6 Bulan Nikah, Cut Meyriska Umumkan Kehamilannya! Ini 6 Faktor Penentu Cepat atau Lambat Hamil

faktor cepat lambat hamil

Pasangan menggemaskan, Roger Danuarta  dan Cut Meyriska atau yang lebih akrab disapa Chika tengah dilanda kebahagiaan karena kabar kehamilan yang diumumkan melalui vlog channel Youtube RogerChika Journey dalam konten bertukar kado. Roger memberikan case paspor, sedangkan Chika memberikan foto USG sebagai kejutan untuk suami tercinta dengan tulisan “Hallo Daddy”. Ternyata Chika sudah hamil selama tujuh minggu. Menerima kado tersebut setelah menikah selama 6 bulan Roger terharu hingga mengusap air mata.

Advertisement

Pasangan ini mungkin dikaruniai anak dalam waktu kurang dari setahun, namun ada juga beberapa pasangan yang belum mendapatkan anak setelah menikah baertahun-tahun, ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini lo. Kita simak yuk apa saja!

1. Bukan hanya perihal kapan kamu dan pasangan melakukan seks, tapi ternyata seberapa sering hal tersebut dilakukan juga akan memengaruhi

Harus sering/ Credit: Coconuts via coconuts.co

Peluang sperma membuahi sel telur terbilang kecil yaitu pada 4 sampai 5 hari menjelang masa ovulasi. Sebenarnya waktu tersebutlah yang ideal, namun kadang masa ovulasi tersebut akan bergeser karena beberapa faktor lain seperti stres, sehingga ovulasi ini bisa terjadi kapan saja. Untuk mengatasi hal ini, kamu bisa berhubungan seks sesering 3 sampai 4 kali seminggu selama program hamil.

2. Masih berhubungan dengan seks, kebiasaan pasangan yang kerap dilakukan selama hubungan berlangsung juga bisa menjadi salah satu faktor

Kebiasaan/ Credit: Shards of Silence via shardsofsilence.wordpress.com

Jika selama ini kamu menggunakan pelumas saat berhubungan seks, maka mulai sekarang kamu sebaiknya menghindarinya jika ingin lekas memiliki anak. Pasalnya, produk pelumas biasanya justru akan menyebabkan kematian pada sperma padahal belum mencapai sel telur. Sebelum berhubungan intim, kamu juga perlu menghindari melakukan hal-hal yang meningkatkan suhu tubuh seperti olahraga atau mandi air hangat karena sperma bisa kehilangan keaktifan jika berada di suhu yang tinggi.

Advertisement

3. Cepat atau lambatnya kehamilan juga tak bisa lepas dari kesehatan sperma dan tubuh pasangan

Sperma harus sehat/ Credit: Scientific American via www.scientificamerican.com

Sperma merupakan salah satu komponen terpenting yang memungkinkan terjadinya kehamilan. Jumlah sperma tergantung pada nutrisi yang dikonsumsi oleh suami. Sehingga tak hanya istri yang perlu memperhatikan asupan makanan, tapi suami juga perlu bekal makanan lengkap dengan seng dan vitamin. Kebiasaan seperti merokok juga sebaiknya bisa dikurangi di masa program kehamilan ini.

4. Jangan dianggap sepele, berat badan juga menjadi salah satu penentu waktu kehamilanmu lo

Berat badan jadi faktor juga/ Credit: Medical News Today via www.medicalnewstoday.com

Orang yang memiliki berat badan berlebih akan mengalami ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan produksi sel telur hanya sedikit, pun proses pembuahan juga akan terganggu karena hormon androgen dan leptin. Sehingga disarankan jika ingin cepat hamil, calon ibu perlu mengetahui berat badan idealnya. Hal ini tak hanya mempercepat terjadinya kehamilan tapi juga akan memengaruhi kesehatan ibu selama hamil.

5. Pembuahan juga erat dengan siklus menstruasi. Jika ada yang tidak beres dengan hal ini maka kemungkinan proses pembuahan pun terpengaruhi

Siklus tidak teratur/ Credit: Hello Sehat via hellosehat.com

Normalnya menstruasi terjadi selama sekitar 28 hari sekali, namun ada juga yang memiliki siklus 21 hingga 35 hari sekali. Hal ini sebenarnya tidak begitu mempengaruhi secara langsung akan kehamilanmu, namun jika siklus yang tidak teratur terjadi, maka kamu dan pasangan akan lebih sulit untuk menentukan masa subur untuk melakukan hubungan seksual.

Advertisement

6. Tak bisa dimungkiri, usia seseorang akan menjadi salah satu penentu apakah kehamilan akan mudah didapatkan

Wanita paruh baya/ Credit: Sweet Jane Mag via sweetjanemag.com

Dilansir dari Alo Dokter, wanita dengan usia 30 tahun perlu lekas merencanakan kehamilan jika ingin karena kesuburan sudah mulai menurun dan akan menurun drastis pada usia kehamilan 35 tahun. Sedangkan saat usia sudah memasuki 40 tahun kemungkinan hamil yang dimiliki setiap bulan hanyalah 5%. Hal ini terjadi karena pasokan sel telur juga berkurang secara signifikan.

Dari beberapa faktor tersebut kamu sudah bisa melihat bahwa pola hidup sehat adalah salah satu hal yang akan menaikkan peluang supaya kamu bisa lebih cepat hamil. Namun, jika kamu merasa sudah melakukan segala persiapan namun belum ada hasil, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE