5 Tahapan Ketakutan Anak Sesuai dengan Usia. Tambah Umur, Jadi Beda juga Penyebabnya

ketakutan anak sesuai usia

Menangis, merengek, hingga tak mau pisah dari orang tua, seringkali dilakukan si kecil. Ternyata salah satu hal yang menyebabkan hal ini terjadi adalah ketika anak-anak tersebut merasa cemas atau ketakutan. Banyak hal yang menyebabkan rasa takut pada anak-anak muncul, mulai dari suatu keadaan tertentu yang membuatnya merasa terancam hingga adanya keberadaan objek tertentu yang membuatnya merasa terganggu. Akan tetapi, dengan adanya rasa ini, si kecil justru bisa lebih waspada dan tahu cara bereaksi lo.

Advertisement

Ternyata, rasa takut ini pun mengalami perkembangan juga lo. Hal-hal yang ditakutkan si kecil ternyata akan berubah seiring usianya bertambah. Nah, berikut ini ketakutan anak sesuai dengan usianya, yuk simak selengkapnya!

1. Ketika baru lahir hingga usianya 6 bulan, bayi biasanya masih mudah kaget dengan suara keras dan hal inilah yang membuatnya takut

Selain itu, dilansir dari School of Parenting, bayi juga takut jika kehilangan kontak fisik, pendengaran, atau visual dengan orang dewasa yang berada di dekatnya. Hal ini terjadi karena bayi belum mengetahui bahwa ketika seseorang meninggalkannya maka ia akan kembali lagi nantinya. Dilansir dari Parents, bayi juga akan lebih memilih berada di dekat orang tua atau orang yang sudah familiar dibandingkan dengan orang asing yang tiba-tiba datang.

2. Belum beda jauh dengan ketakutannya di usia sebelumnya, anak berusia 7 sampai 12 bulan akan merasa takut dengan orang asing dan suara yang keras

Dilansir dari Mother.ly, di usia ini maka anak sudah mengetahui bahwa ketika ia menangis maka akan ada seseorang yang menghampiri. Sehingga si kecil juga akan tergantung pada jumlah kecil orang yang dianggapnya sebagai ‘penjaga utama.’ Selain orang tersebut, ia akan menganggap orang lain adalah orang asing yang membuatnya merasa malu. Mereka juga masih merasa takut ketika ada objek yang muncul tiba-tiba dan suara keras yang membuatnya kaget.

Advertisement

3. Memasuki usia 1 hingga 2 tahun, selain takut berpisah dengan orang tua, anak-anak juga mulai takut dengan ruangan gelap

Takut gelap/ Credit: jes2ufoto on Freepik via www.freepik.com

Anak-anak masih takut berpisah dengan orang tua di usia ini dan berlanjut sampai usianya 6 tahun. Ketika merasa takut dan mendengarkan suara keras, mereka juga masih akan ketakutan. Pada usia 2 tahun, anak-anak akan mulai takut terhadap binatang atau benda yang besar dan juga ruangan yang gelap. Karena sudah nyaman dengan adanya rutinitas serta struktur tertentu maka jika ada sebuah perubahan yang terjadi, mereka akan merasa ketakutan.

4. Karena daya imajinasi yang sudah berkembang maka anak-anak berusia 3 sampai 4 tahun mulai takut dengan monster dan sejenisnya

Takut monster/ Credit: arrow_smith2 via www.freepik.com

Bersamaan dengan berkembangnya otak si kecil, maka di usia ini mereka mulai menjadi sosok yang imajinatif. Mimpi yang mereka alami juga terlihat semakin jelas seperti adanya kemunculan monster atau objek menyeramkan yang lainnya. Maka dari itu, mereka mulai merasa takut dengan binatang, topeng, hingga ruangan gelap. Akan tetapi, di masa ini mereka sudah mulai menjadi sosok yang ‘mandiri’ dan ingin melakukan banyak hal sendirian.

5. Dengan seringnya anak-anak bermain dan mengalami kesakitan fisik, mereka juga mulai takut akan perasaan ini di usia 5 sampai 6 tahun

Advertisement

Takut terluka/ Credit: @user6014584 on Freepik via www.freepik.com

Mulai usia 5 tahun sampai 6 tahun, anak-anak akan takut merasakan sakit secara fisik dan dengan orang jahat. Mereka juga mulai ketakutan akan adanya hantu atau sesuatu yang tak terlihat lainnya. Pun suara keras yang ditimbulkan oleh petir juga membuat mereka ketakutan.

Ternyata ketakutan-ketakutan juga berkembang sesuai usia anak. Akan tetapi, orang tua bisa membantu mereka mengatasi hal ini dengan beberapa cara seperti bonding, ‘bermain’ dengan rasa takut tersebut dengan cara menyesuaikan diri, dan yang terakhir adalah mendengarkannya bercerita sambil menangis.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE