4 Ungkapan Manis yang Justru “Jebakan” bagi Masa Depan Anak. Simak Baik-Baik!

Kata-kata Manis Berdampak Negatif

Setiap orang tua pastinya selalu ingin memberikan pujian pada anak agar mereka lebih percaya diri. Hal tersebut memang tidak ada salahnya, asal apresiasi yang diberikan benar-benar nyata. Sebagai contoh, ketika anak menjadi juara kelas, maka wajar jika Moms mengatakan pada anak seperti ini, “kamu pintar Nak, Mama bangga”. Moms memberikan pujian kepada anak karena memang dia menjadi juara kelas dan itu nyata. Dengan begitu si anak juga bangga karena dia berprestasi dan layak mendapatkan pujian.

Advertisement

Yang harus Moms tahu, tidak semua pujian yang diberikan pada anak akan memberikan dampak positif di kemudian hari. Bahkan beberapa kata-kata manis yang dilontakan orang tua jusru memberikan dampak yang buruk khususnya saat dia sudah beranjak dewasa nanti. Moms pastinya tidak ingin sang anak punya sifat terlalu percaya diri hanya karena kesalahan orang tua dalam memberikan pujian atau sekadar kata-kata manis yang berlebihan. Seperti apa contohnya?

1.”Kamu adalah anak perempuan mama yang paling cantik/ganteng dan sempurna”

Photo by Mathilde Langevin on Unsplash

Tanpa sadar, Moms pastinya pernah melontarkan kata-kata tersebut khususnya saat sedang berdua sama anak. Namun ternyata, hal itu berdampak buruk lo Moms. Hal ini juga didasarkan pada sebuah penelitian dari Psychological  Science, mengumbar kata-kata sempurna membuat anak terlalu percaya diri. Dengan begitu, anak akan selalu menganggap dirinya paling sempurna.

2.”Mama yakin kamu bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan”

Photo by Paige Cody on Unsplash

Beberapa orang tua mungkin menganggap kata-kata tersebut merupakan wujud support orang tua ke anak. Tetapi juga bisa membuat anak mendapatkan sesuatu dengan cara-cara yang merugikan orang lain. Psikolog Erica Reishcher juga pernah menuliskan bahwa, “Memberitahu anak-anak bahwa mereka dapat melakukan apa saja – apakah didorong oleh imajinasi atau kerja keras – mengaburkan peran penting peluang dalam kesuksesan.

Advertisement

Realitasnya, tidak setiap anak yang ingin menjadi ahli bedah dapat menjadi ahli bedah, bahkan jika mereka bekerja keras untuk itu.”

3.”Semangat ya Nak, Mama yakin pasti kamu mendapatkan nilai yang bagus”

Photo by quokkabottles on Unsplash

Semua orang tua pasti sangat senang ketika anaknya berprestasi. Akan tetapi, berprestasi tidak harus diukur dengan nilai yang bagus. Maksud dari orang tua melontarkan kata-kata seperti itru sebenarnya adalah bentuk dorongan untuk anak. Namun di sisi lain, anak merasa tertekan karena dituntut untuk selalu mendapatkan nilai yang bagus agar tidak mengecewakan orang tuanya.

4.”It’s okay, nggak usah sedih dan nggak usah takut, Nak”

Advertisement

Photo by Xavier Mouton Photographie on Un

Pada dasarnya, yang namanya anak-anak wajar jika merasa sedih maupun takut. Kesalahan orang tua ketika anaknya sedih atau takut adalah mengatakan, “It’s okay, nggak papa nak”. Ini hanya akan membuat anak merasa lega sementara. Yang benar adalah, Moms harus bisa mengelola perasaan anak ketika mereka merasa takut atau sedih. Hindari menyangkal apa yang dirasakan anak ya Moms. Bagi anak, rasa sedih, kecewa dan takut adalah hal yang nggak perlu disangkal.

Tidak ada salahnya memberikan kata-kata manis berupa pujian untuk anak. Hal tersebut memang akan membuat anak merasa senang. Namun perlu dilihat dari kondisi apakah nantinya berdampak bagus untuk pertumbuhan anak atau malah justru buruk. Mulai sekarang, Moms harus tahu kalau kata-kata manis seperti di atas hanya akan berdampak buruk pada anak. Semoga bermanfaat ya, Moms!

Follow Mamin di Instagram @hipweeyoungmom atau gabung ke Support Group di Whatsapp juga yuk. Media curhat yang fun, menghadirkan konten-konten inspiratif dan terpercaya buat para moms #KarenaSemuaIbuBerhakBahagia
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A professional Overthinker.

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE