Mengulik Plus Minus Jarak Usia Antar Anak. Mending Dekat-dekatan atau Jauh Sekalian?

jarak usia antar anak

“Kapan nih si kecil mau dikasih adek?”

Advertisement

Mungkin Buibu dengan anak balita bakal mulai sering mendapat pertanyaan basa-basi semacam itu. Iya, setelah pertanyaan kapan hamil selesai, biasa bakal diikuti oleh pertanyaan semacam ini. Nggak perlu diambil hati, karena biasanya ini cuma pertanyaan basa-basi, bumbu obrolan. Tapi mungkin ada ibu-ibu di luar sana yang memang lagi galau soal kapan mau hamil anak kedua. Mau sekalian repot apa nanti-nanti dulu nih?

Jika kamu memang sedang merencanakan untuk hamil lagi, ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan. Selain dari segi kesehatan, kamu juga perlu mempertimbangkan dari segi kesiapan ibu dan si kecil menerima bayi lagi. Nah, biar jadi bahan pertimbangan bersama suami, kali ini Hipwee Young Mom akan sedikit memberikan gambaran plus minus jarak usia anak berdekatan atau agak berjauhan. Simak yuk!

1. Jarak usia 1 tahun atau kurang. Banyak yang memilih ini dengan alasan sekalian aja repotnya~

Credit: Pexels via www.pexels.com

Plus:

Advertisement

+ Jarak usia yang setahun atau kurang biasanya dianggap ibu lebih ‘mudah’, karena biar repot dan capeknya sekalian di awal, nanti kalau sudah besar lebih santai

+ Ibu masih ingat betul segala proses kehamilan dan cara merawat si bayi baru lahir

+ Barang-barang si kakak masih tergolong ‘baru’ untuk dilungsurkan ke adik

Minus

– Kesiapan fisik ibu kadang masih belum pulih 100%

– Sangat rentan memicu ibu stres, kelelahan bahkan mengalami depresi jika kesehatan fisik dan mental tak dikelola baik

2. Jarak usia 2-4 tahun bisa dibilang merupakan usia yang cukup ideal kalau mau nambah anak lagi. Tapi tetap ada risikonya…

Credit: Pexels via www.pexels.com

Plus

+ Biasanya tubuh ibu sudah lebih siap untuk hamil dan melahirkan anak lagi

+ Anak pertama sudah mulai mandiri

+ Barang-barang si kecil masih tergolong cukup ‘baru’ untuk dilungsurkan ke adiknya. Nggak kelamaan di gudang~

Minus

– Jarak anak yang cukup dekat dapat memperbesar risiko sibling rivalry atau persaingan antar saudara

– Butuh waktu agak lama sampai si kecil dan adiknya bisa bermain bersama-sama

3. Jarak usia di atas 5 tahun akan memberi waktu ibu fokus dengan anak pertama lebih lama. Tapi hati-hati, mungkin saja ini yang bakal ibu alami nanti

Credit: Pexels via www.pexels.com

Plus

+ Karena si kakak sudah besar dan bahkan bersekolah, ibu bisa punya waktu lebih banyak bersama si bayi baru lahir

+ Kakak mulai bisa membantu ibu menjaga adiknya

+ Secara fisik, tubuh ibu sudah sangat siap untuk hamil lagi

Minus

– Karena jeda yang lama, ibu mungkin akan sedikit kagok mengurus bayi baru lahir

– Jarak usia anak yang cukup jauh akan membuat anak punya minat dan pola bermain yang jauh berbeda

Menambah anak memang bakal jadi urusan pelik kalau kamu pikirkan berlebihan. Sebenarnya patokannya sih susah-susah gampang, yaitu pada kesiapan orang tua itu sendiri karena kondisi keluarga tentu berbeda-beda. Selain siap secara fisik, mental, kesiapan secara finansial juga sangat perlu dimatangkan. Nggak ada teori pasti kapan idealnya ibu hamil lagi, namun para ahli menyarankan setidaknya beri jeda 18-24 bulan tiap kehamilan aga tubuh ibu bisa pulih sepenuhnya. Semoga pertimbangan dari Hipwee Young Mom ini dapat memberikan insight tambahan buat papa dan mama yang lagi galau anak kedua ya~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE