5 Penyebab Anak Susah Tidur dan Bisa Membuat Ibunya Stres. Apa Aja, Ya?

Penyebab anak susah tidur

Di masa pertumbuhan, anak sering mengalami kondisi di mana ia susah tidur. Entah itu tidur siang maupun tidur malam. Tidur juga kadang menjadi rutinitas yang dihindari oleh anak karena alasan yang sulit Moms pahami. Kondisi seperti ini sering membuat anak kelelahan karena ia akan terus aktif bermain atau justru rewel. Nggak heran jika Moms juga kewalahan dan ikut kelelahan sendiri. Apakah Moms pernah mengalami hal ini?

Advertisement

Selain rewel, anak yang kurang tidur akan mudah lesu dan nggak bersemangat. Kurang tidur pada anak juga bisa memengaruhi  pola makannya. Maka jika dibiarkan terlalu lama, bisa menurunkan kesehatan anak. Saat anak kurang tidur, biasanya Moms menduga karena anak kelelahan atau kelaparan, tapi ada penyebab lain yang mungkin jarang dipahami oleh Moms. Yuk, Moms simak apa saja yang menjadi penyebab anak susah tidur. Sepele sih, tapi kadang kurang di sadari.

1. Selain kelelahan, kurang aktivitas juga membuat anak susah tidur lo. Tenaga yang masih banyak dalam tubuh membuat mereka nggak bisa tidur

Kurang aktivitas | Photo by Pavel via www.pexels.com

Tidur merupakan cara tubuh untuk mengembalikan energi. Jika energi yang tersimpan dalam tubuh masih banyak, maka otak memerintah tubuh untuk tetap terjaga karena belum memerlukan tambahan energi. Inilah sebabnya, anak yang kurang aktif bisa mengalami susah tidur.

Jika Moms merasa anak kurang beraktivitas, maka Moms bisa menyiasati dengan mengajak anak bermain sebelum tidur. Lakukan kegiatan fisik seperti seperti permainan lempar pola atau mengambil barang untuk menguras energi anak.

Advertisement

2. Permainan yang belum selesai sebelum tidur membuat anak terus terbayang dan akhirnyah susah tidur

Permainan yang belum selesai | Photo by Cottonbro via www.pexels.com

Moms biasanya sudah punya aturan jam tidur yang harus anak patuhi. Nggak jarang, saat jam tidur tiba anak sedang seru-serunya bermain. Jika Moms tetap memaksa anak untuk tidur, hal ini justru bisa membuat anak susah tidur lo. Lebih parahnya lagi anak jadi kecewa dan bisa memicu tantrum. Sebaiknya, Moms jangan memaksa anak. Tapi ajak anak untuk segera menyelesaikan mainannya. Beri pengertian bahwa waktu main sudah habis, dan anak bisa melanjutkan lagi setelah bangun tidur.

3. Screen time sebelum tidur membuat anak gelisah dan nggak mau tontonannya habis

Screen time | Photo by Photo Royalty via www.freepik.com

Kegiatan menonton TV dan bermain gadget beberapa saat sebelum jam tidur cenderung membuat anak susah tidur. Meski sudah mengantuk, anak sering menahan kantuknya demi tetap bisa menonton. Belum lagi sinar dari gadget sering membuat mata anak pedih dan membuatnya kurang nyaman. Jika hal ini terjadi, sebaiknya Moms membuat jadwal screen time lebih awal sebelum jam tidur. Moms bisa mengisi kegiatan sebelum tidur dengan aktivitas yang tenang, seperti mendongeng dan mendengarkan musik. Kegiatan ini bisa membuat anak lebih relax, jadi lebih mudah tertidur.

4. Seiring bertambahnya usia, jam biologis anak akan berubah. Begitu juga dengan jam tidurnya yang bisa bergeser atau berkurang

Jam biologis yang berubah | Photo by Tatiana via www.pexels.com

Saat usia 1-2 tahun, anak biasanya punya jam tidur yang singkat di pagi hari, lalu tidur lagi dengan waktu yang lebih lama saat sore hari. Nah, saat usia 3 tahun biasanya tidur singkat akan hilang. Anak cenderung tidur singkat saat siang dan tetap memertahankan tidur malam yang lama. Jika hal ini terjadi, Moms jangan khawatir dan tetap memaksa anak untuk tidur seperti usia-usia sebelumnya. Sebaiknya, Moms tetap mengikuti jam biologis anak sesuai usianya. Selain lebih mudah, kebutuhan tidur yang sesuai jam biologi merupakan kebutuhan yang paling sesuai dengan kondisi tubuh anak.

5. Perasaan yang mengganggu membuat anak susah tidur. Jika anak mengalami kondisi ini, biasanya ia akan gelisah dan menokak keras untuk tidur

Ada perasaan yang mengganggu | Photo by Nichola via www.pexels.com

Saat anak menolak untuk tidur dengan alasan yang sulit Moms pahami, bisa jadi anak sedang merasakan perasaan mengganggu. Misalnya mencemaskan atau mengkhawatirkan sesuatu, bahkan memiliki ketakutan yang ia simpan sendiri. Anak-anak memang belum bisa mengungkapkan perasaannya dengan baik, sehingga Moms harus membantunya. Tanyakan pada anak bagaimana perasaannya ketika menolak tidur. Berikan pelukan dan yakinkan anak bahwa ia akan tetap aman dan Moms akan menjaganya saat tidur. Jika anak tetap belum bisa menceritakan perasaanya, setidaknya ia lebih merasa tenang.

Setelah memahami kelima hal di atas, semoga Moms bisa lebih awere lagi ketika anak susah tidur dan lebih mudah mengatasinya. Nggak papa jika Moms sering mudah terpancing emosinya ketika anak susah tidur, wajar kok! Yang penting Moms bisa terus mencoba memahami kondisi anak.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE