6 Fakta Seputar Plasenta untuk Ibu Hamil dan Janin. Wow, Menakjubkan Banget Ternyata!

manfaat plasenta kehamilan

Setiap kehamilan itu unik dan pengalamannya per individu berbeda. Yang sama adalah rata-rata prosesnya, dengan setiap perkembangannya yang menakjubkan; dimulai dari benih hingga menjadi sebuah individu mandiri saat sudah dikeluarkan dari rahim. Hal yang tak kalah menakjubkannya adalah saluran penghubung ibu dan si janin, yaitu plasenta. Sering dipandang ‘hanya’ sebagai penghantar nutrisi untuk si kecil, faktanya plasenta punya fungsi yang lebih luar biasa lo!

Advertisement

Kali ini Hipwee Young Mom ingin mengajak kamu para calon ibu dan ibu memahami betapa besar peran plasenta dalam setiap kehamilan. Apa saja fungsinya bagi ibu dan janin? Simak ulasannya berikut ini dilansir dari berbagai sumber ya!

1. Seperti yang kamu ketahui, plasenta merupakan penghantar utama nutrisi dari ibu ke janin dalam rahim

Credit: Pexels via www.pexels.com

Dilansir dari laman Mayo Clinic, plasenta merupakan organ yang berkembang di dalam rahim selama masa kehamilan.  Struktur organ ini menyediakan asupan oksigen dan nutrisi untuk perkembangan janin dan membuang limbah dari darah janin.

2. Plasenta menjadi kelenjar yang menghasilkan hormon yang penting untuk ibu selama masa kehamilan dan menyusui

Credit: Pexels via www.pexels.com

Nggak cuma jadi penghantar, ternyata plasenta juga berfungsi sebagai kelenjar penghasil hormon kehamilan lo. Selama hamil, plasenta melepaskan semua hormon penting yang membantu pertumbuhan bayi dan persiapan menyusui. Beberapa hormon penting yang dilepas adalah Human Chorionic Gonadotropin (hCG), progesteron, estrogen dan human lactogen placenta. Hormon tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aliran darah, merangsang pertumbuhan rahim dan jaringan PD, memperkuat lapisan rahim dan mempercepat metabolisme tubuh ibu.

3.  Plasenta berfungsi melindungi bayi dari infeksi. Penting banget lo ternyata!

Credit: Pexels via www.pexels.com

Di beberapa situasi, plasenta dengan kasus infeksi virus yang serius, plasenta mungkin tak bisa memberikan perlindungan yang efektif. Namun, pada beberapa kasus ringan, plasenta dapat membantu melindungi janin dari infeksi saat berada di dalam rahim. Ketika ibu hamil memiliki infeksi bakteri, plasenta diketahui dapat membantu melindungi bayi dari infeksi bakteri tersebut.

4. Plasenta berfungsi menyaring zat-zat yang berbahaya agar janin tetap sehat dan berkembang optimal

Credit: Pinterest via id.pinterest.com

Selain menyalurkan nutrisi, plasenta juga bertindak seperti ginjal yaitu menyaring darah untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dan zat buangan yang tak diperlukan. Karbon dioksida hasil buangan dari janin kemudian diteruskan ke aliran darah ibu hamil untuk kemudian dibuang oleh sistem peredaran tubuh.

5. Di dalam rahim, plasenta juga bertindak sebagai paru-paru untuk janin

Credit: motherandbaby via www.motherandbaby.co.uk

Selain makanan, plasenta juga menyuplai 100 % kebutuhan oksigen pada bayi. Plasenta mentransfer oksigen yang diperlukan bayi ke tali pusar untuk dialirkan ke aliran darah bayi. Jadi ketika ibu bernafas, ibu sedang bernafas untuk si kecil juga~

Advertisement

6. Plasenta juga berperan untuk menjaga imunitas bagi janin

Credit: Pexels via www.pexels.com

Tahukah kamu, bahwa antibodi IgG dapat melewati plasenta sehingga memberi perlindungan pada janin dalam kandungan. Penyaluran antibodi ini dimulai pada awal minggu ke-20 usia kehamilan, dan pada minggu ke 24. Nah, imunitas pasif ini tetap ada dalam tubuh janin selama beberapa bulan setelah kelahiran, sehingga memberi bayi baru lahir kekebalan humoral jangka panjang dari ibu hamil, untuk melindungi tubuh dari berbagai ancaman infeksi. Sayangnya antibodi lain seperti IgM tak bisa melewati plasenta sehingga beberapa infeksi yang didapat selama kehamilan bisa tetap berbahaya bagi janin.

Saking pentingnya peran plasenta pada kehamilan, nggak heran kalau di berbagai daerah berkembang tradisi yang menganggap plasenta sebagai hal yang sakral dan begitu dalam maknanya sehingga diperlakukan spesial. Kalau di daerahmu, ada perlakuan khusus nggak untuk plasenta pasca persalinan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE