4 Etika yang Masih Sering Dilupakan Saat Menjenguk Bayi. Please, Jangan Disepelekan!

Menjenguk bayi, terutama yang baru lahir menjadi aktivitas yang lumrah dilakukan bukan hanya di Indonesia, tapi seluruh dunia. Terlebih jika bayi tersebut merupakan buah hati kerabat atau teman dekat Moms, di mana hal tersebut bisa menjadi momen untuk bertemu. Apalagi kalau aktivitas menjenguk ini dilakukan beramai-ramai, ada banyak sekali aturan yang perlu dipatuhi, mau nggak mau.

Advertisement

Tapi sayangnya, masih banyak orang yang belum paham bagaimana etika menjenguk bayi, khususnya di masa pandemi seperti sekarang ini. Berikut Hipwee YoungMom paparkan, etika kurang baik apakah yang dimaksud. Simak!

Menjenguk di jam-jam ‘krusial’ seperti jam istirahat ibu dan bayi yang harusnya udah dipahami

jam krusial via unsplash.com

Jam 11 siang hingga jam 3 sore merupakan jam krusial karena biasanya digunakan ibu-ibu yang baru melahirkan untuk beristirahat. Meski perkara jam ini berlaku berbeda-beda di tiap orang, namun ada baiknya si penjenguk memahami bahwa setelah begadang semalaman, para ibu yang baru melahirkan ini akan beristirahat di jam-jam 11 siang hingga jam 3 sore. Atau untuk lebih amannya, silahkan membuat janji dulu supaya nggak mengganggu atau terjadi miss komunikasi.

Nggak mencuci tangan dan kaki sebelum masuk rumah dan memegang bayi merupakan kesalahan yang fatal, terutama di masa pandemi seperti sekarang ini

etika via unsplash.com

Banyak sekali kuman dan bakteri yang nggak terlihat menempel di permukaan baju bahkan kulit ketika sedan berada di luar. Hal inilah yang membuatmu harus mencuci tangan dan kaki sebelum memegang atau berinteraksi dengan bayi. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, di mana ada risiko penularan virus yang nggak terelakan. Atau minimal, kamu sebagai penjenguk nggak usah memegang atau menggendong bayi supaya lebih aman dan membuat hati ibunya tenang.

Advertisement

Baru datang, tapi langsung mencerca ibu yang baru melahirkan dengan berjuta pertanyaan dan pernyataan klasik

klasik via unsplash.com

Kemarin, lahirannya normal atau operasi?

Wah, kok masih gemukan aja sih!

Anakmu minum ASI atau sufor?

Lo, kok anakmu kurus kering gitu? Kurang sehat dong nanti!

Pertanyaan dan pernyataan di atas hendaknya nggak dilontarkan langsung tanpa mau mendengarkan dulu cerita dari ibu yang baru melahirkan. Biarkan ia menceritakan bagaimana prosesnya melahirkan, sembari menjaga mood-nya setelah berjuang mati-matian selama 9 bulan. Nggak perlu kamu mencari tahu soal proses melahirkan atau pilihannya yang lain, karena sudah pasti akan sangat membebani perasaan ibu baru ini.

Datang beramai-ramai hingga 10 orang hanya dalam sekali kunjungan. Tahu nggak sih kalau hal ini sangat merepotkan?

Advertisement

harus diperhatikan via unsplash.com

Datang menjenguk bayi hendaknya nggak perlu beramai-ramai lebih dari 5 orang karena akan sangat merepotkan. Bukan hanya perkara materil, tapi pedulikan juga perasaan ibu yang baru melahirkan untuk ‘meladeni’ banyak orang di waktu yang bersamaan. Kamu sebwgai penjenguk harus bersikap dewasa, demi kebaikan bersama. Cukup beberapa orang saja, tapi pertemuan yang kalian agendakan ini berkualitas dan bisa menghibur ibu yang baru melahirkan.

Kelihatan simpel, tapi sebenarnya sangat mengganggu. Untuk itu, perhatikan!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE