“Mama, Papa! Lagi main kuda-kudaan yaa? Aku ikut!”

Jedeeer! Mungkin rasanya bakal kayak tersambar petir ketika kamu atau pasangan kepergok si kecil sedang asyik ‘bertempur’ di ranjang dalam keadaan tanpa busana. Entah saat si kecil terbangun tengah malam, atau setelah menikah dan punya anak batita, terlebih kalau masih harus tidur sekamar, urusan ‘ena-ena’ bisa jadi sedikit runyam.

Menginjak usia 2 tahun, anak akan cenderung lebih kritis dan sudah mampu bertanya-tanya, “Mama papa aku sedang apa nih?” dalam hati. Untukmu yang belum mengalami atau pernah mengalami dan bingung harus berbuat apa saat si kecil tiba-tiba memergoki kamu dan pasangan sedang berhubungan intim, simak baik-baik ulasannya berikut ini ya!

Kehidupan seks memang sebaiknya dimanajemen dengan baik agar nggak sampai dipergoki anak. Namun jika sudah terlanjur jangan panik apalagi menjadikannya bercandaan seperti ini

Sudah terlambat jika anak sudah memergokimu dan pasangan bercinta karena sebenarnya hal semacam ini dicegah dan tidak sampai terjadi. Namun jika ternyata kamu dan pasangan lalai dan anak sudah terlanjur memergoki, berusahalah untuk tidak panik. Tetap tenang dan segera berpakaian seperti biasa dan beri pengertian kepada anak, bahwa orang tuanya baik-baik saja dan tidak sedang saling menyakiti seperti yang dipikirkannya. Jangan heboh dan panik karena bisa membuat anak makin kaget dan takut. Tapi jangan dijadikan bercandaan juga seperti video yang viral ini ya!

Beda kasus jika anakmu masih bayi karena dilansir dari laman The Asian Parent Indonesia, bayi yang masib beberapa bulan masih belum bisa memproses apa yang dilihatnya sehingga hal tersebut belum berarti apa-apa baginya.

Kepada anak yang masih balita, berikan pengertian sederhana bahwa apa yang orang tuanya sedang memiliki momen pribadi dan tak sedang saling menyakiti

Operasi senyap via www.parents.com

Saat memergoki orang tuanya bercinta, anak cenderung berpikir ayah atau ibunya sedang saling menyakiti. Oleh karena itu, berikan pemahaman pada anak bahwa ibu dan ayah saling menyayangi dan tidak saling menyakiti. Cukup jelaskan sampai di situ, kecuali anak punya pertanyaan lainnya.

Dilansir dari laman Hai Bunda, ayah atau ibu juga bisa memberitahu anak bahwa orang tuanya sedang ‘main gulat’, kemudian segera alihkan perhatian anak pada hal lain. Biasanya sih langsung lupa.

Jika anak yang memergokimu sudah masuk usia TK – SD, si anak akan cenderung lebih punya rasa ingin tahu. Namun jika si anak enggan membahasnya, simpan penjelasanmu untuk lain waktu

Alihkan perhatiannya via www.pexels.com

Anak pada usia ini umumnya sudah memiliki rasa ingin tahu tentang seksualitas. Tapi kamu bisa memberikan penjelasan yang sama seperti saat mereka masih balita dan mengalihkan perhatian mereka pada hal lain karena biasanya si anak masih sedikit syok dan tak suka membahasnya lebih dalam lagi. Tapi sebaiknya hindari membohongi anak ya, karena lebih baik mengatakan sesi ‘ehem’ tersebut sebagai sesi unjuk kasih sayang ayah dan ibu SETELAH menikah.

Jika kamu tetap tenang, harusnya tak ada dampak yang cukup berbahaya pada si anak, namun sebaiknya jangan sampai terulang lagi ya! Untuk mencegah hal ini, sebaiknya ajari anak sejak dini untuk selalu mengetuk pintu saat akan masuk ke kamar. Pun jika merasa ‘terpaksa’ bercinta di kamar yang sama karena masih tidur sekamar, baiknya pintar-pintar mencari momen yang pas atau paling bijak sih bercinta di ruangan rumah yang lain (kamar mandi, mungkin?). Ingat, lain kali jangan lupa mengunci pintu ya, Moms~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya