5 Kesalahan Penggunaan Tisu Basah yang Sering Diabaikan. Dampaknya, Bisa Iritasi Parah!

Kesalahan saat menggunakan tisu basah

Tisu basah menjadi barang wajib dimiliki bagi sebagian orang. Terutama bagi para Moms yang punya anak kecil. Penggunaan tisu basah juga nggak terbatas untuk anak-anak saja, orang dewa pun sering mengandalkan tisu basah. Selain praktis karena nggak perlu air untuk membersihkan sesuatu, tisu basah juga diandalkan karena memiliki wangi yang segar.

Advertisement

Sayangnya, masih banyak yang nggak memerhatikan penggunaan tisu basah dengan baik. Meski praktis dan efisien, tisu basah juga menyimpan bahaya dan kegunaan khusus yang jarang sekali diperhatikan penggunanya. Apakah Moms termasuk selektif dalam menggunakan tisu basah? Cek yuk, apa saja kesalahan dalam penggunaan tisu basah!

Terlalu mengandalkan tisu basah untuk membersihkan banyak permukaan. Dari mulai tangan hingga alat makan, padahal lebih baik dibersihkan dengan air mengalir lo, Moms!

Gunakan tisu basah jika terdesak, lebih baik membersihkan pakai air | Photo by Rawpixel via www.freepik.com

Meski tisu basah mengandung antiseptik, tapi tetap nggak bisa membunuh kuman dan bakteri secara menyeluruh. Bahkan, bukannya kuman hilang Tisu basah bisa membuat kumat semakin menempel pada tangan. Meski mengandung air pun tisu basah tetap nggak bisa menggantikan cuci tangan dengan air. Alangkah lebih baik jika tisu basah digunakan saat mendesak misalnya dalam perjalanan dan saat berada di tempat yang sulit mendapatkan air. Jika di rumah, usahakan Moms nggak terlalu mengandalkan tisu basah ya, lebih baik menggunakan air mengalir.

Kurang jeli memilih kandungan bahan dalam tisu basah. Banyak tisu basah yang nggak cocok untuk kulit sensitif, apa lagi kulit anak-anak

Cek dulu kandungan bahannya ya Moms| Photo by Comzeal via id.depositphotos.com

Teliti sebelum membeli perlu banget Moms terapkan saat memilih tisu basah. Cermati kandungan bahannya dan pastikan aman untuk kulit sensitif. Banyak sekali merek tisu basah yang menggunakan pengawet aman, tapi nggak baik untuk jenis kulit sensitif. Misalnya Sodium Lauryl Sulfate (SLS/SLES). Dilansir dari Sustaination, SLS memang digunakan pada produk yang memiliki sifat membersihkan dan efektif untuk mengangkat kotoran dan minyak.

Advertisement

Zat SLS ini aman digunakan pada tubuh, tapi sifatnya sementara atau harus dibilas misalnya sabun, sampo dan pasta gigi. Pada penggunaan yang menetap, SLS bisa menimbulkan iritasi ringan dan sedang pada kulit sensitif. Selain SLS, Moms juga perlu mewaspadai paraben atau zat yang mencegah pertumbuhan jamur, ada juga alkohol, Methylisothiazolinone dan Propylene Glycol yang bisa menyebabkan kulit kering.

Menggunakan tisu basah untuk membersihkan make up atau kotoran di wajah. Awalnya sih bersih, tapi bisa berisiko menyumbat pori-pori!

Tisu basah biasa nggak baik untuk membersihkan wajah | Photo by VGeorgiev via id.depositphotos.com

Tisu basah biasa nggak direkomendasikan untuk membersihkan wajah. Biasanya ada tisu basah khusus untuk wajah yang memang memiliki formula khusus untuk membersihkan riasan. Jika membersihkan wajah menggunakan tisu basah biasa, kotoran wajah nggak bisa terangkat dengan sempurna, akibanya bisa menimbulkan iritasi. Dilansir dari Klik Dokter, tisu basah biasa bisa menyebabkan kulit kering, mengurangi efektifitas skincare, memunculkan garis halus, dan berbahaya untuk kulit sekitar mata.

Menyeka luka atau kulit iritasi menggunakan tisu basah. Bukannya luka jadi kering, yang ada bisa tambah iritasi!

Membersihkan luka menggunakan tisu basah bisa menyebabkan iritasi makin parah | Photo by Velv@list via id.depositphotos.com

Selain untuk membersihkan tangan dan benda kotor, tisu basah juga sering digunakan untuk menyeka luka sebelum mengobatinya. Tujuannya supaya bersih dari bahteri dan aman ditetesi obat luar. Padahal beberapa tisu basah mengandung pengawet Methylisothiazolinone (MI). Dilansir dari Alodoc, Methylisothiazolinone merupakan pengawet yang aman pada produk pembersih, tapi memiliki efek samping bisa menyebabkan iritasi jika digunakan tanpa dibilas.

Membiarkan kemasan tisu basah terbuka atau tanpa menutup kemasan dengan rapat bisa membuat tisu basah menjadi kering dan terkontaminasi bakteri

Credit: freepik.com via www.freepik.com

Semua kemasan tisu basah dari berbagai merek pasti dilengkapi dengan penutup yang bisa dibuka tutup berulang kali. Namun, seringnya Moms lupa untuk menutupnya lagi setelah mengambil isinya. Selain tisu cepat kering, kemasan yang nggak terteup sempurna juga mengakibatkan masuknya bakteri dan jamur ke dalam wadah tisu basah. Hal ini mengakibatkan tisu basah ngga higienis, apalagi jamur mudah berkembang di media yang lembab.

Nah, setelah mengetahui kesalaha dalam pengunaan tisu basah ini, Moms jadi lebih hati-hati dan bijak menggunakan tisu basah ya. Teliti juga kegunaan tisu basah yang biasanya tertera dalam kemasan. Karena tisu basah khusu bayi pun ada yang khusus untuk membersihkan bekas popok dan ada yang khusus untuk membersihkan tangan dan mulut bayi.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE