6 Kesalahan Orang Tua Asia dalam Mengasuh Anak. Baca Dulu, Biar Tak Melakukan Juga Nantinya!

kesalahan mendidik orang tua

Dalam membesarkan anak, orang tua kebanyakan ingin memberikan yang terbaik bagi mereka. Namun, kadang-kadang cara yang dilakukan tak selalu benar atau memiliki pengaruh yang baik nantinya. Karena yang biasa dilakukan hingga dianggap benar menurut orang tua, ternyata tak selamanya memang benar lo.

Advertisement

Di Asia sendiri ada beberapa hal yang dianggap biasa dalam mendidik dan membesarkan anak sehingga dilakukan terus menerus oleh orang tua. Padahal hal ini bisa jadi merupakan hal yang kurang tepat. Kita cek yuk beberapa di antaranya!

1. Orang tua di Asia biasanya akan menekan anaknya untuk mendapatkan pekerjaan-pekerjaan yang bisa jadi bukan sesuatu yang sebenarnya disukai si anak

Kalau gede jadi dokter via www.istockphoto.com

Termasuk mungkin banyak juga di Indonesia, orang tua yang meminta anaknya untuk memilih pekerjaan yang sebenarnya bukan sesuai keinginan si anak seperti menjadi dokter, bekerja di bank, atau menjadi pengacara. Padahal bisa jadi mereka ingin menjadi atlet, penulis, atau bahkan pengusaha.

2. Kebanyakan masih juga berharap sang anak untuk mencapai apa yang mereka inginkan. Harapan ini kadang terlalu tinggi

Harus pintar via making-the-web.com

Banyak orang tua yang menginginkan anaknya menjadi juara di kelas sehingga alih-alih memberikan waktu untuk beristirahat atau bermain, mereka malah akan menyuruh sang anak untuk selalu belajar setiap waktu demi tercapainya ekpektasi mereka.

Advertisement
3. Masih juga ada yang terlalu banyak mengritik atau menghukum saat si anak tidak mendapatkan hasil sesuai keinginan orang tua

Jelek sedikit dihukum via www.asiaone.com

Anak-anak yang dibesarkan di lingkungan yang suportif biasanya akan menjadi anak yang lebih berhasil ketimbang yang dibesarkan dengan penuh hukuman saat ekspektasi orang tua tak terpenuhi. Nyatanya, hal ini ternyata masih banyak ditemui lo.

4. Pendidikan akademis merupakan hal yang sangat penting bagi orang tua di Asia. Hal ini dianggap sebagai kunci menuju kesuksesan

Kalau mau sukses ya belajar via www.shutterstock.com

Mendapatkan sekolah terbaik mungkin membuat seseorang satu langkah lebih dekat dengan kesuksesan, tapi hal ini tidak selalu menjadi jaminan bahwa kamu akan benar-benar mendapatkan kesuksesan karena hal tersebut masih dipengaruhi faktor lain seperti keahlian dan kepribadian yang dimiliki.

5. Orang tua di Asia kebanyakan masih mendengarkan apa yang dipikirkan orang lain. Hal ini akhirnya mempengaruhi keputusan yang akan diambil

Banyak mendengarkan kata orang lain via variety.com

Selain untuk mendapatkan kesuksesan di masa mendatang, orang tua di Asia akan memasukkan anaknya ke sekolah favorit demi bisa dibanggakan kepada teman-temannya karena merasa penilaian dari orang lain merupakan sebuah hal yang penting.

6. Orang tua yang memiliki pemikiran kaku dan tidak fleksibel akhirnya bisa saja menurun ke anaknya. Hal ini termasuk dalam memandang kesuksesan

Definisi suksesnya tergantung orang tua via www.thestar.com

Karena ditanamkan secara terus menerus dan memiliki pandangan yang sama dengan banyak orang akan suatu hal, akhirnya pemikiran-pemikiran tersebut juga ikut menurun. Salah satunya dalam hal memandang kesuksesan dalam bidang akademis maupun setelahnya.

Meskipun memiliki maksud yang baik, namun jika caranya yang salah, hal ini dapat membuat hasil yang tak begitu baik. Mungkin anak-anak akan meraih kesuksesan nantinya, tapi bisa jadi akan ada gangguan pada psikologisnya jika orang tua lebih money-oriented daripada mementingkan passion, apalagi jika hingga menggunakan kekerasan dan penuh tekanan untuk mendapatkannya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE