6 Manfaat Menyusui untuk Fisik dan Mental Ibu. Siapa Bilang Cuma Bermanfaat untuk si Bayi?

manfaat menyusui untuk ibu

Selama dalam kandungan, bayi mendapatkan makanannya melalui darah ibu yang kemudian diberikan melalui plasenta. Setelah lahir, makanan dan berbagai nutrisi untuk bayi diberikan dalam bentuk ASI. Menyusui selain menjadi insting dasar seorang ibu juga memiliki berbagai manfaat untuk bayi. Makanya, menurut anjuran WHO, bayi sebaiknya diberikan ASI secara eksklusif sekurang-kurangnya selama enam bulan. Akan tetapi, jika selama ini hanya manfaat untuk si kecil yang ditekankan seperti demi terpenuhi nutrisi, menyalurkan antibodi, hingga membuat mereka lebih cerdas, jarang yang membahas manfaatnya untuk ibu.

Advertisement

Padahal ternyata ibu tak hanya menyalurkan manfaat bagi si kecil, tetapi juga sedang mendapatkan manfaatnya untuk diri sendiri selama menyusui. Lalu, apa saja manfaat-manfaat tersebut? Simak yuk penjelasannya di bawah ini!

1. Walau kadang mungkin pegal, ternyata menyusui dapat melepaskan hormon yang membuat ibu bahagia lo

Senyum-senyum sendiri/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Dilansir dari laman Healthy Children, menyusui dapat menimbulkan perasaan bahagia pada ibu karena pengalaman secara fisik maupun emosional. Hal ini terjadi karena adanya pelepasan hormon prolactin yang dinilai bisa menimbulkan rasa damai serta sensasi rileks dan fokus terhadap anak serta hormon oxytocin yang menimbulkan rasa cinta yang kuat antara ibu dan bayi.

2. Mungkin banyak yang bercerita bahwa nafsu makan ibu menyusui bertambah, tapi ternyata menyusui itu sendiri bisa menurunkan berat badan

Lebih sering makan/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Dilansir dari Healthline, menyusui bayi akan membuat ibu membutuhkan kalori tambahan sekitar sebesar 500 kalori setiap hari karena kondisi hormon yang berubah yang meningkatkan nafsu makan. 3 bulan pertama setelah melahirkan mungkin bobotnya bertambah tapi setelah 3 bulan hingga 6 bulan, para ibu menyusui akan lebih merasakan pembakaran lemak yang meningkat.

3. Rahim yang melebar selama kehamilan hingga persalinan lebih cepat mengencang jika ibu menyusui bayi

Sebelumnya sebesar pir/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Rahim awalnya hanya sebesar buah pir, namun selama kehamilan ia akan melebar hingga memenuhi abdomen. Untuk kembali ke bentuk awalnya maka akan ada proses involusi yang memerlukan hormon oxytocin. Seeperti yang dikatakan sebelumya, hormon ini muncul selama menyusui sehingga proses mengembalikan rahim ke bentuk semula akan lebih cepat terjadi.

4. Menyusui ternyata juga dapat mengurangi risiko terjadinya beberapa penyakit yang mungkin muncul pada ibu

Bebas penyakit/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Masih dari Healthline, menyusui ternyata merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko terjadinya kanker dan beberapa penyakit yang lain. Para ibu yang menyusui lebih dari 12 bulan selama hidup 28% lebih sedikit kemungkinan terkena risiko dua kanker tersebut. Mereka yang menyusui selama 1 sampai 2 tahun juga memiliki 10-15% lebih rendah risiko darah tinggi, arthitris, diabetes tipe 2, dll.

5. Menyusui ternyata juga bisa dijadikan alat untuk menunda kehamilan dengan cara menunda terjadinya menstruasi

Menunda kehamilan/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Menyusui secara eksklusif dapat menunda periode menstruasi ibu yang akhirnya dapat memperpanjang waktu antar kehamilan. Syaratnya adalah bayi menyusu di siang dan malam hari dan bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Akan tetapi, hal ini tidak bisa 100% diandalkan sebagai upaya pencegah, kehamilan namun ibu bisa menggunakannya untuk lebih menikmati masa bersama si kecil.

Advertisement

6. Menyusui juga bisa mengurangi risiko ibu terkena postpartum depression yang selama ini jadi momok menakutkan

PPD/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Dilansir dari Today’s Parents, beberapa riset mengungkapkan bahwa menyusui dapat mengurangi risiko seorang ibu terkena depresi pasca melahirkan. Sebuah studi di International Journal of Psychiatry in Medicine menemukan bahwa perempuan yang menyusui pada 4 bulan pertama kehidupan bayi akan lebih terhindar dari depresi ini. Akan tetapi, hal ini mungkin lebih sulit dilakukan oleh ibu yang sudah terkena depresi sesaat setelah melahirkan.

Walaupun memiliki berbagai manfaat, menyusui mungkin kadang jadi hal yang melelahkan. Makanya dukungan dari orang terdekat akan sangat penting bagi ibu di masa-masa ini. Kini, setiap tanggal 1 sampai 7 Agustus, World Beastfeeding Week atau Pekan Menyusui terus diperingati. Yuk manfaatkan momen ini untuk menghibur, menyemangati dan memeluk para ibu menyusui, karena dukunganmu akan menjadi sangat berarti 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE