menjadi headline di Jepang karena jarangnya diambil cuti tersebut.

Advertisement

Rencana ini sudah ia buat sejak setahun sebelumnya. Namun, selama ia meninggalkan sementara tugas negara ini, ia tetap akan melaksanakan rapat jika diperlukan melalui surel dan koferensi video. Lalu, sebenarnya kenapa sih cuti melahirkan untuk suami ini dianggap penting? Simak yuk selengkapnya!

1. Sebelumnya, kita simak dulu yuk bagaimana sih aturan cuti melahirkan yang berlaku untuk suami

Cuti melahirkan/ Credit: Ghanagh via www.ghanagh.com

Istri akan mendapatkan jatah cuti selama 3 bulan ketika ia melahirkan, namun ternyata hal ini tidak berlaku untuk suami. Menurut UU Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003, cuti ayah atau biasa disebut paternity leave ini akan berlaku hanya selama dua hari. Namun, beberapa perusahan ternyata sudah ada juga yang berinisiatif memberikan cuti yang lebih panjang seperti Johnson and Johnson yang memberikan cuti selama dua bulan dan diupah, Facebook selama 4 bulan, dan IKEA selama 1 bulan.

2. Jika suami benar-benar memanfaatkan cuti ini maka ia bisa memberikan dukungan penuh secara moral

Dukungan moral/ Credit: Globularity via globularity.com

Walaupun suami tak langsung merasakan apa yang dialami oleh istri yang melahirkan, ia tetap bisa memberikan dukungan yang walaupun terdengar sepele namun tetap dibutuhkan. Dilansir dari Tempo, seorang psikolog klinik Universitas Indonesia Pustika Rucita mengatakan bahwa secara psikologis cuti ini penting karena suami akan punya banyak porsi untuk menemani sang istri dan memberikan dukungan yang juga akan berpengaruh pada penyesuaian diri pada ibu baru.

Advertisement

3. Selain memberikan dukungan secara moral, suami juga bisa lebih banyak membantu melakukan pekerjaan rumah yang biasanya dilakukan berdua

Suami menyapu/ Credit: Free Design File via freedesignfile.com

Jika selama ini biasanya berbagai kegiatan domestik dilakukan berdua, kali ini suami bisa mengambil bagian lebih banyak karena istri yang mungkin masih dalam masa pemulihan sehingga hanya mampu mengerjakan hal ringan dan menghabiskan banyak waktu untuk menyusui.

4. Suami juga bisa terlibat lebih banyak dalam melakukan pengasuhan di masa awal kehidupan bayi sehingga akan terjadi bonding yang kuat

Bonding/ Credit: Ergo Baby via ergobaby.com

Mengasuh anak bukan hanya tugas sang istri tapi juga suami. Hal yang bisa dilakukan seperti membantu mengganti popok, menggendongnya, atau menjemur di pagi hari. Jika istri sudah bisa berkegiatan, kalian juga bisa bergantian mengawasi si kecil saat salah satu sedang melakukan hal yang lain. Manfaat yang didapat dari mengasuh bersama ini adalah terjalinnya kedekatan yang kuat antara ayah dan anak sehingga bagus pula untuk perkembangannya ke depan.

Manfaat yang bisa didapatkan dari cuti ini sebenarnya ada banyak, namun waktu yang diberikan berdasarkan undang-undang rasanya masih jauh dari kata ideal. Pasalnya ternyata tak cuma bermanfaat untuk meringankan beban ibu, ternyata bisa berpengaruh juga terhadap pertumbuhan psikologis sang anak. Kalau kamu, setuju nggak nih suami berhak dapat cuti lebih agar dapat maksimal mendampingi istri pasca persalinan?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE