Ini Alasan Ilmiah Kenapa Bau Bayi Selalu Super Enak dan Bikin Ketagihan. Uwh, Gemas!

kenapa bau bayi enak

Pernah merasa heran nggak, kenapa cium-ciumin bau bayi tuh enak banget?

Advertisement

Bukan cuma orang tuanya saja, biasanya para kerabat dan teman-teman yang menjenguk pun bakal ketagihan dan sepakat betapa nikmat dan bikin ketagihannya bau tubuh dan mulut bayi itu. Hayo, pasti kamu pun suka banget kan cium-ciumin bau bayi, dengan atau tanpa tambahan aroma minyak telon? Hehe.

Faktanya, bau bayi secara ilmiah memang bisa banget bikin ketagihan. Nggak cuma karena faktor ada minyak telon, tapi juga karena hal-hal seperti yang Hipwee Young Mom jabarkan berikut ini. Kalau penasaran, simak ulasannya berikut ini sampai habis ya!

1. Bau bayi yang enak dan khas itu ternyata bisa terjadi karena faktor-faktor ilmiah seperti kelenjar keringat bayi itu sendiri

Wanginya sampai ke otak! via www.romper.com

Dilansir dari laman Hello Sehat, dalam sebuah studi yang diterbitkan pada jurnal Frontiers in Psychology, para peneliti mengamati reaksi orang saat mencium bau tubuh bayi yang baru lahir. Hasilnya menunjukkan bahwa wangi khas tersebut tak hanya menarik perhatian orangtuanya saja tetapi orang di sekitarnya pun turut menyukai aroma tubuh bayi.

Advertisement

Nah, dari penelitian tersebut bisa disimpulkan bahwa aroma tubuh bayi memang disukai banyak orang dan bukan orang tuanya saja. Kenapa demikian? Baca terus ya!

2. Ternyata, aroma nyaman yang bikin ketagihan itu berasal dari bahan kimia yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat bayi. Tapi, ada batas usia tertentu juga lo

Betah deh cium-cium bau bayi via www.romper.com

Bukan sembarang bau, ternyata ada beberapa teori lo yang menjelaskan tentang hal ini. George Preti, PhD, seorang ahli kimia analitik di Monell Chemical Senses Center, menjabarkan alasannya nih.

Advertisement

“Aroma khas itu berasal dari bahan kimia yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat bayi,” jelasnya sebagaimana dilansir dari laman Women’s Health Magazine

George Preti, PhD pun menjelaskan bahwa biasanya, bahan kimia tersebut dapat bertahan hingga 6 minggu karena aroma khas dari tubuh bayi akan mulai berubah ketika metabolisme dalam tubuhnya juga mengalami perubahan, seiring dengan makanannya yang kini berasal dari ASI atau susu formula dan bukan lagi tali plasenta.

3. Ada pula teori yang menyebutkan bahwa bau khas bayi berasal dari vernix caseosaApa itu?

Bikin ketagihan! via www.todaysparent.com

Selain dari kelenjar keringat bayi, ada teori lain menyebutkan bahwa bau khas pada bayi berasal dari vernix caseosa, yaitu zat yang mirip keju berwarna keputihan yang melapisi kulit bayi pada saat baru dilahirkan. Nah, katanya walaupun tubuh bayi yang baru lahir akan dibersihkan, baunya bisa melekat dengan kuat pada rambut dan kulit bayi.

4. Bukan cuma sekadar memberikan kesenangan pada siapa yang mencium aromanya, ternyata aroma enak pada bayi itu juga bermanfaat untuk meningkatkan bonding ibu dan anak lo!

Uwuwuw via thebabygrow.com

Tanpa kamu sadari, aroma sangatlah kuat pengaruhnya pada otak. Pasalnya, aroma memiliki saraf tersendiri di hidung dan jalur khusus yang bisa langsung tersalurkan ke otak. Itulah mengapa, bau tubuh bayi dapat menimbulkan rasa senang. Pasalnya,  berdasarkan studi yang sama, bau bayi diketahui dapat mengaktifkan bagian tertentu pada otak dan meningkatkan ikatan antara bayi dengan sang ibu.

5. Selain meningkatkan ikatan orang tua dan anak, mencium aroma bayi juga bisa membuat mood lebih baik. Ini nih kenapa, mama bisa happy lagi meski lelah hanya dengan mencium bayinya

Lihatnya gemas, nyiuminnya apalagi! via www.pexels.com

Tak  hanya itu, dilansir dari laman The Smithsonian, mencium aroma khas dari tubuh bayi ternyata juga bisa merangsang otak untuk memproduksi dopamin lo. Dopamin adalah hormon pada otak yang bisa mengubah suasana jadi lebih baik, bahkan bikin ketagihan! Ini dibuktikan dengan hasil pencitraan MRI yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan skala kesenangan di otak.

Meskipun aroma tubuh bayi yang khas akan memudar, keringat yang dihasilkan tubuh bayi cenderung masih tak berbau. Pasalnya, para bayi kan belum mengonsumsi makanan yang menyebabkan bau badan, seperti bawang-bawangan.

Bayi pun belum banyak beraktivitas di alam bebas sehingga produksi keringat belum banyak. Kotoran yang menempel di tubuh bayi pun cenderung belum banyak jumlahnya sehingga jelas nggak bikin bau badan layaknya anak-anak yang sudah lebih besar.

6. Satu lagi nih, yang suka bikin para ibu ketagihan. Bau mulut bayi! Katanya sih, enak dan bikin senang juga buat nguyel-nguyel si kecil terus

Uwuwu gemas~ via www.pexels.com

Dilansir dari laman Kumparan, Dr. Harold Katz, ahli bau mulut sekaligus pendiri The California Breath Clinics dan pengembang TheraBreath mengungkapkan bahwa bayi memang jarang punya masalah mulut seperti halitosis (bau mulut tak sedap). Bayi pun jarang mengalami gingivitis atau peradangan gusi karena mereka belum punya gigi. Pasalnya, jika sudah punya gigi, sisa makanan mudah menempel pada gigi sehingga terbentuk plak yang bisa membuat gigi membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap.

7. Bukan cuma karena belum punya gigi, tapi juga karena ASI yang si bayi konsumsi. Sekompleks itu juga ternyata alasan di balik bau mulut bayi itu enak~

Baunya enak banget! via www.sheknows.com

Bukan cuma karena masih belum punya gigi, bau mulut enak bayi juga disebabkan ASI yang ia konsumsi mengandung sel imun yang disebut fagosit. Nah, fagosit dapat membasmi bakteri dalam mulut yang menyebabkan bau tak sedap. Oleh karena itu, bayi yang minum ASI punya bau mulut lebih yang lebih wangi dibandingkan bayi yang sudah minum susu formula. Selain itu, bayi juga memproduksi banyak air liur yang membuat mulutnya selalu lembap. Kelembapan mulut, secara alami juga membatasi pertumbuhan bakteri.

Jadi, sudah nggak heran dan bertanya-tanya lagi kan kenapa kamu dan semua orang di sekeliling kamu selalu senang dan excited menciumi aroma bayi baru lahir? Belum lagi ditambah aroma minyak telon yang semerbak di seluruh kamar bayi. Uwh!

Tapi ingat, jangan pernah membiarkan orang lain cium-cium bayimu sembarangan agar nggak tertular penyakit berbahaya ya!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE