Sebagai ibu baru, banyak hal yang berpotensi membuat cemas dan khawatir. Mulai dari bagaimana saat melahirkan, kenapa bayi menangis tanpa henti, hingga kemungkinan-kemungkinan lainnya. Salah satu yang patut dicemaskan adalah kemungkinan meninggalnya bayi secara tiba-tiba saat tertidur atau dalam bahasa medis dikenal sebagai sudden infant death syndrome (SDIS).

Menurut mayoclinic.org kematian bayi ini kemungkinan terjadi saat bayi berumur kurang dari satu tahun dan sebagian besar terjadi saat bayi tertidur. Menakutkannya lagi, kematian ini juga tidak diawali dengan gejala-gejala sebelumnya. Tapi tenang, kamu bisa mengenali penyebab dan cara mencegahnya kok. Yuk simak ulasan Hipwee berikut ini!

1. Penyebab SIDS belum bisa dipastikan, tapi ada faktor fisik yang dialami si bayi. Salah satunya kelahiran prematur

Bayi lahir prematur via www.parenthub.com.au

Advertisement

Keadaan bayi yang memang sudah lemah sebelumnya dapat menyebabkan kematian mendadak ini, seperti adanya kelainan gen, gangguan pada otak, bayi yang memiliki berat badan yang rendah atau prematur, dan gangguan paru-paru. Menurut mayoclinic.org banyak bayi yang terkena SIDS yang sebelumnya menderita flu, yang mana hal ini menyebabkan bayi kesulitan untuk bernapas.

2. Jangan anggap remeh kondisi tidur bayi, karena bisa jadi penyebabnya justru karena hal ini

Jangan posisi miring via parenting.firstcry.com

Bayi yang tidur dengan posisi telungkup atau menyamping memiliki kemungkinan sulit untuk bernapas sehingga bisa meningkatkan risiko terjadinya SIDS. Selain itu ternyata tidur di tempat yang terlalu empuk juga menyebabkan terhalangnya udara, sehingga kamu harus hati-hati saat memilih matras. Begitupun dengan suhu ruangan yang panas.

Yang terakhir, bayi yang tidur bersama orang tua atau saudara juga memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena SIDS karena bisa saja tertindih atau terhalang saat bernapas.

3. Bukan dari bayi saja, keadaan dan gaya hidup ibu selama hamil bisa juga jadi penentu

Minum alkohol dan merokok jadi penyebabnya via www.timeslive.co.za

Advertisement

Ibu yang belum berumur 20 tahun saat mengandung, atau ibu yang mengonsumsi alkohol, dan menggunakan narkoba meningkatkan risiko bayi yang dilahirkan terkena SIDS. Bayi yang ibunya jarang memeriksakan kandungan selama hamil pun memiliki risiko yang sama.

4. Selain karena lahir prematur, bayi dengan ciri-ciri tertentu lebih rentan terkena SIDS

Terpapar asap rokok via www.neha.org

Bayi laki-laki ternyata lebih rentan terkena SIDS lo. Risiko ini meningkat saat usia bayi dua bulan sampai 4 bulan. Selain pengaruh ibu yang merokok saat hamil, bayi yang terpapar asap rokok juga memiliki risiko ini. Begitupun dengan bayi yang memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami sindrom ini, harus ekstra hati-hati.

5. Meskipun terdengar menyeramkan karena tidak menunjukkan gejala-gejala tertentu, kamu bisa sedikit lega karena ada cara mencegahnya

Tidurkan dalam keadaan telentang via www.sbs.com.au

Alih-alih menidurkan bayi dalam posisi menyamping atau telungkup, kamu bisa meletakkannya dalam posisi telentang. Siapkan kasur yang terbuka tanpa banyak mainan atau bantal yang tinggi. Usahakan kasur ini merupakan kasur khusus untuknya, namun kamu bisa menaruhnya satu ruangan dengan tempat tidur orang tua. Jangan sampai bayi kepanasan karena menggunakan terlalu banyak selimut. Yang tidak kalah penting adalah pemberian ASI eksklusif jika memungkinkan, minimal 6 bulan. Yang terakhir, jangan lupa lakukan imunisasi secara rutin.

Meskipun kemungkinannya ada, bayi yang meninggal tiba-tiba atau SIDS tetap bisa dicegah. Khawatir boleh saja, tapi berpikiran positif dan menghindari penyebabnya bisa kok dilakukan!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya